EKSPLORASI PENERAPAN DAN PENGUATAN INTEGRASI STRATEGI PENJUALAN LANGSUNG DAN PEMASARAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI PADA CV BUTANI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v8i1.73023Abstrak
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan, proses integrasi, faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusi penjualan langsung dan pemasaran digital terhadap efisiensi produksi. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini dilaksanakan di CV Butani Indonesia, Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan langsung menjadi strategi utama yang sangat dominan dalam melayani pelanggan korporasi/B2B. Pemasaran digital melalui media sosial (Instagram, TikTok) dan website belum terkelola secara aktif dan sebatas pendukung. Aliran informasi pesanan dari penjualan langsung berkontribusi langsung terhadap efisiensi produksi dengan meminimalkan kesalahan spesifikasi, mengurangi pekerjaan ulang, dan mengoptimalkan tenaga kerja. Faktor pendukung utama mencakup komunikasi langsung dan koordinasi internal, sedangkan penghambatnya adalah inkonsistensi konten digital. Disarankan agar perusahaan mengaktifkan kembali dan mengelola konten pemasaran digital secara konsisten dengan memanfaatkan dokumentasi operasional, serta memperkuat koordinasi antara bagian pemasaran dan produksi guna mendukung efisiensi jangka panjang.
Kata Kunci: Penjualan Langsung, Pemasaran Digital, Integrasi Pemasaran, Efisiensi Produksi.
Abstract
This study aims to describe and analyze the implementation, integration process, supporting and inhibiting factors, and the contribution of direct selling and digital marketing toward production efficiency. This qualitative study with a case study design was conducted at CV Butani Indonesia, Makassar. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The results indicate that direct selling serves as the primary and dominant strategy in serving corporate/B2B clients. Meanwhile, digital marketing through social media (Instagram, TikTok) and the website remains inactive and purely supportive. The order information flow from direct selling directly improves production efficiency by minimizing specification errors, preventing rework, and optimizing labor. Supporting factors include direct communication and internal coordination, while the main barrier is the inconsistency of digital content management. It is recommended that the company reactivate and manage its digital marketing consistently by leveraging operational documentation while maintaining marketing-production coordination to sustain long-term efficiency.
Keywords: Direct Selling, Digital Marketing, Marketing Integration, Production Efficiency.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Herlina Sofia Pratiwi, Gunawan, Umi Farida

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are:
- to retain copyright and grant to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship.
- permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work, with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license
- receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





