KENYAMANAN SPASIAL (RUANG) MASJID AGUNG SULTAN ALAUDDIN UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Abstract
Masjid Agung Sultan Aluddin ini digunakan oleh seluruh civitas akademika tidak hanya untuk kegita ibadah saja, akan tetapi hampir seluruh kegiatan yang sifatnya non ibadah dilakukan di masjid ini, sehingga perlu dikaji tingkat kenyamanan spasial (ruang) secara fisik. Sebagai konsekuensi masjid agung dan megah maka perlu pemenuhan kenyamanan untuk tiap – tiap orang yang berada di dalam masjid, sehingga membuat betah dan nyaman secara fisik. Kenyamanan spasial (ruang) di penelitian ini membahas antara lain kenyamanan termal (suhu/temperatur), kenyamanan visual (cahaya), kenyamanan akustik (suara). Ketiga unsur kenyamanan ini diukur dengan parameter alami bukan buatan, untuk mengetahui kondisi nyata ruangan dalam masjid. Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan data, bahwa dari ketiga unsur kenyamanan tersebut hanya kenyamanan visual yang sesuai dengan standar yang disarankan yakni di bawah 200 lux, sebagimana standar yang dipersyaratkan oleh SNI-6197-2020 yaitu 200 lux. Sedangkan kenyamanan termal dan akustik berada di atas angka yang disarankan oleh standar SNI sebagai rujukan tingkat kenyamanan, di mana rata-rata suhu/temperatur lebih dari 30 °C dan suara rata – rata antara 60 db – 70 db. Penelitian ini sejatinya bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan spasial (ruang) masjid Agung Sultan Alauddin sebagai data/informasi awal untuk nantinya akan digunakan pada saat bangunan ini sudah rampung pembangunannya 100 %.
Kata Kunci: kenyamanan, spasial, termal, visual, akustik, masjid agung