Hubungan Kodisi Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Desa Karatung I Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v4i2.5853Abstract
Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada balita. Berdasarkan data dari Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, kasus pneumonia terbanyak adalah di wilayah kerja Puskesmas Bitung Barat sebanyak 113 kasus pneumonia pada balita yang terdiri dari 73 kasus pada laki-laki dan 40 kasus pneumonia pada perempuan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di Desa Karatung I Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross sectional study, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner, hygrometer untuk mengukur kelembaban dan meteran untuk mengukur luas ventilasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu berdasarkan hasil perhitungan besar sampel sebanyak 67 sampel yang dijadikan sebagai responden.
Hasil analisis secara bivariat dengan menggunakan uji Chi square yaitu ada hubungan yang bermakna antara kondisi dinding rumah yang tidak memenuhi syarat dengan kejadian pneumonia pada balita (p= 0,001), ada hubungan yang bermakna antara kondisi lantai rumah yang tidak memenuhi syarat dengan kejadian pneumonia pada balita (p= 0,008), ada hubungan yang bermakna antara luas ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai (p= 0,001) dan ada hubungan yang bermakna kondisi kelembaban udara yang tidak memenuhi syarat dengan kejadian pneumonia pada balita (p= 0,000). Saran, bagi Puskesmas Manganitu agar selalu mengawasi perkembangan kasus pneumonia pada balita yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas yang disebabkan oleh kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat.
Kata Kunci : Kondisi Fisik Rumah, Kejadian Pneumonia Pada Balita
References
Depkes RI. (1999). Permenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999 Tentang Persyaratan Kondisi fisik rumaha. Ditjen P2PL. Jakarta
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. (2014). Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bitung. Bidang PMK Dikes Kota Bitung.
Elfindri,. Hasnita E., Abididn Z., Machmud R dan Elmiyasna. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Baduose Media. Jakarta
Harrison. (2013). Pulmonologi, Disertai Contoh Kasus Klinik. Karisma Publishing Group. Jakarta
Hartati S. (2011). Analisis Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita di RSUD Pasar Rebo Jakarta. Fakultas Ilmu Keperawatan, Program Magister Ilmu Keperawatan, Uiniversitas Indonesia. Depok
Kemenkes RI. (2011). Penanggulangan Penyakit ISPA Pada Balita. Ditjen PPM dan PLP, Jakarta
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI. Jakarta
Padmonobo H, Setiani O, dan Joko T. (2012). Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang Kabupaten Brebes. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, Vol. 11 No. 2/Oktober 2012
Puskesmas Bitung Barat. (2014). Profil Kesehatan Puskesmas., Kota Bitung Negeri Semerang.
Pramudiyani N.A dan Prameswari G. N. (2011). Hubungam Antara Sanitasi Rumah dan Perilaku dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Universitas Negeri Semarang
Rab T. H. (2010). Ilmu Penyakit Paru. Trans Info Media. Jakarta
Rahim R, Fetritura Y, dan Suroso. (2013). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Tahun 2013. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan. Universitas Jambi.
Sari E.L., Suhartono dan Joko T. (2014). Hubungan Antara Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilaya Kerja Puskesmas Pati I Kabupaten Pati. Jurnal Kesehatan Masyarakat, FKM UNDIP, Vol. 2, No. 1, Januari 2014
Sarudji, Didik. (2010). Kesehatan Lingkungan, CV. Karya Putra Darwati, Bandung
Sanropie, Gunarso, Adisapto, Gandasasmita, Soemini, Sidik, Debataradja, Suyanto, Wijoyono, Santoso, Winarko, Sukini, Marlina, Kusumawati dan Songkilawang. (1989). Pengawasan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Pusat Tenaga Kesehatan, Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Sanitasi Pusat, Depkes RI, Jakarta
Sugihartono dan Nurjazuli. (2012). Analisis Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Pagar Alam. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, Vol. 11 No. 1/April 2012.
Sulistyowati R. (2010). Hubungan Antara Rumah Tangga Sehat Dengan kejadian Pneumonia Pada balita di Kabupaten Trenggalek. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.
Wahyuningsih, S., Raodhah, S., & Basri, S. (2017). Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(2), 97-105.
Wibisono M. J, Winariani dan Hariadi S. (2011). Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru. Departemen Ilmu Penyakit Paru, FK-Unair-RSUD Dr. Soetomo. Surabaya.
Yuwono T.A. (2008). Faktor-Faktor Lingkungan Fisik Rumah Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kawunganten Kabupaten Cilacap. Magister Kesehatan Lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
