PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA BMT-UGT NUSANTARA MELALUI AKAD MURABAHAH (STUDI KASUS DI BMT-UGT NUSANTARA CABANG KEPANJEN)
DOI:
https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.72790Abstract
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad murabahah serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan anggota di BMT UGT Nusantara Cabang Kepanjen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala cabang dan anggota pengguna pembiayaan murabahah, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi pembiayaan murabahah dan dampaknya terhadap kesejahteraan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad murabahah telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah melalui proses pengajuan pembiayaan, analisis kelayakan, penetapan harga pokok dan margin secara transparan, serta mekanisme angsuran yang disepakati bersama. Dana pembiayaan dimanfaatkan secara produktif sebagai tambahan modal usaha, penambahan stok barang, dan pengadaan peralatan usaha sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha anggota. Pemanfaatan pembiayaan tersebut berdampak pada peningkatan omzet dan pendapatan, kemudahan dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatnya kemampuan menabung, serta terciptanya rasa aman karena terbebas dari praktik riba. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akad murabahah tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan syariah, tetapi juga berperan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan anggota secara bertahap dan berkelanjutan.
Kata Kunci: BMT, akad murabahah, kesejahteraan anggota, pembiayaan syariah, ekonomi Islam.
Abstract. This study aims to analyze the implementation of the murabahah contract and examine its contribution to improving the welfare of members at BMT UGT Nusantara Kepanjen Branch. The study employed a qualitative research method using a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with the branch manager and members who received murabahah financing, as well as through observations and documentation. Data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of the implementation of murabahah financing and its impact on members' welfare. The findings indicate that the implementation of the murabahah contract has been carried out in accordance with Islamic principles through financing applications, feasibility assessments, transparent determination of purchase prices and profit margins, and mutually agreed installment payment mechanisms. The financing was productively utilized as additional business capital, inventory expansion, and procurement of business equipment, thereby increasing members' business capacity. This utilization contributed to higher business turnover and income, improved ability to meet household needs, increased savings capacity, and a greater sense of financial security by avoiding usury (riba). The findings demonstrate that the murabahah contract functions not only as an Islamic financing instrument but also as a means of economic empowerment that supports the gradual and sustainable improvement of members' welfare.
Keywords: BMT, murabahah contract, members’ welfare, sharia financing, Islamic economics
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fatimah Zahroh, Fatkhul Wahab

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are:
- to retain copyright and grant to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship.
- permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work, with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license
- receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





