Hubungan Jumlah Penghuni , Jumlah Tempat Penampungan Air dan Pelaksanaan 3M Plus dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Sp di Kelurahan Balleangin Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v3i1.2760Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis lingkungan yang banyak ditemukan di daerah tropis dan sub tropis yang penularannya melalui gigitan nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Upaya untuk mencegah penularan penyakit ini dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk itu sendiri yakni dengan melakukan kegiatan 3M plus dan menekan faktor penularan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jumlah penghuni, jumlah tempat penampungan air (TPA) dan pelaksanaan 3M Plus terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes sp di wilayah Kelurahan Balleangin Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik dan menggunakan rancangan cross sectional study. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar variable memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp, adapun variabel yang tidak memiliki hubungan bermakna yakni, menutup lubang-lubang pada potongan bambu dan pohon (p value 0,867). Dan variable yang memiliki hubungan yakni variable jumlah penghuni (p value 0,000), jumlah tempat penampungan air (TPA) (p value 0,000) kemudian variabel yang termasuk pelaksanaan 3M Plus dan memiliki hubungan bermakna yakni, menguras tempat penampungan air (p value 0,000), menutup tempat penampungan air (p value 0,000), mengubur barang bekas ( p value 0,000) , memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar (p value 0,000), menabur bubuk abate (p value 0,000), memelihara ikan pemakan jentik (p value 0,014), memasang kawat kasa (p value 0,000), kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah (p value 0,001), mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai (p value 0,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan sebaiknya pihak puskesmas meningkatkan pemeriksaan jentik secara berkala, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan 3M plus secara berkelanjutanh hal ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan menekan angka kejadian DBD.
Kata Kunci : Jumlah Penghuni, Jumlah TPA, 3M Plus
References
Departemen Kesehatan RI (2005). Pencegahan Dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Retrieved from Official Website Depertement Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id
Departemen Kesehatan RI (2005). Perkembangan Kasus Demam Berdarah Di Indonesia. Retrieved from Official Website Depertement Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id
Duma S., Darmansyah., & Arsunan. (2007). Analisis yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kecamatan Baruga Kota Kendari tahun 2007. Jurnal Analisis Kesehatan Lingkungan, 4: 91-100
Fathi K., Soedajajadi., & Wahyuni C. (2007) Peran Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Penularan Demam Berdarah Dengeu di Kota Mataram. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 4: 1-10
Hasyimi M., & Soekirno M. (2008). Pengamatan tempat perindukan Aedes aegypti pada tempat penampungan air rumah tangga pada masyarakat pengguna air olahan. Jurnal ekologi kesehatan, 3: 2-15
Kementrian Agama RI (2013). Al-Qur’an Terjemahan dan Tajwid. Bekasi: Cipta Bagus Segara
Maria I. (2013). Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Makassar Tahun 2013. Jurnal Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanauddin, 2: 3-5
Puskesmas Balocci Kabupaten Pangkep. (2015). Laporan Bulanan Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue
Suyasa I., Putra N., & Aryanta I. (2007). Hubungan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dengan keberadaan vektor demam berdarah dengue (dbd) di wilayah kerja puskesmas Denpasar Selatan. Jurnal Ecotrophic 3 : 1-6
Wahyudi R., Ginanjar P., & Saraswati L. (2010). Pengamatan Keberadaan Jentik Aedes sp Pada Tempat Perkembangbiakan Dan PSN DBD di Kelurahan Ketapang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2: 20-25
WHO (2013). Dengue And Severe Dengue 2013. Retrieved from http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/en/index.html
Yunita K.R., & Soedjajadi K. (2007). Perilaku 3M, Abatisasi dan Keberadaan Jentik Aedes aegypti Hubungannya dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3: 11-2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
