ANALYTICAL STUDY ON THE AUTHORITY OF THE SUPERVISORY BOARD OVER THE PERFORMANCE OF THE CORRUPTION ERADICATION COMMISSION IN INDONESIA: A SIYASAH SHAR’IYYAH PERSPECTIVE

Authors

  • Syamsuddin Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Kurniati Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Indonesia
  • Adriana Mustafa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Indonesia

Keywords:

Authority, KPK, Supervisory Board, Siyasah Syariyyah

Abstract

The existence of the Supervisory Board of the Corruption Eradication Commission (KPK) is confirmed in Undang-Undang Number 19 of 2019 concerning the Second Amendment to Undang-Undang Number 30 of 2002 concerning the Corruption Eradication Commission (KPK’s Law). Based on that, this study aims to determine the authority of the KPK’s Supervisory Board, and assess its existence based on the siyasah syariyyah perspective. This objective is in accordance with important issues regarding the existence of the KPK’s Supervisory Board in Indonesia, namely how is the authority of the KPK’s Supervisory Board in supervising the performance of the KPK and what is the siyasah syariyyah perspective on the existence of the KPK’s Supervisory Board in Indonesia. To make this research focused, the type of library research is used, which focuses on qualitative data sources, with a juridical-normative approach. In the results of this studied, it was found that with the Constitutional Court (MK) Decision Number 70/PUU-XVII/2019, the KPK’s Supervisory Board no longer has the authority to grant wiretapping, confiscation, and search permits. The KPK’s Supervisory Board is only limited to supervising the implementation of the KPK's authority in general, so that the independence of the KPK is still guaranteed.

 

References

Abdul Muharis dan Kusnadi Umar, “Peran Komisi Pemilihan Umum dalam Pemilihan Daerah di Kabupaten Sinjai”, Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasisawa Siyasah Syariyyah 3, no. 3 (2021).

Abdul Rahman Kanang, “Pelbagai Permasalahan Ketatanegaraan dalam Konstitusi RI (Analisis terhadap UUD 1945 Sebelum dan Sesudah Amandemen)”, Al-Risalah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 16, no. 2 (2021).

Achmad Badjuri. “Peranan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai Lembaga Anti Korupsi di Indonesia.” Jurnal Bisnis dan Ekonomi 18, no. 8 (2011).

Dian Eka Kusuma Wardani, “Perlindungan Hukum Terhadap Para Pelaku Whitle Blower pada Tindak Pidana Korupsi,” Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 6, no. 2 (2017).

Helmi Ibrahim. “Penguatan Fungsi Kelembagaan DPR Pasca Perubahan UUD 1945 dalam Sistem Pemerintahan Presidensial.” Varia Hukum 39, no. 4 (2018).

Kumiati Kumiati, “Sistem Politik Demokrasi dalam Bias Hegemoni Negara: Telaah Gagasan Politik Antonio Gramsci”, Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 7, no. 2 (2018).

M Ali Imron, dkk, “Kewenangan Dewan Pengawas KPK dalam Memberi Izin Penyadapan”, Pembangunan Hukum Menuju Era Digital Society 3, no. 1 (2020).

Muammar Salam & Adriana Mustafa. “Manakar Upaya Penegakan Hukum oleh Pemerintah Kota Makassar.” Jurnal Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah syariyyah 3, no. 2, (2021).

Muhammad Chaerul Risal, “Penerapan Beban Pembuktian Terbalik dalam Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi,” Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syari’ah dan Hukum 5, no. 1 (2018).

Muhammad Faisal Akbar dan M Chaerul Risal, “Polemik Sengketa Pilpres 2019 Perspektif Siyasah Syariyyah.” Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syariyyah 2, no. 3 (2021).

Muhammad Helmi Fahrozi Surahmad, Asri Astari, dan Rika Putri Wulandari, “Telaah Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam Perspektif Aliran Sociological Jurisprudence.”, Humani: Hukum dan Masyarakat Madani 11, no 1 (2022).

Muslihin Rais, “Nilai Keadilan Putusan Hakim pada Perkara Tindak Pidana Korupsi,” Al Daulah: Jurnal Hukum Pidan dan Ketatanegaraan 6, no. 1 (2017).

Orin Gusta Andini, Fitra Marinda, dan Khulaifi Hamdani, “Pertanggung Jawaban Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan Oleh Aparatur Sipil Negara”, Jurnal Al- Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam 9, no. 1 (2022).

Rizki Fathul Anwar Sabani. “Analisis Hadis La Dharara wala Dhiraran sebagai Dasar Fatwa Keharaman Rokok.” Jurnal Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Jati Bandung 9, no 2 (2022).

Surahmad dkk. “Telaah Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam Perspektif Aliran Sociological Jurisprudence.” Jurnal Lex Jurnalica 8, no. 3 (2020).

Taufik Halim Pranata, “Kedudukan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan”, Journal of Constitutional Law 31, no. 2 (2021).

Tri Novita Sari Manihuruk, “Problematika Penyidik Kejaksaan Negeri Bangkinang dalam Menangani Tindak Pidana Korupsi Dana Desa,” Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan 9, no. 2 (2020).

Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004).

Fita Istianingsih, Politik Hukum Pembentukan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi Perspektif Siyasah Syariyyah. (Thesis: Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, purwokerto, 2020).

Gugum Gunawan, Wacana Tafsir tentang Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Berhubungan dengan Korupsi. (Skripsi: Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta, Jakarta, (2018).

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XVII/2019 terkait pengujian materiil terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Published

2026-01-31

How to Cite

Syamsuddin, Kurniati, & Mustafa, A. (2026). ANALYTICAL STUDY ON THE AUTHORITY OF THE SUPERVISORY BOARD OVER THE PERFORMANCE OF THE CORRUPTION ERADICATION COMMISSION IN INDONESIA: A SIYASAH SHAR’IYYAH PERSPECTIVE. Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah, 7(1), 1–12. Retrieved from https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/32251

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>