DINAMIKA INTERNALISASI NILAI FILSAFAT EKONOMI ISLAM DALAM PERILAKU EKONOMI: PENDEKATAN INTEGRATIF MIXED METHODS
DOI:
https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.69084Abstrak
Abstrak
Perkembangan ekonomi Islam belakangan ini sering diposisikan sebagai jawaban atas kegelisahan terhadap sistem ekonomi global yang terasa semakin mekanistik. Ia tidak hanya menawarkan efisiensi, tetapi juga membawa janji tentang keadilan dan etika. Namun, ketika dilihat lebih dekat, ada semacam jarak yang sulit diabaikan. Di satu sisi, konsepnya terdengar ideal. Di sisi lain, praktik di lapangan tidak selalu mencerminkan nilai yang sama. Beberapa pelaku usaha syariah, misalnya, masih menghadapi dilema sederhana seperti menentukan harga yang adil di tengah persaingan ketat. Situasi semacam ini memberi isyarat bahwa pemahaman terhadap nilai ekonomi Islam belum sepenuhnya menjadi bagian dari perilaku sehari-hari. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini mencoba menelusuri bagaimana nilai-nilai filsafat ekonomi Islam dipahami, dijalankan, dan perlahan dihayati dalam praktik ekonomi. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, dengan menggabungkan data kuantitatif untuk membaca pola umum dan data kualitatif untuk menangkap pengalaman yang lebih personal. Melalui kombinasi ini, penelitian tidak berhenti pada angka, tetapi juga masuk ke ruang makna yang sering kali luput dari pengukuran statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum responden memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap konsep dasar seperti keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan. Akan tetapi, ketika dikaitkan dengan praktik nyata, muncul ketidaksesuaian yang cukup terasa. Tekanan pasar, kebutuhan menjaga keberlanjutan usaha, hingga budaya organisasi yang lebih berorientasi target sering kali memengaruhi keputusan ekonomi. Dalam beberapa kasus, nilai tetap diakui penting, tetapi tidak selalu menjadi pertimbangan utama. Proses internalisasi nilai ternyata tidak terjadi secara cepat. Ia berkembang melalui pengalaman, interaksi sosial, dan kebiasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu. Individu yang aktif dalam komunitas atau lingkungan yang konsisten dengan nilai ekonomi Islam cenderung menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif. Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi ekonomi Islam tidak cukup bergantung pada pengetahuan kognitif, tetapi juga memerlukan dukungan lingkungan dan praktik kolektif yang berkelanjutan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian filsafat ekonomi Islam dengan menghadirkan pendekatan yang lebih integratif, menghubungkan dimensi normatif dengan realitas empiris. Dari sisi praktis, temuan ini mengarah pada kebutuhan akan pendidikan berbasis nilai yang lebih kontekstual, penguatan budaya organisasi yang etis, serta kebijakan yang tidak hanya menekankan kepatuhan formal, tetapi juga mendorong pembentukan perilaku ekonomi yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam.
Kata Kunci: Filsafat Ekonomi Islam, Mixed Methods, Internalisasi Nilai, Ekonomi Syariah, Perilaku Ekonomi
Abstract
The expansion of Islamic economics in recent years is often seen as a response to growing concerns about a purely efficiency-driven global economic system. It promises not only performance but also ethical grounding and social justice. Yet, when observed more closely, a certain gap becomes apparent. While the philosophical framework appears coherent and compelling, its real-world application does not always reflect the same ideals. For instance, small-scale halal entrepreneurs still struggle with practical dilemmas such as setting fair prices while remaining competitive. This suggests that Islamic economic values are not always fully internalized in everyday decision-making. This study explores how the philosophical values of Islamic economics are understood, implemented, and gradually internalized in actual economic practices. A mixed methods approach is employed, combining quantitative data to identify general trends and qualitative insights to capture lived experiences. Such an approach allows the analysis to move beyond numerical patterns and engage with deeper layers of meaning. The findings indicate that respondents generally possess a solid conceptual understanding of key principles such as justice, balance, and public welfare. However, a noticeable gap emerges when these principles are translated into practice. Market pressures, business sustainability concerns, and performance-oriented organizational cultures often shape economic decisions. In many cases, ethical values remain acknowledged but are not consistently prioritized. Furthermore, the internalization of these values appears to be gradual and context-dependent. It is shaped by repeated experiences, social interactions, and the surrounding environment. Individuals engaged in value-driven communities tend to demonstrate a more grounded and consistent application of Islamic economic principles. This highlights that implementation depends not only on cognitive awareness but also on supportive social structures and collective practices. The study contributes theoretically by offering an integrative perspective that connects normative ideals with empirical realities in Islamic economic philosophy. Practically, it underscores the need for more contextual value-based education, ethically grounded organizational cultures, and policies that foster the sustained internalization of Islamic economic values.
Keywords: Islamic Economic Philosophy, Mixed Methods, Value Internalization, Islamic Economics, Economic Behavior
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rawi Allan Iriandi, Rani, Muhammad Arham Yusuf, Muliati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are:
- to retain copyright and grant to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship.
- permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work, with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license
- receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





