MODEL PENGEMBANGAN UMKM HALAL BERBASIS EKONOMI SYARIAH UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DI ERA DIGITAL

Penulis

  • Nurul Fadila Universitas Islam Zainul, Hasan Genggong
  • M. Yusuf Kusuma Wijaya Universitas Islam Zainul, Hasan Genggong
  • Efendi Universitas Islam Zainul, Hasan Genggong
  • Deni Rifaldo Universitas Islam Zainul, Hasan Genggong

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.71121

Abstrak

Abstrak

Perkembangan ekonomi digital memberi peluang sekaligus tantangan bagi usaha kecil menengah halal dalam meningkatkan kemampuan bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin sengit. Meskipun Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal global, masih banyak usaha kecil dan menengah yang masih kesulitan memahami ekonomi syariah, menggunakan teknologi digital dalam bisnis, mendapatkan pembiayaan syariah, serta mengurus sertifikasi halal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model pengembangan usaha kecil menengah (UKM) yang berbasis halal, dengan menerapkan prinsip ekonomi syariah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan bersaing UKM dalam era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai jenis sumber, seperti literatur ilmiah, peraturan, laporan dari lembaga pemerintah, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis isi agar dapat mengidentifikasi faktor-faktor strategis yang berperan dalam proses pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berbasis halal. Penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan usaha kecil menengah (UMKM) yang berbasis halal dan efektif bisa terbentuk dengan menggabungkan lima hal utama, yaitu meningkatkan pemahaman tentang ekonomi syariah, menggunakan teknologi digital dan strategi pemasaran digital secara maksimal, memperluas akses ke pembiayaan syariah, memperkuat proses sertifikasi halal dan standarisasi produk, serta meningkatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, akademisi, dan pengusaha dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan. Menggabungkan kelima komponen tersebut bisa membuat produk lebih bernilai, memperluas pasar, membuat pembeli lebih percaya, serta membantu UMKM halal menjadi lebih kompetitif baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Penelitian ini memberikan konsep baru tentang cara mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berbasis prinsip ekonomi syariah.Model ini bisa dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan dan strategi pengembangan UMKM, terutama di tengah perubahan teknologi digital yang terus terjadi saat ini.

Kata kunci: UMKM halal, ekonomi syariah, daya saing, digitalisasi, ekosistem halal.

 

Abstract

The growth of the digital economy has brought both good chances and difficult problems for halal Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as they try to become more competitive in a market that is getting more crowded and tough. Even though Indonesia has a lot of potential to become a major center for the global halal industry, many small and medium-sized halal businesses still struggle with issues like not having enough knowledge about Islamic economics, using digital tools in their work, getting Sharia-compliant loans, and obtaining halal certification. This research tries to create a model for developing halal small and medium businesses using Islamic economic ideas to help them stay competitive in the digital age. The study uses a qualitative method that involves library research.It gathers and looks at different sources like scientific papers, government rules, official documents, and earlier research related to the topic. The data that was gathered was looked at using content analysis to find out which factors help in building halal MSMEs. The results show that a good model for developing small and medium businesses in the halal industry can be created by combining five important parts: improving knowledge about Islamic economics, using digital technology and marketing better, making more Sharia-friendly financing available, making sure products are properly certified and meet standards, and working together between the government, Islamic banks, universities, and business leaders to build a long-lasting halal business environment. Combining these five parts should make the products more valuable, help reach more markets, build more trust from customers, and make halal small businesses more competitive in both local and global markets. This study provides a conceptual model for creating halal small and medium enterprises based on Islamic economic ideas.It can help government officials and business leaders create better plans and rules for growing these businesses during the current shift towards digital technology.

Keywords: halal MSMEs, Islamic economics, competitiveness, digitalization, halal ecosystem.

Diterbitkan

2026-07-28

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026