Gambaran Konsentrasi Karbon Monoksida Dalam Darah (COHb) pada Mekanik General Repair Servis dan Suku Cadang Dealer Otomotif Makassar
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v3i3.4657Abstract
Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu komponen pencemar udara yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor yang berdampak menurunkan kualitas dan kenyamanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsentrasi karbon monoksida dalam darah mekanik general repair service dan suku cadang di PT. Hadji Kalla menurut umur, masa kerja, lama kerja, dan kebiasaan merokok. Jenis penelitian ini adalah field research kuantitatif dengan analisa laboratorium dalam darah Mekanik General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar dan menjadikan semua populasi sebagai sampel dengan jumlah populasi 23 orang. Responden dalam penelitian ini adalah mekanik bagian General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanik yang memiliki konsentrasi Karbon Monoksida tidak memenuhi syarat yaitu pada umur 23-26 yaitu 4.21% sampai 8.97%. Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat, lama kerja mekanik yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat yaitu 8 jam kerja dibandingkan dengan bekerja selama 7 jam per hari dan kebiasaan merokok juga memdukung tingginya kadar CO dalam darah. Kesimpulan dari penelitian ini dari aspek kelompok umur tertinggi yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah tidak memenuhi syarat adalah kelompok umur 23- 26 tahun, Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan masa kerja yang lama, mekanik yang perokok lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan yang bukan perokok sedangkan Mekanik yang bekerja 8 jam per hari lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan yang bekerja 7 jam per hari.
Kata Kunci : COHb, Karbon Monoksida, Pekerja
References
Sulhiyah, 2013. Studi Kualitas Udara Ambien di Perumahan Taman Toraja di Kawasan Tanjung Bunga Makassar : Makassar FKM UNHAS
Pratama, Dian, Pasijan Rahmatullah, Andra Novitas Sari, 2012. Hubungan Usia, Lama Kerja, dan Kebiasaan Merokok Fungsi Paru Pada Juru Parker di Jalan Pandaran Semarang. Diakses pada 5 mei 2016
Syahrudin Gani, 2012. Studi Kadar Karbon Monoksida dan Timbal dalam Udara Ambien di Terminal Panakkukang Makassar. Makassar FKM UNHAS
Mackay J. Tobacco control now in future. Proc. INGCAT International NGO MobilisationMeeting.Geneva; 1999.
Mahayana, I M BuldaDkk. 2008.“HubunganKepadatanKendaraanDengan Gas KarbonMonoksidaUdara Ambien danKarboksihemoglobinJuruParkir Di Jalan Gajah Mada Denpasar”. ISSN: 1907-5626 ECOTROPHIC 4 (1) : 66-70 (25 Oktober 2016)
Khairah Kadir, 2013. Studi Kadar Karbon Monoksida dan Karbon Dioksida dengan Status Kesehatan Pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Kecamatan Rappocini Kota Makassar: Makassar Kesmas UINAM
Nnoli, Martin. 2014. “Toxicological Investigation of Acute Carbon Monoxide Poisoning in Four Occupants of a Fuming Sport Utility Vehicle”.Iranian Journal of Toxicology, Volume 7, No 23, Winter 2014 (25 Oktober 2016)
Soediman, dan Suma’mur, 2014. Kesehatan Kerja dalam Perspektif Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Jakarta : Erlangga
Suma’mur, 1992.Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, Jakarta: PT. Toko Gunung Agung
Suma’mur, 1995. Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, Jakarta: PT. Toko Gunung Agung
Wardhana, Wisnu Arya, 1995. Dampak pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi Offset
Zuhriyah, Nia Erva, 2008. “Analisis Kadar Karboksihemoglobin (COHb) dan dampaknya terhadap kesehatan pekerja bengkel”.Skripsi.Malang : FST UIN Malang
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
