ANALISIS KOMPARATIF KONSEP BELAJAR AL-GHAZALI DAN AL-ZARNUJI DALAM INTEGRASI ILMU DAN MORAL PENDIDIKAN ISLAM

Penulis

  • Siti Nurul Kautsar Universitas Islam Negeri Madura
  • Wahyu Renaldi Putra Universitas Islam Negeri Madura
  • Emna Laisa Universitas Islam Negeri Madura
  • Mad Juhri Universitas Islam Negeri Madura
  • Suci Chanisa Universitas Islam Negeri Madura

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.72370

Abstrak

ABSTRACT

This study aims to examine the concept of learning from the perspectives of Imam Al-Ghazali and Burhanuddin Al-Zarnuji and their influence on the integration of knowledge and morals in Islamic education. This research is based on modern education which tends to emphasize the intellectual aspect and ignores the formation of students' morals. The method used is library research with a comparative-historical approach. Primary references refer to the books Ihya' Ulumuddin by Al-Ghazali and Ta'lim al-Muta'allim by Al-Zarnuji, while secondary sources are obtained from various relevant scientific literature. The results of the study show that Al-Ghazali views learning as a spiritual process that becomes a means of getting closer to God through the purification of the soul, the application of knowledge, and the formation of morals. Meanwhile, Al-Zarnuji focuses the concept of learning on the sincerity of intention, ethics towards teachers, and discipline in learning in order to obtain the blessings of knowledge. Despite having different views, both figures still combine knowledge and morals as one. This research demonstrates that the thoughts of these two figures are relevant to building integrative Islamic education, particularly in establishing a link between intellectual and ethical aspects to strengthen the identity of modern Islamic education.

Keywords: Al-Ghazali, Al-Zarnuji, Learning Concept, Integration of Knowledge and Morals, Islamic Education.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsep belajar dari sudut pandang Imam Al-Ghazali dan Burhanuddin Al-Zarnuji serta pengaruhnya pada integrasi ilmu dan moral dalam pendidikan Islam. Penelitian ini didasari oleh pendidikan modern yang memiliki kecenderungan lebih menekankan pada aspek intelektual dan mengesampingkan pembentukan moral siswa. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan komparatif-historis. Rujukan primer mengacu pada kitab Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali dan Ta’lim al-Muta’allim karya Al-Zarnuji, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang jika belajar sebagai proses spiritual yang menjadi sarana mendekatkan diri pada Tuhan melalui penyucian jiwa, penerapan ilmu, dan pembentukan akhlak. Sementara itu, Al-Zarnuji memfokuskan konsep belajar pada kesungguhan niat, etika terhadap guru, serta kedisiplinan dalam belajar guna memperoleh keberkahan ilmu. Walaupun memiliki pandangan yang berbeda, kedua tokoh tersebut tetap memadukan ilmu dan moral sebagai satu kesatuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran kedua tokoh tersebut memiliki relevansi dalam membangun pendidikan Islam yang integrative, terutama dalam membangun keterikatan antara aspek intelektual dan etika guna menguatkan identitas pendidikan Islam modern.

Kata Kunci: Al-Ghazali, Al-Zarnuji, Konsep Belajar, Integrasi Ilmu dan Moral, Pendidikan Islam.

Diterbitkan

2026-09-02

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026