Dari Pajak Ke Harga: Bagaimana Inflasi Dan Investasi Asing Mempengaruhi Utang Luar Negeri Indonesia

Penulis

  • Arwin IAIN Pare-Pare
  • Afrianto Universitas Mega Buana Palopo

DOI:

https://doi.org/10.24252/icor.v6i03.71768

Abstrak

Utang luar negeri merupakan salah satu instrumen penting dalam menopang perekonomian suatu negara, terutama bagi negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi Utang Luar Negeri negara Indonesia pada tahun 2005-2024. Beberapa faktor diantarannya yakni Tax Ratio, Inflasi dan Investasi Asing. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan World Bank. Analisis data dilakukan dengan menggunkan Regresi Linear berganda melalui program eviews 12. Hasil dalam penelitian ini Tax Ratio dan Investasi asing berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri, sedangkan Inflasi tidak berpengaruh terhadap utang luar negeri negara Indonesia. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan atau kebijakan dalam hal utang luar negeri Indonesia.

Kata Kunci  : Utang Luar Negeri, Inflasi, Regresi Ekonomi

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afandi, M. F. (2022). Pengaruh Nilai Tukar, Suku Bunga dan Inflasi Terhadap Utang Luar Negeri Indonesia Tahun 2001-2020. Jurnal Ilmu Ekonomi JIE, 6(3), 513–524. https://doi.org/10.22219/jie.v6i3.22297

Atmadja, A. S. (2004). Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia : Perkembangan Dan Dampaknya. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 2(1), 83–94. http://jurnalakuntansi.petra.ac.id/index.php/aku/article/view/15669

Avis, W. R. (2016). Linkages between taxation and stability. 1–13.

Basri Bado Wilka Jailan dan Syamsu. (2024). analisis pengaruh penerimaan pajak, defisit anggaran terhadap utang luar negeri. 5(1), 284–299.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-12

Cara Mengutip

Arwin, & Afrianto. (2025). Dari Pajak Ke Harga: Bagaimana Inflasi Dan Investasi Asing Mempengaruhi Utang Luar Negeri Indonesia. ICOR: Journal of Regional Economics, 6(03), 160–169. https://doi.org/10.24252/icor.v6i03.71768