STRATEGI PELAYAN HUMANISTIK BERBASIS KEARIFAN ADAT MADURA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI NASABAH PADA BMT NU CABANG BLUTO
DOI:
https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.69036Abstract
Abstrak
Penelitian ini mengkaji strategi pelayanan humanistik berbasis kearifan adat Madura pada BMT NU Cabang Bluto dalam meningkatkan partisipasi nasabah. Topik ini dilatarbelakangi oleh pentingnya model pelayanan lembaga keuangan mikro syariah yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi administratif, tetapi juga mampu membangun relasi sosial yang kuat dengan masyarakat melalui pendekatan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pelayanan humanistik, menginterpretasikan nilai-nilai kearifan adat Madura dalam praktik pelayanan, serta mengkaji dampaknya terhadap partisipasi nasabah.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Keabsahan data dijaga melalui ketekunan pengamatan, pengecekan data, kecukupan referensial, dan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelayanan humanistik di BMT NU Cabang Bluto diwujudkan melalui komunikasi empatik, pendekatan kekeluargaan, pelayanan jemput bola, serta internalisasi etika pelayanan berbasis kesantunan. Nilai-nilai kearifan adat Madura seperti bhâpa’-bhâbhu’-ghuru-rato, pakesanan, gotong royong, dan kesantunan berbahasa terintegrasi dalam praktik pelayanan sehingga membentuk relasi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab moral. Implementasi strategi tersebut terbukti meningkatkan partisipasi nasabah melalui pertumbuhan anggota, loyalitas komunal, serta munculnya kontrol sosial berbasis rasa todus yang memperkuat kepatuhan nasabah.
Kata Kunci: Pelayanan Humanistik, Kearifan Lokal Madura, Partisipasi Nasabah
Abstract
This study examines the implementation of a humanistic service strategy based on Madurese local wisdom at BMT NU Bluto Branch in enhancing customer participation. The research is motivated by the need for an Islamic microfinance service model that not only emphasizes administrative efficiency but also strengthens social relationships through a cultural approach. The study aims to analyze the implementation of humanistic service, interpret the integration of Madurese local wisdom values in service practices, and examine their impact on customer participation. This research employed a qualitative field study approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through persistent observation, referential adequacy, data verification, and member checking. The findings show that humanistic service at BMT NU Bluto Branch is implemented through empathetic communication, a family-oriented approach, proactive outreach services, and service ethics based on courtesy. Madurese local wisdom values, including bhâpa’-bhâbhu’-ghuru-rato, pakesanan, mutual cooperation, and respectful language, are integrated into service practices. These strategies strengthen trust, communal loyalty, membership growth, and social control through todus (a sense of shame), thereby increasing customer participation.
Keywords: Humanistic Service, Madurese Local Wisdom, Customer Participation.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jihan Maknunah, Mashuri Toha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are:
- to retain copyright and grant to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship.
- permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work, with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license
- receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





