Tradisi Ziarah Makam Dato Tiro Sebagai Warisan Budaya di Kelurahan Ekatiro Kecamatan Bonto Tiro Kabupaten Bulukumba
Keywords:
Tradisi Ziarah, Makam Dato Tiro, Warisan Budaya, Kehidupan Sosial Keagaaman, Sakral dan ProfanAbstract
Hasil penelitian ini menujukan bahwa : 1) pelaksanaan tradisi ziarah makam Dato Tiro dilakukan melalui beberapa tahapan ritual yang mengandung makna religius dan budaya sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar Islam,: 2) pelestarian tradisi ziarah dilakukan melalui pemeliharaan makam, pelaksanaan ziarah secara berkelanjutan,serta pewarisan nilai-nilai religius,sosial,dan budaya kepada generasimuda,:3) implikasi tradisi ziarah dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat terlihat pada terjalinnya silaturahmi, meningkatnya solidaritas sosial, serta tumbuhnya nilai gotong royong dalam masyarakat. Impilikasi penelitian ini adalah di harpkan kepada masyrakat Kel. Ekatiro dan sekitarnya untuk lebih memantapkan aqidah agama Islam yang dianutnya. Terlebih juga kepada masyarakat dan pemerintah setempat agar tetap menjaga dan melestarikan Makam Dato Tiro.: Tradisi Ziarah, Makam Dato Tiro, Warisan Budaya, Kehidupan Sosial Keagamaan, Sakral dan Profan.
Downloads
References
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2015),
Ahmad M. Sewang, Islamisasi Kerajaan Gowa AbadI (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005)
Clifford Geertz, The Interpretation of Cultures (New York: Basic Books, 1973),
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Skripsi A. Devi Tenri Puji, Makam Dato Tiro dan pengaruhnya terhadap kehidupan Sosial keagamaan Masyrakat Kel. Ekatiro, Kec. Bonto Tiro ‘’(skripsi),fakultas ushuluddin dan filsafat
Skripsi Suriani, “Tradisi Ziarah Pada Makam Dato tiro Kecamatan Bontotiro kabupaten Bulukumba.
Skripsi Reski Amira Analisis Makna Sosial Prosesi Ziarah di Makam Dato Tiro di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba.’’(Skripsi ),fakultas keguguran dan ilmu pendidikan
Skripsi Muna Napiah Nur, Tradisi Ziarah Makam Keramat Empang Bogor (Habib Abdullah Bin Mukhsin Al-Attas)’(Skripsi)’UIN Syarif Hidayatullah,
Skripsi Nurlaena, penelitian ini membahas Taradisi Ziarah Pada Makam Syekh Yusuf AL -Makassari Masyarakat Dusun Asramayya Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto studi Budaya Islam
Mircea Eliade, The Sacred and the Profane: The Nature of Religion, trans. Willard R. Trask (New York: Harcourt, Brace & World, 1959)
Mircea Eliade, The Sacred and the Profane: The Nature of Religion
Mircea Eliade, The Sacred and the Profane: The Nature of Religion,
Akmal A. Azzih, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 21 November 2025.
Aqzan, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 11 Januari 2026.
Asih Fitrawati, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 21 November 2025.
Dilla, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 11 Januari 2026.
Hasni, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 24 Desember 2025.
Ima, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 21 November 2025.
Kasman, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 20 November 2025.
Rajamuding, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 11 Januari 2026.
Ros, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 23 November 2025.
Rula, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 27 November 2025.
Sampe, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 11 Januari 2026.
Sumarni, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 24 Desember 2025.
Udding, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 22 November 2025.
Wawang, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 23 November 2025.
Zul, wawancara oleh penulis, Kampung Hila-Hila, 27 November 2025.










