EVALUASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KURIKIULUM MERDEKA; MEKANISME, TINDAK LANJUT, DAN DUKUNGAN INSTITUSIONAL DI SDN TEJA BARAT 3

Authors

  • Khalifatus Shalihah Universitas Islam Negeri Madura
  • Anggie Livia Prastika Universitas Islam Negeri Madura
  • Faridatul Jannah Universitas Islam Negeri Madura
  • Moh. Arifin Universitas Islam Negeri Madura

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.69613

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran pendidikan agama islam berbasis kurikulum merdeka di SDN Teja Barat 3, khususnya terkait mekanisme, tindak lanjut hasil evaluasi dan dukungan dari pihak sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru pendidikan agama islam, dan para peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, penilaian pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah SDN Teja Barat 3 sudah mengikuti Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dan kurikulum merdeka yang berlaku. Lebih menariknya lagi, pembelajaran disini tidak hanya mengejar target materi saja, tetapi juga menekankan pada deep learning atau pembelajaran secara mendalam dan menyenangkan. Yang bertujuan agar siswa merasa kerasan di dalam kelas dan mempunyai pengalaman yang tidak terlupakan.  Pembelajaran yang menyenangkan tidak selalu diartikan sebagai aktivitas yang dipenuhi dengan permainan, lagu, atau ice breaking terus, tetapi lebih ke kenyamanan siswa selama dalam proses pembelajaran, kemampuan untuk berkonsentrasi dengan baik, serta adanya motivasi untuk terus terlibat dalam aktivitas belajar sampai waktu pembelajaran berakhir tanpa terasa. Mengenai evaluasi pembelajaran, pendidik melaksanakan penilaian setelah setiap sesi tatap muka untuk mengukur seberapa baik siswa memahami materi yang telah disampaikan. Penilaian dilakukan dengan tes lisan seperti tanya jawab langsung, serta tes tertulis. Dari hasil evaluasi harian, rata-rata pencapaian pembelajaran siswa di SDN Teja Barat 3 mencapai 75%. Untuk siswa yang belum memenuhi target pembelajaran, pendidik menyediakan tindak lanjut berupa program remedial, pengayaan, serta pelatihan ulang dengan menjelaskan kembali materi yang belum dipahami. Tindakan ini diambil agar setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Hasil evaluasi pembelajaran di tindak lanjuti melalui refleksi dan diskusi antara kepala sekolah dengan para pendidik, kegiatan ini mengidentifikasi potensi yang telah dicapai maupun kelemahan yang masih perlu diperbaiki dalam proses belajar mengajar. Sekolah menerapkan pendekatan kolaboratif melalui komunitas pembelajaran profesional, serta mengaktifkan kelompok kerja guru (KKG) sebagai strategi peningkatan kompetensi pedagogis. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan dalam menguasai teknologi informasidan beradaptasi dengan perubahan kurikulum, sekolah tetap berkomitmen untuk memberikan bimbingan serta dukungan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut evaluasi pembelajaran pendidikan agama islam di SDN Teja Barat 3 tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penilaian kinerja, tetapi juga sebagai alat untuk peningkatan kualitas mengajar lewat pengawasan, dan pengembangan kemampuan guru secara berkelanjutan. Hambatan utama yang ditemukan adalah pendidik masih sering mengalami kesulitan dalam merancang instrumen asesmen formatif dan bervariasi, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Selain itu proses penilaian pada aspek afektif yang juga menjadi tantangan tersendiri karena memerlukan pengamatan yang berkelanjutan. Strategi yang diterapkan sekolah adalah dengan cara menggunakan metode penilaian konvesional yang berfokus pada tes tertulis dan tes lisan.

Kata kunci : Evaluasi pembelajaran PAI, kurikulum merdeka, tindak lamjut evaluasi,  Dukungan institusional, pengembangan kompetensi guru.

 

Abstract

This studyaims to determine how the evaluation of islamic religious education learning based on the independent curriculum is implemented at SDN Teja Barat 3, specifically regarding the mecanism, follow up to the evaluation result, and support from the school. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through interviews, observations, and documentation involving the principal, islamic religious education teachers, and student. Based on interviews, the assessment of Islamic religious education learning at SDN Teja Barat 3 follows the current Education Unit Curriculum (KSP) and the current independent curriculum. More interestingly, the learning here goes beyond material targets and emphasizes deep, enjoyable learning.The goal is for students to feel at home in the classroom and have an unforgettable experience. Enjoyable learning doesn't always mean activities filled with games, songs, or icebreakers, but rather, students' comfort during the learning process, their ability to concentrate well, and their motivation to stay engaged in learning activities until the lesson ends without them even realizing it.Regarding learning evaluation, educators conduct assessments after each face-to-face session to gauge students' understanding of the material presented. Assessments are conducted through oral tests, such as direct question-and-answer sessions, and written tests.Based on daily evaluation results, the average learning achievement of students at SDN Teja Barat 3 reached 75%. For students who did not meet the learning targets, educators provided follow-up in the form of remedial programs, enrichment, and retraining by re-explaining material that was not yet understood. This action was taken so that each student had an equal opportunity to achieve the predetermined learning objectives. The results of the learning evaluation are followed up through reflection and discussion between the principal and educators. This activity identifies potential achievements and weaknesses that still need to be addressed in the teaching and learning process. The school implements a collaborative approach through professional learning communities and activates teacher working groups (KKG) as a strategy to improve pedagogical competence.Despite challenges such as limited mastery of information technology and adaptation to curriculum changes, the school remains committed to providing ongoing guidance and support. With this approach, the evaluation of Islamic religious education learning at SDN Teja Barat 3 serves not only as a performance assessment instrument but also as a tool for improving teaching quality through supervision and ongoing teacher development. The main obstacle identified is that educators often struggle to design formative assessment instruments that are varied and tailored to student characteristics. Furthermore, the affective assessment process presents a unique challenge, requiring continuous observation. The strategy implemented by schools is to use conventional assessment methods that focus on written and oral tests. The main obstacle identified is that educators often struggle to design formative, varied assessment instruments that are appropriate to student characteristics. Furthermore, the affective assessment process presents a unique challenge, requiring continuous observation. The strategy implemented in schools is to use conventional assessment methods that focus on written and oral tests.

Keywords: Evaluation of islamic education learning, independent curriculum, evaluation                          follow up, institutional support, teacher competency development.

Downloads

Published

2026-07-09

Issue

Section

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026