DAMPAK RISIKO GEOPOLITIK JALUR PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP EFISIENSI BIAYA RANTAI PASOK DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Authors

  • Rafika Fausiah Universitas Mega Buana Palopo
  • Arianto Dangkeng Universitas Mega Buana Palopo
  • Afrianto Universitas Mega Buana Palopo

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.69703

Abstract

Abstrak

Ketidakpastian geopolitik pada jalur perdagangan internasional menjadi tantangan utama utama bagi manajemen operasi dan keuangan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak risiko geopolitik terhadap efisiensi biaya rantai pasok serta implikasinya terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur di Indonesia yang bergantung pada bahan baku impor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci yang terdiri atas Direktur Keuangan (CFO), Manajer Rantai Pasok, dan Analis Risiko dari tiga perusahaan manufaktur besar. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dampak, hambatan, dan strategi mitigasi yang diterapkan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko geopolitik menyebabkan peningkatan biaya rantai pasok melalui kenaikan tarif asuransi maritim, biaya pengalihan rute pelayaran (rerouting), serta kebutuhan penyediaan persediaan pengaman (buffer stock). Kondisi tersebut berdampak pada penurunan margin laba kotor dan gangguan arus kas jangka pendek. Namun, perusahaan yang menerapkan strategi diversifikasi pemasok lintas kawasan (friend-shoring) dan fleksibilitas kontrak keuangan mampu mengurangi dampak negatif terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko geopolitik merupakan faktor strategis yang perlu diintegrasikan dalam manajemen rantai pasok dan pengambilan keputusan keuangan perusahaan. Oleh karena itu saran dari penelitian ini memperkuat sistem manajemen risiko, melakukan diversifikasi sumber pasokan, dan meningkatkan fleksibilitas perencanaan keuangan untuk meningkatkan ketahanan bisnis terhadap ketidakpastian global.

Kata Kunci: Risiko Geopolitik, Biaya Rantai Pasok, Kinerja Keuangan, Perusahaan Manufaktur, Analisis Kualitatif.

Abstract 

Geopolitical uncertainty along international trade routes has become a major challenge for global operations and financial management. This study aims to analyze the impact of geopolitical risks on supply chain cost efficiency and their implications for the financial performance of manufacturing companies in Indonesia that rely on imported raw materials. The research employed a qualitative approach using a descriptive case study method. Data were collected through in-depth interviews with ten key informants, including Chief Financial Officers (CFOs), Supply Chain Managers, and Risk Analysts from three large manufacturing companies. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of impact, challenges, and mitigation strategies adopted by the companies. The findings reveal that geopolitical risks significantly increase supply chain costs through higher maritime insurance premiums, rerouting expenses, and the need for additional buffer stock. These conditions negatively affect gross profit margins and disrupt short-term cash flow stability. However, companies implementing supplier diversification across regions (friend-shoring) and flexible financial contracting strategies were better able to mitigate adverse effects on financial performance. The study concludes that geopolitical risk has become a strategic factor that must be integrated into supply chain management and corporate financial decision-making. Therefore, companies are encouraged to strengthen risk management systems, diversify sourcing strategies, and enhance financial planning flexibility to improve business resilience amid global uncertainties.

Keywords: Geopolitical Risk, Supply Chain Costs, Financial Performance, Manufacturing Companies, Qualitative Analysis.

Downloads

Published

2026-06-27

Issue

Section

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026