Motivasi Tradisi Ziarah Kubur Sebelum dan Sesudah Bulan Ramadhan (Studi di Perkuburan Kerukunan Masyarakat Selayar)

Authors

  • Maulidyah Nursyifa UIN Alauddin Makassar
  • Ratnah Rahman

Keywords:

Motivasi, Tradisi, Ziarah Kubur

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami motivasi tradisi ziarah kubur sebelum dan sesudah bulan Ramadhan di Perkuburan Kerukunan Masyarakat Selayar. Fokusnya meliputi prosesi ziarah, waktu pelaksanaan, dan kepercayaan yang menghubungkan orang hidup dan orang mati. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori motivasi Alfred Schutz. Hasil menunjukkan prosesi ziarah meliputi penaburan bunga dan air serta doa untuk almarhum, mencerminkan nilai spiritual dan budaya. Tradisi ini memiliki makna spiritual dan sosial sebagai doa, penghormatan arwah, dan refleksi iman. Selain itu, ziarah mempererat silaturahmi keluarga dan menjadi bagian penting identitas budaya. Masyarakat Selayar meyakini kematian sebagai transisi ke alam lain, di mana jiwa masih bisa berinteraksi dengan yang hidup. Kesimpulannya, ziarah kubur berfungsi sebagai sarana introspeksi diri tentang makna hidup dan kematian sesuai nilai agama dan budaya setempat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Marbawi, Muhammad Idris Abdur Rauf, Kamus Arab Melayu (Mesir: Mustafa al-Halabi wa auladihi, 1350 H)

Budiarko, Ardin Alfaruk, ‘Enterpreneur Di Kota Pekanbaru (Teori Fenomenologi Alfred Schutz ): Media Massa’, Universitas Islam Riau, 2021, 1–84.

BP, Abdurrahman Misno, MARI ZIARAH KUBUR, 1st edn (Indramayu: CV. Adanu Abimata, 2021.

Batjuk Abbas, Pelaksanaan Jenazah Dalam Teori Dan Praktek Menurut Hadist Dan Adat, Cet. 1 (Riau: Husada Grafida Press, 1994)

Darwis, Robi Tradisi Ngaruwat Bumi Dalam Kehidupan Masyarakat, (Religious: Jurnal Study Agama-Agama Dan Lintas Budaya 2), (2017)

Fazira, Fatma, and Yade Surayya, ‘Tradisi Balaho Dalam Menyambut Bulan Ramadhan’, Journal of Education, Curtural and Politics, 3.2 (2023), 332–44

Hamid, Syamsul Rizal. Buku Pintar Agama Islam. (Bogor: Penebar Salam, 2002).

Hurairah, Abu and Triana Susanti, ‘Tradisi Sosial Keagamaan Masyarakat Pulau Bengkalis Dalam Menyambut Serta Memeriahkan Ramadhan Dan Idul Fitri’, Matlamat Minda, Vol 2 No. 1 (2022)

Ismail Ilyas, Pintu-Pintu Kebaikan, 1 Cet.2 (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001)

Nurhadi, Gendro, Pengkajian Nilai-Nilai Luhur Budaya Spiritual Bangsa Daerah Jawa Timur (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1998)

Nurfadilla, Hasan Bin Juhanis, Ahmad Muntazar, ‘Pandangan Masyarakat Tentang Ziarah Kubur Setelah Lebaran Studi Kasus Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar’, Intelek Insan Cendekia, 2 No.5 (2025).

Purwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2006)

Rodli, Ahmad. Kesalehan, Antara, Identitas Ke-islaman, and Dimensi Komersial, ‘Fenomena Ziarah ’:, Endocrine, IX (2019).

Sahar, Santri, Dewi Anggaraini, ‘OPPO: Death Rituals of the Taba People (Analysis of Conduct Motives Alfred Schtz)’, 1.3047–9428 (2024), 186–97.

Sardjuningsih, Religiusitas Pesisir Selatan (Kediri: STAIN Kediri Press, 2012).

Subhani, Syaikh Ja’far, Tawassul Tabarruk Ziarah Kubur Karamah Wali (Bandung: Pustaka Hidayah, 1995).

Sarwono, Jonathan, Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif, Metode Kualitatif, 1st edn (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006).

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan RND, 1st edn (Bandung: Alfabeta, 2013).

Suhadi, Machi, Halina Hambali, and Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan., ‘Makam-Makam Wali Sanga Di Jawa’, 1994.

Downloads

Published

2025-08-20

How to Cite

Nursyifa, M., & Rahman, R. (2025). Motivasi Tradisi Ziarah Kubur Sebelum dan Sesudah Bulan Ramadhan (Studi di Perkuburan Kerukunan Masyarakat Selayar). Macora, 4(2), 328–340. Retrieved from https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/macora/article/view/67792

Similar Articles

1 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.