Hazardous and Toxic Waste Management at the Samarinda City Environmental Agency

Authors

  • Husnul Mar’iyah Environmental Health, Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia
  • Vita Pramaningsih Environmental Health, Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia
  • Deny Kurniawan Environmental Health, Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia

Keywords:

hazardous waste, toxic waste, B3 waste, waste management, environmental health

Abstract

Background: Hazardous and toxic waste (B3 waste) can pollute the environment and threaten human health when it is not managed in accordance with applicable requirements. Objective: To evaluate B3 waste management at the Samarinda City Environmental Agency against applicable regulations. Methods: A descriptive field-observation study assessed seven aspects: packaging, collection, storage, storage buildings, emergency-response facilities, symbols and labels, and transportation. Conformity was scored using a three-level Likert scale and converted to percentage achievement categories. Results: Collection and transportation achieved the highest conformity scores (100%; very good), followed by symbols and labels (86.2%; very good), packaging (77.7%; good), storage buildings (66.6%; fair), storage (62.5%; fair), and emergency-response facilities (36.6%; poor). Overall conformity was 75.65%, categorized as good. Conclusion: B3 waste management was generally good, but improvements are required in packaging, storage arrangements and facilities, emergency preparedness, and labeling compliance.

References

1. Firdaus N. Analisis pengolahan limbah padat Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. SAFRJ. 2021;2(1).

2. Hidayah FN. Perkembangan pengaturan hukum limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) di Indonesia. 2023;4(2). doi:10.36418/jist.xxxx.xxx.

3. Wardhani E, Salsabila D. Analisis sistem pengelolaan limbah B3 di industri tekstil Kabupaten Bandung. Jurnal Rekayasa Hijau. 2021;5(1):15-26. doi:10.26760/jrh.v5i1.15-26.

4. Cahyandari STA, Pradana WG. Peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan urusan wajib lingkungan hidup: studi upaya pengelolaan limbah B3 di Kabupaten Sidoarjo. 2022.

5. Azharuddin, Almadora SA, Muhammad AA. Proses pengelolaan limbah B3 (oli bekas) menjadi bahan bakar cair dengan perlakuan panas yang konstan. 2020;12(2).

6. Karmi N. Analisis peran Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan limbah B3 medis di Kota Padang. Doctoral dissertation. Universitas Andalas; 2019.

7. Wibawa DP. Evaluasi pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) padat PT. Adhi Mitra Dinamika Bandung. 2023.

8. Axmalia A, Sinanto RA. Pengelolaan limbah infeksius rumah tangga pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan Komunitas. 2021;7(1):70-76. doi:10.25311/keskom.vol7.iss1.857.

9. Fitriani A, Darussalam G, Adytama A. Optimalisasi pengemasan limbah B3 filter oli bekas dengan metode Pressure Hydraulic System: studi kasus PT Satria Bahana Sarana Job Site TJMO. 2020.

10. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

11. Fajriyah AS, Wardhani E. Evaluasi pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di PT. X. Serambi Engineering. 2020;V.

12. Mulya W, Zainul LMS. Penyimpanan limbah bahan berbahaya dan beracun: studi kasus pada PT. Serasi Mitra Mobil di Balikpapan. Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan. 2021;7(2).

13. Subekti S, Astuti W. Perencanaan tempat penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun jenis padatan di PT Wiraswasta Gemilang Indonesia Cabang Semarang. Merdeka Indonesia Journal International. 2022;2.

14. Pratiwi SH, Afiuddin AE, Adhitya RY, et al. Evaluasi tempat penyimpanan sementara limbah B3 industri manufaktur plastik. 2022;5(1).

15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

16. Putro IG, Taroepratjeka HAD. Perencanaan tempat penyimpanan sementara limbah B3 di PT. Mustika Indah Permai (Adaro Energy) Kabupaten Lahat. FTSP Series. 2024.

17. Berliana PN, Murti RHAY, Utomo WD. Kajian pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT. X. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi. 2023;2(2):400-408. doi:10.55123/insologi.v2i2.1280.

18. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2013 tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

19. Pangesti R, Jati DR, Asban GC. Perencanaan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada perusahaan kelapa sawit: studi kasus PT X di Kalimantan Barat. 2022. doi:10.26760/jrh.V6i3.208-2018.

20. Utami TK, Syafrudin. Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3): studi kasus PT. Holcim Indonesia, Tbk Narogong Plant. 2018;15(2).

Downloads

Published

2026-08-20

How to Cite

Mar’iyah, H., Vita Pramaningsih, & Kurniawan, D. (2026). Hazardous and Toxic Waste Management at the Samarinda City Environmental Agency. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(2). Retrieved from https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/higiene/article/view/61539