Hubungan Antara Higiene Perorangan dengan Kejadian Infeksi Kecacingan pada Pemulung Sampah Usia Anak Sekolah Dasar di Tempat Pembuangan Akhir Antang Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.24252/higiene.v4i3.6295Abstract
Penyakit-penyakit infeksi di Indonesia pada umumnya masih cukup tinggi. Salah satu penyakit yang insidennya masih tinggi adalah infeksi kecacingan yakni cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminthiasis). Hal ini terjadi mengingat bahwa Indonesia adalah negara agraris dengan tingkat sosial ekonomi, pengetahuan, keadaan sanitasi lingkungan dan hygiene masyarakat yang masih rendah serta beriklim tropis sehingga sangat memungkinkan untuk terjadinya infeksi dan penularan kecacingan. Infeksi kecacingan biasanya insidennya paling tinggi di pedesaan, daerah kumuh, dan daerah yang padat penduduknya.
Tujuan ini penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hygiene perorangan dengan kejadian infeksi kecacingan pada pemulung sampah usia anak sekolah dasar di tempat pembuangan akhir Antang, kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh pemulung usia anak sekolah dasar di tempat pembuangan akhir Antang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian besar sampel minimal diperoleh 30 anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) uji laboratorium, (2) kuesioner, (3) lembar observasi.h 19 anakrposif ngan menggunakan pendekatan katan an kejadian infeksi kecacingan pada Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan rumus statistik uji Chi-square dengan derajat kemaknaan (α= 0,05).
Hasil Penelitian ini adalah ada hubungan antara kebiasaan memakai alas kaki dengan infeksi kecacingan (p=0.005), ada hubungan antara CTPS dengan infeksi kecacingan (p=0.000), ada hubungan antara kebersihan kuku dengan infeksi kecacingan (p=0.000) dan ada hubungan antara kebiasaan memakai sarung tangan dengan infeksi keacingan (p=0.019).
Kata Kunci: Infeksi Kecacingan, Higiene Perorangan, Pemulung Sampah Usia, Anak SD
References
Anonim, http://id.wikipedia.org/wiki/sekolah_dasar. (Diakses pada tanggal 21 Mei 2017)
Daud, Anwar. 2001. Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan. Makassar: Hasanuddin University Press.
Djamilah, Moerniyati, "Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Hygiene Perorangan dengan Kejadian Infeksi Kecacingan pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kel. Mangga Dua Kec. Kendari Kota Kendari”. Skripsi. Makassar: FKM Unhas, 2003.
Entjang, Indan. 2003. Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan, Cet. II. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, “hubungan antara personal hygiene dengan gambaran telur Soil Transmitted Helminths pada kuku jari tangan siswa SDN 27 Anak Air, Koto Tangah, Padang” Scopus Kecacingan.
Fauziah, "Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Ascariasis, Trichuriasis dan Anchylostomiasis Pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Antang”. Skripsi. Makassar FKM Unhas, 2006.
Gandahusada, Srisasi.,dkk. 2006. Parasitologi Kedokteran, Cet. VI. Jakarta: FKUI
Irawati, “Hubungan Personal Hygiene dengan Ccaingan pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Antang Makassar”. Skripsi, Makasar : Keperawatan UINAM, 2013.
J. Fitri, Z. Saam, and M. Y. Hamidy, “Analisis faktor-faktor risiko infeksi kecacingan murid sekolah dasar di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2012,” J. Ilmu Lingkung., vol. 6, no. 2, 2013.
Kartini, Sri, ” Faktor-faaktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecacingan Soil Transmitted Helminths pada Anak Usia 1-5 Tahun di Wilayah RW 07 Geringging Kecamatan Rumbai Pesisir” Jurnal : JOPS Volume 1, 2017.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No.15, 2017, Penanggulangan Cacingan, Jakarta : Kementrian R.I.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2016, Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia, Jakarta : Kementrian R.I.
Lampiran Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.: 424/MENKES/SK/VI/2006. “Pedoman Pengendalian Cacingan” 19 Juni 2006.
Nadesul, Hendrawan, 2000. “Bagaimana Kalau Cacingan?”Cet. ke-3. Jakarta: Puspa Swara.
Notoadmodjo, Soekidjo, 2005. Metode Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
S. Kartini, “Kejadian Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbar,” J. Kesehat. Komunitas, vol. 3, no. 2, pp. 53–58, 2016.
Stang. 2005. “Biostatistik”. Makassar : FKM Unhas.
Waqiah, ”Hubungan Hygiene Perorangan pada anak SD di Kecamatan Tamangappa Antang”. Skripsi, Makassar, 2010
WHO, “Soil-Transmitted Helminth Infection,” 2016
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with HIGIENE: Environmental Health Journal retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication.
By publishing in HIGIENE, authors grant the journal a non-exclusive right to publish, reproduce, distribute, archive, preserve, and disseminate the published article as part of the permanent scholarly record.
Unless otherwise stated, articles published in HIGIENE are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, users are permitted to:
-
share — copy and redistribute the material in any medium or format; and
-
adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose,
provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated.
If the material is remixed, transformed, or adapted, the resulting work must be distributed under the same or a compatible license.
Proper attribution should include, where available, the author(s), article title, journal title, year of publication, volume and issue, DOI, and applicable Creative Commons license.
Authors may deposit and disseminate the published version of their article through institutional repositories, personal or academic websites, scholarly networks, and other appropriate platforms, provided that the original publication in HIGIENE: Environmental Health Journal is properly acknowledged and the DOI or official article link is included where available.
Authors are responsible for obtaining permission to reproduce copyrighted material that is not owned by them. Third-party material included in an article may be subject to separate copyright or licensing conditions as indicated in the relevant credit line.
Copyright © The Author(s). Published by HIGIENE: Environmental Health Journal under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
