Paparan PM10 dan PM2,5 Pada Pekerja Industri Phinisi di Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba

  • Wahyudi Wahab Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
    (ID)
  • Muhammad Saleh Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Munawir Amansyah Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Andi Susilawaty Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
  • Syahrul Basri Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)
Keywords: Kadar PM10, Kadar PM2,5, Industri Phinisi

Abstract

Particulat Matter (PM10) merupakan debu yang memiliki ukuran 0,25-10 mm dan Particulate Matter 2,5 adalah partikel dengan diameter aerodinamik lebih kecil dari 2,5 µm yang dengan mudahnya masuk ke saluran pernafasan melalui hidung hingga alveoli yang menyebabkan ganguan keluhan subjektif Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selain kadar debu, karakteristik pekerja juga berpengaruh terhadap keluhan-keluhan yang dialami pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar konsentrasi PM10 dan PM2,5 pada limbah serbuk kayu terhadap keluhan ISPA pada pekerja industri phinisi, Kec Bontobahari, Kab Bulukumba. Untuk mengetahui kadar konsentrasi PM10 dan PM2,5 pada limbah serbuk kayu terhadap keluhan ISPA pada pekerja industri phinisi di Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja perahu phinisi di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik pendekatan purposive sampling dan teknik analisis data yakni uji statistik chi-square. Dari hasil penelitian di dapatkan kadar di Pantai Mandala menghasilkan rata-rata 9,18 g/m3  untuk PM10 dan 0,94 g/m3 untuk PM2,5, di Pantai Bira dengan rata-rata PM10 4,02 g/m3  dan <0,1 g/m3 PM2,5 , dan Tanah Lemo dengan rata-rata 10,2 g/m3  dan 0,91 g/m3 untuk PM2,5 dimana kadar PM di lokasi tersebut tidak melebihi nilai ambang batas. Bagi pekerja di area industri phinisi agar senantiasa menggunakan masker disetiap bekerja untuk mengurangi risiko karena dengan menggunakan masker keluhan gangguan pernafasan kemungkinan bisa berkurang.

 

Kata Kunci : Kadar PM10,Kadar PM2,5 , Industri Phinisi

References

Adriana (2021). Analisis Kualitas Udara Serta Keluhan Pernapasan Pada Pemulung Di Sekitar Tpa Tamangapa Kota Makassar.
Agency, U. S. E. P. (2004) ‘Air Quality Criteria for Particulate Matter Air Quality Criteria for Particulate Matter’, I(October).
Ahmad, A. (2017) ‘Studi Reduksi Pm2,5 Udara Ambien Oleh Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Industri Pt Petrokimia Gresik’, 10.
Aisyah, I. (2023) ‘Kajian Penciptaan “ Green Jobs ” melalui Pengelolaan Limbah Biomassa Menjadi Arang dan Asap Cair dengan Teknik Pirolisis’, Jurnal Penelitian Pendidikan, 23(1), pp. 83–89.
Anjelicha, D., Riviwanto, M. and Wijayantono, W. (2022) ‘Analisis Risiko Penyakit Paru Obstruksi Kronis Akibat Paparan Debu Pm2.5 pada Pekerja Mebel Kayu CV Mekar Baru Kota Padang’, Jurnal Sehat Mandiri, 17(1), pp. 115–125. doi: 10.33761/jsm.v17i1.598.
Arifuddin, A., Rau, M. J. and Hardiyanti, N. (2019) ‘Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asma di wilayah kerja Puskesmas Singgani Kota Palu’, Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 5(1), pp. 13–18.
Ayu Pratiwi,A. R. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhiproduktivitastenaga Kerja Industri Kapal Pinisi Dikelurahan Tana Beru Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba’, Fakultas Ekonomi dan Bisni Universitas Muhammadiyah Makassar.
BMKG (2022) ‘Pandangan Iklim 2023 (Climate Outlook).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) (2017) ‘Library of Congress Catalog Number 76 – 641496 For sale by Superintendent of Documents U . S . Government Printing Office Washington .
Christina, Y. M. (2016). Hubungan Konsentrasi Pm10 Dan Karakteristik Pekerja Terhadap Keluhan Subjektif Gangguan Pernapasan Akut Pada Petugas Di Area Basement Parkir Mal Blok M Dan Poins Square Tahun 2016’. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2017.
Christina, Y. M. (2017). Hubungan Konsentrasi PM10 dan Karakteristik Pekerja Terhadap Keluhan Subjektif Gangguan Pernapasan Akut Pada Petugas di area Basement Parkir Mal Blok M dan Poins Square’, pp. 1–14.
Coker, C. et al. (2018). Pengaruh Kadar Pm10 Ambien Dengan Kualitas Fisik Udara Dalam Rumah Terhadap Gejala Ispa Pada Balita Di Kelurahan Lebak Bulus Tahun 2018.
Dirgantoro, A. Y. G. (2017) ‘Perbaikan Kualitas Limbah Cair Industri Kecap Dan Saos Pt. Lombok Gandaria Dengan Variasi Bakteri Indigenus’, Journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Gertrudis T. (2013) ‘Hubungan Antara Kadar Partikulat (PM10) Udara Rumah Tinggal dengan Kejadian ISPA pada Balita di Sekitar.
Glaser, R. H. (1997) ‘Preventing occupational hearing loss-a practical guide’, Ear and Hearing.
Hadi, B. S. (2021) ‘Pemantauan Kualitas Udara Ambien PM10, Dan Risiko Kesehatan Terhadap Masyarakat Di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta’, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Hafiyya, H. (2018) ‘Pengaruh kadar PM10 ambien dengan kualitas fisik udara dalam rumah terhadap gejala ispa pada balita di Kelurahan Lebak Bulus Tahun 2018.
Irwan, I., Nakoe, M. R. and Musa, N. (2022) ‘Factors That Influence Complaints of Respiratory Disorders on Parking Officers in Urban, Gorontalo City’, Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community.
Joviana (2019) ‘Hubungan konsentrasi aktivitas radon dengan kanker paru’, Skripsi. Universitas Indonesia. Fakultas kesehatan Masyarakat, BabII(Konsentrasi radon).
Karmana, O. (2007) Cerdas belajar biologi. PT Grafindo Media Pratama.
Koren, H. and Bisesi, M. (2008) ‘Handbook of environmental health, volume 1: biological, chemical, and physical agents of environmentally related disease and volume 2: pollutant interactions with air, water, and soil’, Journal of Environmental Health.
Krisdianto, A., Wijianto, S. T. and Pramuko, I. P. (2016) ‘Karakteristik Komposit Serbuk Kayu Jati dengan Fraksi Volume 25%, 30%, 35% Terhadap Uji Bending, Uji Tarik dan Daya Serap Bunyi untuk Dinding Peredam Suara’. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kurnia, L. A. and Keman, S. (2014) ‘Analisis Risiko Paparan Debu PM2,5 Terhadap Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis Pada Pekerja Bagian Boiler Perusahaan Lem Di Probolinggo’, Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Lindawaty (2010) ‘Partikulat (PM10) Udara Rumah Tinggal Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita (Penelitian di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Tahun 2009-2010).
Molenaar, R. E., Rampengan, J. J. V. and Marunduh, S. R. (2014) ‘Forced Expiratory Volume in One Second (Fev-1) Pada Penduduk Yang Tinggal Di Dataran Tinggi’, Jurnal e-Biomedik.
Noer, R. H. and Martiana, T. (2013) ‘Hubungan karakteristik dan perilaku pekerja dengan gejala Ispa di Pabrik Asam Fosfat Dept. Produksi III PT. Petrokimia gresik’, The Indonesian journal of occupational safety and health.
Novirsa, R. and Achmadi, U. F. (2012) ‘Analisis Risiko Pajanan PM2,5 di Udara Ambien Siang Hari terhadap Masyarakat di Kawasan Industri Semen’, Kesmas: National Public Health Journal.
Pari, G. (2002) ‘179578-ID-pembuatan-arang-aktif-serbuk-gergaji-tus.pdf.
Peate, I. and Nair, M. (2011) Fundamentals of anatomy and physiology for student nurses. John Wiley & Sons.
Permadi, B. A. (2017) ‘Hubungan kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru pada polisi lalu lintas di polres pemalang’. Muhammadiyah University of Semarang.
Public, G. and Security, H. (2007) ‘A safer’.
Putri, E. P. D. (2012) ‘Konsentrasi PM2.5 Di Udara dalam Ruang dan Penurunan Fungsi Paru Pada Orang Dewasa di Sekitar Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur Tahun 2012.
Rifel, S. (2017) ‘Analisis Konsentrasi Particulate Matter 2, 5 (PM2, 5) di dalam Rumah Tinggal dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat di Perumahan Ulu Gadut Akibat Pabrik PT. Semen Padang. Universitas Andalas.
Saptari (2016) ‘Pengujian Tingkat Kekerasan Bahan Komposit Serbuk Kayu dengan Matrik Resin Epoksi’, Jurnal Al-Fiziya.
Sentosa, E. A., Riviwanto, M. and Seno, B. A. (2022) ‘Analisis Risiko Gangguan Fungsi Paru Akibat Paparan Debu PM10 Pada Pekerja Mebel Kayu’, Jurnal Sanitasi Lingkungan.
Sofiah, S. (2019) Profil Budaya dan Bahasa Kab . Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan.
Sulestiani, A. R. (2019) ‘Gambaran Kadar Pm10 Dan Karakteristik Pekerja Terhadap Keluhan Subjektif Gangguan Pernasafan Akut Pada Pekerja Industri Phinisi Di Tanah Lemo Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba.
Suma’mur, P. K. (1995) ‘Keselamatan Kerja dan Ρencegahan Kecelakaan’. Jakarta: PT. Gunung Agung.
Tortora, G. J. and Derrickson, B. (2014) Anatomy & physiology. Wiley India Pvt Limited.
U.S. EPA (2012) ‘National Ambient Air Quality Standards (NAAQS) | Air and Radiation | US EPA’, U.S. Environmental Protection Agency, Office of Air Quality Planning and Standards.
Wahyuni, D. and Kurniawati, Y. (2021) ‘Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri Terhadap Terjadinya Gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Pegawai Dinas Perhubungan Kota Jakarta Timur.
WHO, World Health Organization, 2000. Air Quality Guidelines for Europe, 2nd Edition. Copenhagen: WHO.
WHO, 1999. Hazard Prevention and Control in the Work Environment: Airborne Dust. Jenewa: WHO.
WHO, 2008. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang Cenderung Menjadi Endemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Trust Indonesia.
WHO (2019) ‘POLICY PAPER Peningkatan taraf cukai hasil tembakau untuk Indonesia yang lebih sehat’.
Wibowo, C. (1990) ‘Pengaruh Media Semai Serbuk Gergaji dan Pemupukan terhadap Pertumbuhan Sengon (Paraserianthes falcataria) di Rumah Kaca dan di Hutan Pendidikan IPB, Gunung Walat, Sukabumi’, Sukabumi. Skripsi. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Wibowo, D. S. (2009) Anatomi tubuh manusia. Grasindo.
Yusnabeti, W. R. A. and Luciana, R. (2010) ‘PM10 dan infeksi saluran pernapasan akut pada pekerja industri mebel’, Makara Kesehatan.
Published
2024-04-30
How to Cite
Wahab, W., Saleh, M., Amansyah, M., Susilawaty, A., & Basri, S. (2024). Paparan PM10 dan PM2,5 Pada Pekerja Industri Phinisi di Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 41-49. https://doi.org/10.24252/higiene.v10i1.47991
Abstract viewed = 35 times