MANAJEMEN RANTAI PASOK HIJAU DAN DIGITALISASI KONTEMPORER BERDASARKAN PARADIGMA NILAI ISLAM

Penulis

  • Ahmad Zaqia Mani Program Magister Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Siradjuddin Program Magister Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Murtiadi Awaluddin Program Magister Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.70443

Abstrak

ABSTRAK

Di tengah volatilitas ekonomi global dan eskalasi degradasi lingkungan, modernisasi Manajemen Rantai Pasok (SCM) yang mengintegrasikan efisiensi teknologi digital dan keberlanjutan ekologis menjadi sangat urgensial, terutama bagi industri halal global yang menuntut jaminan integritas tanpa celah. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan sebuah model integrasi konseptual yang menyatukan arus transformasi digital Industri 4.0 dan Green Supply Chain Management (GSCM) ke dalam kerangka etika bisnis Islam melalui pendekatan Sharia Value Chain (SVC). Metode penelitian yang diadopsi adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review) yang sistematis dan integratif. Data dikumpulkan secara purposif dari literatur ilmiah tepercaya yang kemudian dianalisis secara mendalam menggunakan teknik analisis tematik bertahap meliputi reduksi data, kategorisasi, sintesis lintas literatur, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning terbukti mampu memperkuat pilar Amanah (akuntabilitas) dengan memitigasi risiko keterlambatan serta mengeliminasi ketidakpastian (gharar). Sementara itu, aplikasi taktik rantai pasok hijau seperti analisis siklus hidup (LCA) dan desain gudang modular berjalan selaras dengan prinsip anti-fasad (mencegah kerusakan bumi). Kendati demikian, ditemukan paradoks kritis di mana penggunaan teknologi blockchain untuk transparansi justru memicu dilema ekologis akibat tingginya konsumsi energi komputasi. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah orisinal dengan mendisrupsi paradigma sekuler-teknokratis SCM konvensional melalui penanaman dimensi spiritual-etis. Kesimpulannya, implementasi model ini menegaskan bahwa masa depan rantai pasok harus bergeser dari orientasi profit materi murni menuju tata kelola holistik demi mencapai kemaslahatan hakiki yang berorientasi pada Maqāṣid al-Sharī‘ah. Sebagai arah penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan pengujian empiris kuantitatif.

Kata Kunci: Green Supply Chain Management, Transformasi Digital, Sharia Value Chain, Integritas Halal, Maqāṣid al-Sharī‘ah.

 

ABSTRACT

Amid global economic volatility and escalating environmental degradation, modernizing Supply Chain Management (SCM) by integrating digital technology efficiency and ecological sustainability has become highly urgent, especially for the global halal industry, which demands seamless integrity assurance. This article aims to formulate a conceptual integration model that integrates the digital transformation of Industry 4.0 and Green Supply Chain Management (GSCM) into an Islamic business ethics framework through the Sharia Value Chain (SVC) approach. The research method adopted was qualitative, with a systematic and integrative literature review approach. Data were collected purposively from reliable scientific literature and then analyzed in-depth using a step-by-step thematic analysis technique, including data reduction, categorization, cross-literature synthesis, and conclusion drawing. The results show that the adoption of artificial intelligence (AI) and machine learning has been proven to strengthen the Amanah (accountability) pillar by mitigating the risk of delays and eliminating uncertainty (gharar). Meanwhile, the application of green supply chain tactics such as life cycle analysis (LCA) and modular warehouse design aligns with the principle of anti-fasad (preventing damage to the earth). However, a critical paradox was discovered: the use of blockchain technology for transparency actually triggers an ecological dilemma due to its high computational energy consumption. This research provides an original scientific contribution by disrupting the secular-technocratic paradigm of conventional SCM through the instillation of a spiritual-ethical dimension. In conclusion, the implementation of this model confirms that the future of supply chains must shift from a purely material profit orientation to holistic governance to achieve the true benefit oriented towards Maqāṣid al-Sharī‘ah. As a direction for further research, quantitative empirical testing is recommended.

Keywords: Green Supply Chain Management, Digital Transformation, Sharia Value Chain, Halal Integrity, Maqāṣid al-Sharī‘ah.

Diterbitkan

2026-07-13

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026