Efektifitas penggunaan arang limbah kulit kakao (Theobroma Cacao L.) untuk menurunkan kesadahan, salinitas dan senyawa organik air
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v4i1.4836Abstract
Penelitian Aktivasi Arang Limbah Kulit Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Variasi Waktu dan Zat Pengaktivasi telah dilakukan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mempelajari aktivasi arang aktif serta menguji arang aktif dalam menurunan kesadahan, salinitas dan senyawa-senyawa organik dalam air sumur. Pembuatan arang aktif dari kulit kakao ini dilakukan dengan metode aktivasi kimia menggunakan larutan H3PO4 dan KOH dengan konsetrasi 5% dan 10% dengan waktu aktivasi 60 dan 90 menit dan untuk pengalikasiannya terhadap air yang akan diuji digunakan air 500 ml dengan penambahan arang aktif 10 g yang dihomogenkan dengan menggunakan magnetic stirrer selama 15 menit.
Arang aktif dari limbah kulit kakao dengan variasi waktu dan zat pengaktivasi, yang terbaik untuk menurunkan nilai kesadahan total yaitu dengan penggunaan H3PO4 konsentrasi 10% dengan waktu aktivasi 90 menit dapat menurunkan nilai kesadahan sebesar 22 mg/L. Untuk menurunkan nilai salinitas yang terbaik yaitu dengan penggunaan KOH 5% dengan waktu aktivasi 90 menit dapat menurunkan nilai salinitas sebesar 0,25 ppm. Untuk nilai pH hasil terbaik diperoleh pada penggunaan H3PO4konsentrasi 10% dengan waktu aktivasi 90 menit, untuk penurunan nilai TDS diperoleh pada penggunaan H3PO4konsentrasi 10% dengan lama waktu aktivasi 90 menit, dan untuk nilai BOD dan TSS yang terbaik yaitu dengan penggunaan H3PO4 5% dengan waktu aktivasi selama 60 menit.
Kata Kunci : arang aktif, konsentrasi, variasi waktu
References
Ashraf, M. A, Mohd, (2010). “Study of Banana peel (Musa sapientum) asa Cationic Biosorben”. American-Eurasian J. Agric & Environ, Sci 8(1): 7-17,
Atmoko, R.D. (2012). Pemanfaatan karbon aktif batu bara termodifikasi TiO2 pada proses reduksi gas karbon monoksida (CO) dan penjernihan asap kebakaran. Skripsi. Program Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Jakarta.
Basri, S., & Hamzah, E. (2016). Efektivitas Kemampuan Tanaman Jeringau (Acorus calamus) untuk Menurunkan Kadar Logam Berat di Air. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 1(1), 49-59.
Bujawati, E., Rusmin, M., & Basri, S. (2014). Pengaruh Ketebalan Arang Tempurung Kelapa terhadap Tingkat Kesadahan Air di Wilayah Kerja Puskesmas Sudu Kabupaten Enrekang Tahun 2013. Jurnal Kesehatan, 7(1).
Departemen Pertanian. (2009). Pusat Data dan Informasi Pertanian : Komoditi Kakao.
Harsini T. Dan Susilowati, (2010). Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Dari Limbah Perkebunan Kakao Sebagai Bahan Baku Pulp Dengan Proses Organosol V. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan.
Joko, T. (2010). Unit Produksi dalam Sistem Penyediaan Air Minum. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Kemenkes, (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Iv/Menteri Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum Dan Air Bersih, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Khairunisa, R. (2008). Kombinasi Teknik Elektrolisis Dan Teknik Adsorpsi Menggunakan Karbon Aktif Untuk Menurunkan Senyawa Fenol Dalam Air.FMIPA.Depok.
Khopkar, S.M. (2008). Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press).
Kristanto, P. (2013). Ekologi Industri. Yogyakarta: Andi offset.
Kristanto, P. (2013). Ekologi Industri. Yogyakarta : Cv. Andi offset.
Kusnaedi. (2010). Mengolah Air Kotor untuk Air Minum. Penebar: Jakarta Swadaya.
Kuswanti,dkk. 2007. Sains Kimia 3. Bumi Aksara : Jakarta.
Latif, F. (2010). Kapasitas Adsorpsi Arang aktif Rumput Gajah Terhadap Zat Warna Methanil Yellow. Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin, Makassar.
Marsidi, R. (2011). Zeolit Untuk Mengurangi Kesadahan Air.
Masito,Y. F, Dan Sianita-B, M,M (2013). Pemanfaatan Arang Aktif Kulit Buah Kakao Sebagai AdsorbenLogam Berat Universitas Negeri Surabaya.
Rumidatul, A. (2006). Efektifitas Arang Aktif sebagai Adsorben padaPengolahan Air Limbah. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.
Pari, G., D. Hendra, dan R.A. Pasaribu. (2006). Pengaruh lama waktu aktivasi dan konsentrasi asam fosfat terhadap mutu arang aktif kulit kayu Acacia mangium. Jurnal Penelitian Hasil Hutan P3HH. Bogor.
Rosalina, (2016). Pengaruh Aktivasi Fisika Dankimia Arang Aktif Buah Bintaro Terhadap Daya Serap Logam Berat Krom. Institut Pertania Bogor.
Sari, R. R. (2010). Pemanfaatan Arang Aktif Dari Kulit Buah Randu Sebagai Adsorben Insektisida Pada Perairan Di Daerah Pandaan Pasuruan.
Setiawan, B. (2015). Ilmu Lingkungan Pengertian Limbah.
Situmorang, M. (2007). Kimia Lingkungan. Medan : FMIPA-UNIMED.
Suharno, A. (2012). Dasar-dasar Teknologi Pengolahan Air Limbah. Yogyakarta : Gosyeng Publishing.
Srihafsari, D. (2009). Penggunaan Logam Zeolit Berat penyebab Alam Untuk Kesadahan air.
Thorikul, H. (2009). Hubungan Antara Total Suspended Solid Dengan Turbidity Dan Dissolved Oxygen.
Verlina, W. V. Tahun (2014).Potensi Arang Aktif Tempurung Kelapa Sebagai Adsorben Emisi Gas Co, No, Dan Nox Pada Kendaraan BermotorUniversitas Hasanuddin Makassar.
Yudo, S. 2010. Kondisi Kualitas Air Sungai Ciliwung Di Wilayah DKI Jakarta Ditinjau Dari Parameter Organik. Amonia, Fosfat, Deterjen Dan Bakteri Coli. Jurnal Akuakultur Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
