Pemberdayaan Lansia Melalui Art Therapy Dalam Meningkatkan Harga Diri Lansia

Tri Setyaningsih*, Dameria Br Saragih, Nia Rosliany, Hans Budiman

Penulis

  • Tri Setyaningsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada
  • Dameriah Br Saragih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada
  • Nia Rosliany Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada
  • Hans Budfiman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Kata Kunci:

art therapy, harga diri, Lansia, pemberdayaan masyarakat

Abstrak

Proses menua menimbulkan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial pada lansia yang dapat memicu
penurunan harga diri, ditandai dengan perasaan tidak berguna, kurang percaya diri, serta kecenderungan menarik
diri dari lingkungan sosial. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan harga diri lansia
melalui program pemberdayaan berbasis art therapy di Kelurahan Duri Pulo. Kegiatan menggunakan pendekatan
Community Based Research (CBR) dengan desain one group pre-post test. Pelaksanaan dilakukan di Kelurahan
Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dengan melibatkan 25 orang lansia. Pengukuran harga diri
menggunakan kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale yang terdiri atas 10 item pertanyaan. Rerata skor harga
diri lansia meningkat dari 21,4 (SD 3,85) menjadi 32,6 (SD 2,94) dengan selisih 11,2. Hasil uji paired t-test
menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Kegiatan art therapy
berupa melukis, mewarnai, dan membuat kolase terbukti meningkatkan ekspresi diri, interaksi sosial, dan persepsi
positif lansia terhadap dirinya sendiri. Pemberdayaan lansia melalui art therapy efektif dalam meningkatkan harga
diri lansia dan dapat diadopsi sebagai bagian dari program pemberdayaan lansia berbasis komunitas di tingkat
kelurahan.

Referensi

Ajisuksmo, C. R., Puspasari, A., Erianti, D., Maharani Dewanti, D., Parera, R. J., Gunawan, A., Sabbathya, S., Widayanti, A., Sugito, I. B., Rosario, T. M., & Soge, Y. S. I. (2025). Terapi seni sebagai cara untuk meningkatkan emosi positif orang lanjut usia yang tinggal di panti lansia. Gemassika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 119–125. https://doi.org/10.30787/gemassika.v9i2.1332

Bahri, S., Fadhilah Rafil, S., Adela, Y., Khaira, U., Shafira, S., & Suhailla, S. (2025). Merawat jiwa melalui terapi seni pada lansia di Unit Pelaksana Teknis Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang (UPTD RSGS) Provinsi Aceh. Global Research and Innovation Journal, 1(1), 231–236.

Banon, E., Rakhmawati, I., Hidayat, E., Sudrajat, A., Suratun, S., & Hartini, T. (2022). Terapi kelompok life review efektif dalam meningkatkan harga diri lansia. Jurnal Keperawatan, 7(2), 224–233.

Ching-Teng, Y., Ya-Ping, Y., & Yu-Chia, C. (2019). Positive effects of art therapy on depression and self-esteem of older adults in nursing homes. Social Work in Health Care, 58(3), 324–338. https://doi.org/10.1080/00981389.2018.1564108

Ciasca, E. C., Ferreira, R. C., Santana, C. L. A., Forlenza, O. V., Dos Santos, G. D., Brum, P. S., & Nunes, P. V. (2018). Art therapy as an adjuvant treatment for depression in elderly women: A randomized controlled trial. Brazilian Journal of Psychiatry, 40(3), 256–263.

Daevi Khairunisa, Azmi, K., Miranda, T., & Malisa, M. (2025). Terapi seni pada lansia sebagai upaya peningkatan kualitas hidup di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya. ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat.

Liyanovitasari, & Suwanti. (2022). Efektifitas terapi kognitif terhadap peningkatan harga diri lansia yang mengalami kesepian. Journal of Holistics and Health Sciences, 4(2), 309–315. https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i2.186

Rahmaniza, R., & Permanasari, I. (2022). Peningkatan harga diri lansia menggunakan terapi reminiscence pada harga diri rendah lansia yang tinggal di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru. Jurnal Menara Medika, 4(2). https://doi.org/10.31869/mm.v4i2.3175

Ruriyanty, N. R., Basit, M., Andi, A., Nadya, H. E., & Teddyansyah, T. (2023). Terapi aktivitas kelompok terapan "terapi seni mewarnai pada lansia". Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM), 5(2), 18–24. https://doi.org/10.51143/jsim.v5i2.525

Stuckey, H. L., & Nobel, J. (2010). The connection between art, healing, and public health: A review of current literature. American Journal of Public Health, 100(2), 254–263.

World Health Organization. (2021). Ageing and health report. Geneva: WHO.

Yulianda, E. (2024). Hubungan harga diri dengan tingkat kesepian pada lansia di LKS LU Pangesti Lawang. Journal of Mental Health Concerns, 3(1), 25–29. https://doi.org/10.56922/mhc.v3i1.836

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

[1]
T. Setyaningsih, D. B. Saragih, N. Rosliany, dan H. Budfiman, “Pemberdayaan Lansia Melalui Art Therapy Dalam Meningkatkan Harga Diri Lansia: Tri Setyaningsih*, Dameria Br Saragih, Nia Rosliany, Hans Budiman”, PHSJ, vol. 3, no. 2, hlm. 18–24, Sep 2026.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama