TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ZAKAT PROFESI SELEBGRAM DARI PENGHASILAN ENDORSMENT DI KOTA MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i3.67424Abstract
Abstraks
Pokok permasalahan pada penelitian ini tentang bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap zakat profesi selebgram dari penghasilan endorsement di Kota Makassar. Permasalahan tersebut dirumuskan pokok sub masalah: 1) Bagaimana praktik pelaksanaan zakat oleh selebgram serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran dan kepatuhan dalam menunaikan zakat penghasilan dari endorsement?. 2) Bagaimana ketentuan hukum Islam terhadap zakat profesi selebgram dari penghasilan endorsement?. Metode penelitian yang digunakan dalam konteks penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), penelitian dilaksanakan di Kota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah pedoman wawancara dan observasi dengan analisis data meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan dengan uji triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pelaksanaan zakat profesi oleh selebgram di Kota Makassar masih beragam. Sebagian selebgram telah menunaikan zakat dari penghasilan endorsement ketika telah mencapai nisab, namun sebagian lainnya belum melaksanakan secara optimal karena kurangnya pemahaman, rendahnya kesadaran, serta pengaruh gaya hidup dan minimnya sosialisasi terkait zakat profesi. Dalam tinjauan hukum Islam, penghasilan dari endorsement termasuk dalam kategori māl mustafād yang wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat nisab dan haul dengan kadar sebesar 2,5%. Ketentuan ini sejalan dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan fatwa ulama mengenai kewajiban zakat atas penghasilan profesi. Dengan demikian, zakat profesi selebgram dari penghasilan endorsement dapat dikategorikan sebagai kewajiban yang sah menurut hukum Islam apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kata Kunci: Zakat Profesi, Selebgram, Endorsement, Hukum Islam, Makassar.
Abstract
The main problem of this research concerns how Islamic law reviews professional zakat of Instagram influencers (selebgrams) from endorsement income in Makassar City. The problem is formulated into the following sub-problems: 1) How is the practice of zakat implementation by selebgrams and what factors influence their awareness and compliance in paying zakat on endorsement income? 2) What are the provisions of Islamic law regarding professional zakat of selebgrams from endorsement income?. The research method used in this study is field research, conducted in Makassar City. The data collection methods employed are observation, interviews, and documentation. The research instruments include interview and observation guidelines, with data analysis techniques consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data validity is ensured through data triangulation. The results of this study indicate that the practice of professional zakat among selebgrams in Makassar City varies. Some selebgrams have fulfilled their obligation to pay zakat on endorsement income when it reaches the nisab threshold, while others have not carried it out optimally due to a lack of understanding, low awareness, lifestyle influences, and limited socialization regarding professional zakat. From the perspective of Islamic law, income derived from endorsement is categorized as māl mustafād and is subject to zakat if it meets the requirements of nisab and haul, with a rate of 2.5%. This provision is in line with the principles of Islamic law and scholars’ fatwas regarding the obligation of zakat on professional income. Therefore, professional zakat on selebgrams’ endorsement income can be considered a valid obligation under Islamic law when the required conditions are fulfilled.
Keywords: Professional Zakat, Selebgram, Endorsement, Islamic Law, Makassar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ashar Sinilele, Mawar Indah, Hasbi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are:
- to retain copyright and grant to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship.
- permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work, with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license
- receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





