Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria pada Ibu Hamil di Puskesmas Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v4i2.5857Abstract
Infeksi malaria pada kehamilan sangat merugikan baik bagi ibu dan janin yang dikandungnya, karena infeksi ini dapat meningkatkan kejadian morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Untuk menganalisis faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini termasuk studi observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Variabel dependen yaitu kejadian malaria pada ibu hamil dan variabel independen yaitu penggunaan kelambu, breading place, keberadaan semak-semak, penggunaan kawat kassa, menggantung pakaian dan adanya riwayat malaria. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan uji Logistic Regression. Tidak menggunakan kelambu saat tidur pada malam hari berhubungan yang bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,000, PR = 12,667, Ditemukannya breading place nyamuk disekitar rumah berhubungan yang bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,004, PR = 9,429, Adanya keberadaan semak-semak disekitar rumah berhubungan yang bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,001, PR = 12,100, Tidak menggunakan kawat kassa pada ventilasi berhubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,000, PR = 23,333, Menggantung pakaian dalam rumah/kamar tidur berhubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,013, PR = 6,080, Adanya riwayat malaria berhubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,003, PR = 14,182, Adanya riwayat malaria merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian penyakit malaria pada ibu hamil, dengan nilai p = 0,004, PR= 8,097. Tidak menggunakan kelambu saat tidur pada malam hari, ditemukannya breading place nyamuk, adanya keberadaan semak-semak disekitar rumah, tidak menggunakan kawat kassa pada ventilasi, menggantung pakaian dalam rumah/kamar, adanya riwayat malaria merupakan faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil dan adanya riwayat malaria merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian penyakit malaria pada ibu hamil. Bagi petugas Puskesmas Manganitu perlu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan oleh petugas puskesmas tentang faktor risiko terhadap kejadian penyakit malaria pada masyarakat (menggunakan kelambu saat tidur, tidak menggantung pakaian dalam rumah, menggunakan kawat kasa pada ventilasi serta meningkatkan kegiatan pencegahan melaria serta faktor risiko yang lain)
Kata Kunci : Faktor Risiko Kejadian Malaria, Malaria Pada Ibu Hamil
References
Ahmad S. (2008). Faktor Risiko Kejadian Malaria di Desa Lubuk Nipis Kec. Tanjung Agusng Kab. Muara Enim. Magister Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang.
Budiarjo S. (2013). Hubungan Faktor lingkungan Fisik Rumah dan Praktik Pencegahan dengan kejadian malaria di Puskesmas Girimulyo II Kabupaten Kulon Progo Propinsi DIY. http: //www.ekologi.litbang.depkes.go.id/ Jakarta di akses 22 September 2013.
Darmaji T. (2004). Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Malaria di kec. Gebang Kab. Purwerejo
Depkes . RI. (2009). Modul Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria, Ditjen PP & PL. Jakarta
Dinkes Kabupaten Kepulauan Sangihe. (2014). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2012
Duka R.S, Santoso N.E dan Katiandagho D. (2015). Uji Diagnosis Malaria Klinis Di Puskesmas Manganitu Kab. Kepulauan Sangihe. Poltekkes Kemenkes Manado
Ernamiyanti. (2010). Faktor-Faktor Ekologis Habitat Larva Nyamuk Anopheles di Desa Muara Kerlantan Kec. Sungai Mandau Kab. Siak. Prov. Riau. Prodi Ilmu Lingkungan, PPs Universitas Riau. Pekanbaru
Gafur, A., & Saleh, M. (2016). Hubungan Tempat Penampungan Air dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti di Perumahan Dinas Type E Desa Motu Kecamatan Baras Kabupaten Mamuju Utara. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 1(2), 92-99.
Gunawan. (2000). Epidemiologi Malaria. Penerbit buku Kedoketran. EGC, Jakarta.
Harjanto. P. N. (2009). Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis dan penanganan. Jakarta EGC.
Harmendo. (2008). Faktor Risiko Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Magister Kesehatan Lingkungan Program Pascarasrjana Universitas Diponegoro. Semarang.
Hidayat Aziz, A.A. (2010). Metide Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif, Health Books Publishing, Surabaya.
Husin H. (2007). Analisis Faktor Risiko Kejadian Malariadi Puskesmas Sukamerindu Kec. Sungai Serut Kota Bengulu Prov. Bengkulu. Magister Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang.
Kemenkes RI. (2014). Hasil Riset Keshatan Dasar 2013. Jakarta
Kurniawan J. (2008). Analisis Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku Penduduk Terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Asmat. Jurnal Ekologi Kesehatan, Jakarta.
Munawar, A. (2004). Faktor-Faktor Risiko Kejadian Malaria di Desa Sigeblog Wilayah Puskesmas Banjarmangun I Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, Tesis Universitas Diponegoro, Semarang
Niken W.P. (2013). Tesis Hubungan Keberadaan Tempat Perindukan Nyamuk dengan kejadin Malaria di Tahun 2013
Nurbayani L. (2013). Faktor Risiko Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Mayong I Kabupaten Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013, Volume 2, No 1, Januari, 2013.
Nurfitrianah R. AS, Ishak H, dan Ane R. L. (2013). Analisis Faktor Risiko Lingkungan Terhadap Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Durikumba Kec. Karossa Kab. Mamuju. Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasananudin. Makasar.
Prabowo. (2004). Malaria Mencegah dan Mengatasinnya. Puspa Swara Jakarta.
Sastroasmoro S, dan Ismael S. (2011). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis, Edisi ke-4. Sagung Seto, Jakarta
Suparman E. (2005). Tinjaun Kepustakaan: Malaria Pada Kehamilan, Cermin Dunia Kedokteran No 146.
Suparman E, dan Suryawan A. (2004). Malaria Pada Kehamilan. Bagian SMF Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Univ. Sam Ratulangi/RSUP Manado, dan Bagian Obstetri dan Ginekologi Fak. Kedokteran UK. Maranatha/ RS Imanuel Bandung
Sutrisna, P. (2004). Malaria Secara Ringkas, Dari Pengetahuan Dasar Sampai Terapan.Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.
Tambajong EH. (2000). Patologi Malaria. Dalam Harijanto PN, Eds. Malaria: Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinik
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
