Praktik Buy Now Pay Later (BNPL) Syariah dalam Konstruksi Ayat-Ayat Riba dan Taysir: Analisis Maqashid Al-Shariah

Penulis

  • Gita Priyanti UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Caca Handika UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Muchammad Jafar Siddik UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Muhammad Alwan Fillah Institut Miftahul Huda Subang

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.70963

Abstrak

Perkembangan financial technology (fintech) telah melahirkan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) Syariah sebagai alternatif pembiayaan digital yang diklaim sesuai dengan prinsip syariah. Namun, praktik BNPL Syariah masih menimbulkan perdebatan mengenai kesesuaian substansi biaya, prinsip kemudahan (taysir), dan potensi unsur riba. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik BNPL Syariah melalui konstruksi ayat-ayat Al-Qur'an tentang larangan riba, prinsip taysir, serta hadis mengenai qardh dengan perspektif maqashid al-shariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, kitab tafsir, kitab fikih, fatwa DSN-MUI, regulasi OJK, serta literatur ilmiah yang dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNPL Syariah secara formal telah menggunakan akad yang sesuai dengan fikih muamalah, namun kepatuhan formal belum sepenuhnya menjamin tercapainya tujuan syariat. Transparansi biaya, perlindungan harta, pengendalian perilaku konsumtif, dan mitigasi risiko utang merupakan aspek yang perlu diperkuat agar BNPL Syariah benar-benar merealisasikan maqashid al-shariah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan literasi keuangan syariah, serta evaluasi produk berdasarkan pencapaian kemaslahatan, bukan hanya kepatuhan terhadap akad.

Kata Kunci: BNPL Syariah; Maqashid al-Shariah; Qardh; Riba; Taysir.

Diterbitkan

2026-08-03

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026