Analisis Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kesejahteraan Masyarakat dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Authors

  • Nisrinah Zahirah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Helsi Dwizultara Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Agis Pratiwi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Tamara Cahaya Rejeki Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Peny Cahaya Azwari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.69165

Abstract

ABSTRAK

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merepresentasikan sebuah inisiatif kebijakan pemerintah yang krusial, dirancang dengan tujuan ganda untuk meningkatkan taraf gizi masyarakat, khususnya di kalangan peserta didik, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan sosial secara menyeluruh. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai efektivitas implementasi Program Makan Bergizi Gratis dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, diselaraskan dengan kajian komprehensif terhadap kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fundamental ekonomi syariah. Metodologi penelitian yang diadopsi adalah pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui serangkaian teknik yang meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini melibatkan berbagai pihak yang relevan, termasuk guru sekolah, orang tua siswa, siswa penerima manfaat program, serta para pengelola Program Makan Bergizi Gratis yang berlokasi di Jakabaring, Kota Palembang. Proses analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan model Miles, Huberman, dan Saldaña, yang mencakup tahapan reduksi data untuk menyaring informasi esensial, penyajian data untuk mengorganisir temuan secara sistematis, dan penarikan kesimpulan untuk merumuskan interpretasi akhir. Temuan penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan kontribusi signifikan dalam beberapa aspek. Pertama, program ini berhasil meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi siswa, yang merupakan fondasi vital bagi tumbuh kembang optimal. Kedua, peningkatan asupan gizi berdampak positif pada peningkatan semangat dan konsentrasi belajar siswa, menciptakan lingkungan akademis yang lebih produktif. Ketiga, program ini secara langsung mengurangi beban pengeluaran konsumsi keluarga, memberikan keringanan finansial yang berarti bagi rumah tangga. Keempat, inisiatif ini juga mendorong interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah, memupuk kebersamaan dan solidaritas. Meskipun demikian, implementasi program tidak luput dari beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian, seperti keterbatasan waktu makan yang terkadang mengganggu ritme siswa, adanya penolakan terhadap menu tertentu yang mengindikasikan preferensi diet yang beragam, keterlambatan dalam distribusi makanan yang dapat mengurangi efektivitas, serta proses pendataan alergi siswa yang belum optimal sehingga memerlukan perbaikan.

Dari perspektif ekonomi syariah, Program Makan Bergizi Gratis secara jelas merefleksikan dan menginternalisasikan prinsip-prinsip inti seperti al-'adl (keadilan), maslahah (kemanfaatan umum), dan Maqasid al-Shariah (tujuan syariat). Hal ini terwujud melalui upaya program dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perlindungan kesehatan yang menjadi hak fundamental, peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi masa depan, serta pengurangan beban ekonomi keluarga yang sejalan dengan semangat tolong-menolong dalam Islam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dinilai cukup efektif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian falah, yakni kesejahteraan holistik yang menjadi tujuan utama dalam ekonomi Islam.

Kata Kunci: Program Makan Bergizi Gratis, Kesejahteraan Masyarakat, Ekonomi Syariah, Maqasid al-Shariah, Falah.

 

ABSTRACT

The Free Nutritional Meal Program (MBG) represents a crucial government policy initiative, designed with the dual objective of improving community nutrition, particularly among students, while simultaneously contributing to overall social welfare. This study focuses on an in-depth analysis of the effectiveness of the Free Nutritional Meal Program's implementation in supporting community welfare, aligned with a comprehensive review of its alignment with the fundamental principles of Islamic economics. The research methodology adopted is a descriptive qualitative approach, where data were collected through a series of techniques including in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis. Key informants in this study involved various relevant parties, including school teachers, parents, student beneficiaries, and administrators of the Free Nutritional Meal Program located in Jakabaring, Palembang City. The data analysis process was conducted using the Miles, Huberman, and Saldaña model, which includes data reduction to distill essential information, data presentation to systematically organize findings, and conclusion drawing to formulate final interpretations. The research findings consistently indicate that the Free Nutritional Meal Program has made significant contributions in several aspects.  First, the program successfully improved students' nutritional needs, a vital foundation for optimal growth and development. Second, improved nutritional intake positively impacted students' enthusiasm and concentration for learning, creating a more productive academic environment. Third, the program directly reduced the burden of family consumption expenses, providing significant financial relief for households. Fourth, this initiative also encouraged positive social interactions within the school environment, fostering togetherness and solidarity. However, the program's implementation was not without several obstacles that required attention, such as limited mealtimes that sometimes disrupted students' rhythms, rejection of certain menu items indicating diverse dietary preferences, delays in food distribution that could reduce effectiveness, and a suboptimal process for recording student allergies that required improvement. From a sharia economic perspective, the Free Nutritious Meal Program clearly reflects and internalizes core principles such as al-'adl (justice), maslahah (general benefit), and Maqasid al-Shariah (objectives of Sharia).  This is realized through program efforts to meet the community's basic needs, protect health, a fundamental right, improve the quality of education as an investment for the future, and reduce the economic burden on families, in line with the Islamic spirit of mutual assistance. Therefore, it can be concluded that the Free Nutritious Meal Program is considered quite effective in supporting community welfare and making a real contribution to the achievement of falah, namely holistic well-being, the primary goal of Islamic economics.

Keywords: Free Nutritious Meal Program, Community Welfare, Islamic Economics, Maqasid al-Shariah, Falah.

Downloads

Published

2026-06-13

Issue

Section

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026