POLA PEMASARAN HASIL LAUT DAN KETERGANTUNGAN NELAYAN TERHADAP TENGKULAK DI PULAU KRAMIAN: TINJAUAN EKONOMI BERKEADILAN

Penulis

  • Imam Buchori Universitas Al-Amien Penduan
  • Neli Agustin Universitas Al-Amien Penduan

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.71470

Abstrak

Abstrak

Pulau Kramian merupakan wilayah pesisir yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan menggantungkan kehidupan ekonominya pada hasil laut. Namun, keterbatasan akses pasar dan permodalan menyebabkan pola pemasaran hasil laut masih didominasi oleh tengkulak. Kondisi tersebut menimbulkan ketergantungan nelayan terhadap tengkulak, baik dalam aspek pemasaran maupun permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemasaran hasil laut nelayan di Pulau Kramian, mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan ketergantungan nelayan terhadap tengkulak, serta meninjau hubungan tersebut dalam perspektif ekonomi berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan nelayan dan tengkulak, serta data sekunder yang berasal dari dokumen dan literatur terkait. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola pemasaran hasil laut di Pulau Kramian, yaitu melalui tengkulak, pedagang pasar lokal, dan pedagang besar di luar pulau. Pola pemasaran melalui tengkulak menjadi yang paling dominan karena nelayan memperoleh kemudahan dalam pemasaran dan bantuan modal. Tingginya ketergantungan nelayan dipengaruhi oleh keterbatasan akses pasar, minimnya sarana distribusi, kurangnya informasi harga, serta hubungan utang-piutang yang telah berlangsung lama. Kondisi tersebut menyebabkan posisi tawar nelayan dalam penentuan harga hasil laut cenderung lebih lemah, sehingga prinsip keadilan dalam hubungan ekonomi antara nelayan dan tengkulak belum sepenuhnya terwujud. Ditinjau dari perspektif ekonomi berkeadilan, hubungan antara nelayan dan tengkulak menunjukkan adanya ketidakseimbangan posisi tawar dalam proses pemasaran hasil laut, meskipun hubungan tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.

Kata Kunci: Pola Pemasaran, Ketergantungan Nelayan, Tengkulak, Ekonomi Berkeadilan, Pulau Kramian.

 

Abstract

Kramian Island is a coastal area where the majority of the population works as fishermen and relies on seafood for their livelihood. However, limited market access and capital means that seafood marketing is still dominated by middlemen. This situation creates a dependency among fishermen on middlemen, both for marketing and capital. This study aims to analyze the marketing patterns of fishermen's marine products on Kramian Island, examine the factors that cause fishermen's dependence on middlemen, and review this relationship from a just economic perspective. This research uses a qualitative approach with a field study. Data sources consist of primary data obtained through interviews with fishermen and middlemen, as well as secondary data from relevant documents and literature. Data analysis techniques utilize an interactive model that includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that there are three marketing patterns for seafood on Kramian Island: through middlemen, local market traders, and wholesalers outside the island. The marketing pattern through middlemen is the most dominant because fishermen receive easy marketing and capital assistance. The high level of dependence on fishermen is influenced by limited market access, minimal distribution facilities, a lack of price information, and long-standing debt-to-credit relationships. These conditions weaken fishermen's bargaining position in determining seafood prices, thus the principle of justice in the economic relationship between fishermen and middlemen has not been fully realized. Viewed from a just economic perspective, the relationship between fishermen and middlemen shows an imbalance in bargaining power in the seafood marketing process, although the relationship still provides economic benefits for both parties.

Keywords: Marketing Patterns, Fishermen's Dependence, Middlemen, Fair Economy, Kramian Island.

 

Diterbitkan

2026-08-04

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026