PENERAPAN ARSITEKTUR HIJAU PADA PUSAT KREATIF ANAK DI KOTA MAKASSAR
Keywords:
Arsitektur Hijau, Pusat Kreatif Anak, Kecanduan GadgetAbstract
Kecanduan gadget pada anak merupakan permasalahan yang semakin meningkat di kawasan perkotaan, termasuk Kota Makassar, dan berpotensi menghambat perkembangan kreativitas serta interaksi sosial anak. Kondisi ini menuntut penyediaan ruang alternatif yang mampu mendorong aktivitas kreatif, sosial, dan fisik anak secara seimbang. Penelitian ini bertujuan merancang Pusat Kreatif Anak sebagai ruang publik ramah anak yang dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas sekaligus pengalih dari penggunaan gadget berlebihan. Metode yang digunakan adalah perancangan arsitektural dengan pendekatan arsitektur hijau, meliputi analisis kebutuhan ruang, fungsi bangunan, serta penerapan prinsip efisiensi energi. Hasil perancangan berupa bangunan multifungsi yang mewadahi kegiatan pendidikan, rekreasi, dan kreativitas anak, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan museum. Penerapan pencahayaan dan penghawaan alami serta penggunaan material rendah emisi diharapkan mampu mengurangi konsumsi energi dan dampak lingkungan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi anak.