DIGITALISASI SISTEM PEMBAYARAN: TRANSFORMASI SKNBI DAN RTGS DI ERA OPEN BANGKING
DOI:
https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i2.63323Abstrak
Abstrak
Perkembangan teknologi digital dan implementasi open banking telah membawa perubahan fundamental terhadap sistem pembayaran nasional. Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter, memiliki peran penting dalam memastikan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan inklusif. Dua infrastruktur utama, yakni Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS), menjadi fokus utama transformasi digital guna mendukung percepatan transaksi dan integrasi antar lembaga keuangan. Melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Bank Indonesia menegaskan arah kebijakan untuk mengembangkan ekosistem pembayaran yang terhubung dengan teknologi Application Programming Interface (API) dalam kerangka open banking. Transformasi ini memungkinkan interoperabilitas antarbank dan fintech, peningkatan kecepatan pemrosesan dana, serta penguatan keamanan dan perlindungan konsumen. Namun, tantangan seperti kesiapan infrastruktur, risiko siber, dan perlindungan data nasabah tetap menjadi perhatian utama. Penelitian ini mengkaji peran, kebijakan, dan strategi Bank Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi sistem pembayaran serta implikasinya terhadap stabilitas keuangan nasional. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tinjauan pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi SKNBI dan RTGS di era open banking berpotensi memperkuat efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan mempercepat transformasi menuju ekonomi digital yang berdaya saing global.
Kata Kunci: Peran dan Strategi Transformasi Sistem Pembayaran; Tantangan Digitalisasi SKNBI dan RTGS; Peluang dan Dampak Positif Digitalisasi Sistem Pembayaran
Abstract
The advancement of digital technology and the implementation of open banking have fundamentally transformed Indonesia’s national payment system. As the monetary authority, Bank Indonesia plays a central role in ensuring that the payment system remains efficient, secure, and inclusive. Two key infrastructures — the Bank Indonesia National Clearing System (SKNBI) and the Real Time Gross Settlement (RTGS) system — are at the core of this digital transformation, designed to enhance transaction speed and interconnectivity across financial institutions. Through the Indonesia Payment System Blueprint 2025, Bank Indonesia has outlined its strategic direction to build a connected ecosystem by integrating open banking frameworks and Application Programming Interface (API) technology. This transformation promotes interoperability between banks and fintechs, real-time fund transfers, and improved security and consumer protection. Nevertheless, challenges persist, including infrastructure readiness, cybersecurity risks, and data privacy concerns. This study examines Bank Indonesia’s role, policies, and strategies in the digitalization of payment systems and their implications for financial stability. The findings highlight that integrating SKNBI and RTGS within the open banking framework strengthens transaction efficiency, expands financial inclusion, and accelerates Indonesia’s transition toward a globally competitive digital economy.
Keywords: Roles and Strategies in Payment System Transformation, Challenges in the Digitalization of SKNBI and RTGS, and Opportunities and Positive Impacts of Payment System Digitalization
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Siti Aisyah, Rani Agustina, Yuli Ahnilla, Jingga Aprilia, Kamaruddin, Muh.Ahsan Kamil

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are:
- to retain copyright and grant to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship.
- permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work, with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license
- receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





