ANALISIS PERILAKU PEDAGANG KAKI LIMA DALAM MENERAPKAN ETIKA BISNIS ISLAM (STUDI KASUS DI PASAR TALANG BANJAR KOTA JAMBI)

Penulis

  • Nisa Aulia Putri Universitas Jambi
  • Paulina Lubis Universitas Jambi
  • Aditya Pratama Universitas Jambi
  • Rafiqi Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.71578

Abstrak

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Talang Banjar Kota Jambi memilih berjualan di sepanjang jalan meskipun telah tersedia tempat di dalam area pasar resmi, menganalisis penerapan etika bisnis Islam oleh PKL, serta mengkaji upaya pemerintah Kota Jambi dalam menata dan memfasilitasi PKL agar sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pedagang kaki lima, pedagang resmi di dalam pasar, pengelola Pasar Talang Banjar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang mendorong PKL memilih berjualan di bahu jalan, yaitu: (1) struktur biaya sewa dan operasional yang lebih rendah dibandingkan kios resmi; (2) kedekatan dengan target konsumen yang memberikan potensi pelanggan lebih besar; (3) lokasi yang lebih strategis dengan aksesibilitas tinggi; dan (4) penurunan omset yang signifikan bagi pedagang yang mencoba berjualan di dalam pasar. Dari perspektif etika bisnis Islam, perilaku PKL menunjukkan penerapan yang belum optimal pada keempat prinsip utama, yaitu kejujuran (as-shiddiq), keadilan ('adl), tanggung jawab, dan tauhid.

Kata Kunci: Pedagang Kaki Lima, Etika Bisnis Islam, Relokasi Pasar, Pasar Talang Banjar, Perilaku Pedagang

 

Abstract

This study aims to identify the factors that drive street vendors at Talang Banjar Market in Jambi City to choose selling along the roadside despite the availability of designated stalls within the official market area, to analyze the implementation of Islamic business ethics among street vendors, and to examine the efforts of the Jambi City Government in managing and facilitating street vendors in accordance with Islamic business ethics principles.This study employs a qualitative approach. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Informants included street vendors, registered merchants inside the market, Talang Banjar Market management, the Jambi City Department of Industry and Trade, and the Civil Service Police Unit. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal four primary factors that drive street vendors to sell along the roadside: (1) significantly lower rental and operational costs compared to official stalls; (2) proximity to target consumers, providing greater customer potential; (3) more strategic locations with higher accessibility; and (4) a marked decline in revenue experienced by vendors who attempt to operate within the official market. From the perspective of Islamic business ethics, street vendor behavior reflects suboptimal implementation across four key principles, namely honesty (as-shiddiq), justice ('adl), responsibility, and tawhid (monotheism).

Keywords: Street Vendors, Islamic Business Ethics, Market Relocation, Talang Banjar Market, Vendor Behavior

 

Diterbitkan

2026-08-06

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026