THE HABITUATION OF TONGKONAN COMMUNICATION AS ADHESIVES FOR RELIGIOUS HARMONY IN TORAJA PEOPLE

Nurhakki Nurhakki, Ahmad Sultra Rustan, Muhammad Taufiq Syam

Abstract


Religious differences within one family are often found in Toraja society. The four faces of God in one family are a symbol of a family living in harmony and upholding religious tolerance. This study examines how the habituation of communication in maintaining tolerance in building religious harmony in Toraja community is mediated through the existence of Tongkonan (traditional house of Toraja). This study used a qualitative descriptive method in the form of observations, interviews, and focus group discussion (FGD) at three locations which are the research objects, Lembang Madandan, Lembang Kaduaja and Lembang Tombang Langda. The results of this study indicate that a harmonious relationship among religions is a habitus that is built into the mental and cognitive domains that each individual is given freedom to choose religion, is respected (dianggak), is supported in worshiping (diangkak)  which is the behavioral internalization of the three main attitudes; sianggak, sikalik, and siangkaran, with Tongkonan as the communication center for collective decision making, problem solving, and conflict resolution. The substance of this research can be used as a reference in realizing religious tolerance through the heritage of local traditions and culture..

Keywords: Habitus; Religious Harmony; Tongkonan; Toraja


الملخص

غالبًا ما توجد الاختلافات الدينية داخل عائلة منطقة واحدة في مجتمع توراجا وجوه رب الأربعة في شرفة واحدة هي تشبيه عائلي حي التناغم والتمسك بالتسامح الديني.  تبحث هذه الدراسة في كيفية تعويد التواصل في الحفاظ على التسامح في بناء الانسجام الديني في مجتمع توراجا من خلال وجود تونغكونان (Tongkonan ). استخدمت هذه الدراسة المنهج الوصفي النوعي في شكل الملاحظة والمقابلات ومجموعات التركيز مناقشة  (FGD) في موقعين كانا موضع بحث ، مقاطعة ماداندان في شمال توراجا وليمبانج كادواجا ،مقاطعة تانا توراجا.  نتائج هذه الدراسة يوضح أن العلاقة المتناغمة بين المعتقدات هي عادة مبنية في المجالات العقلية والمعرفية أن كل فرد يُمنح حرية اختيار الدين ، ويحترم (يحترم) ، ويدعم في ممارسة العبادة  (diangka) وهو الاستيعاب لسلوك المواقف الثلاثة الرئيسية :  sianggaو sikamalik 'و   siangkaran ، مع  Tongkonan كمركز في صنع القرار وحل المشكلات وحل النزاعات. يمكن استخدام جوهر هذا البحث كأحد التوصيات.

الكلمات الدالة: التعود ، الانسجام الديني, Toraja, Tongkonan 


ABSTRAK

Perbedaan agama dalam satu rumpun keluarga kerap ditemukan di masyarakat Toraja. Empat wajah Tuhan dalam satu beranda, merupakan analogi keluarga yang hidup harmonis dan memegang teguh toleransi beragama. Penelitian ini mengkaji bagaimana habituasi komunikasi dalam menjaga toleransi dalam membangun kerukunan beragama pada masyarakat Toraja yang dimediasi melalui keberadaan Tongkonan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa observasi, wawancara, dan focus group discussion (FGD) pada tiga lokasi yang menjadi objek penelitian, Lembang Madandan, Lembang Kaduaja dan Lembang Tombang Langda. Hasil penelitian ini menujukkan hubungan rukun antar keyakinan merupakan habitus yang dibangun dalam ranah mental dan kognitif bahwa setiap individu diberi kebebasan untuk memilih agama, dihargai (diangga’), didukung dalam menjalankan ibadah (diangka’) yang merupakan rinternalisasi dari perilaku tiga sikap pokok; siangga’, sikamalik’, dan siangkaran, dengan Tongkonan sebagai pusat dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan penyelesaian konflik. Substansi penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam mewujudkan toleransi beragama melalui warisan tradisi dan budaya lokal.

 

 

Keywords


Habituasi; Kerukunan Beragama; Tongkonan; Toraja

Full Text:

PDF

References


Amri, Muhammad, Risna Mosiba, and Saidna Zulfiqar Bin-Tahir. “Interreligious Tolerance in the Perception of Maluku Muslim Society.” Jurnal Adabiyah 20, no. 1 (2020). https://doi.org/10.24252/jad.v17i120i1a8.

Baturante, Nurdin. Tongkonan Dan Kerukunan. Yogyakarta: Pustaka Alzikra, 2019.

Idrus, Nurul Ilmi. “Mana’ Dan Éanan: Tongkonan, Harta Tongkonan, Harta Warisan, Dan Kontribusi Ritual Di Masyarakat Toraja.” ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia 1, no. 2 (2017). https://doi.org/10.31947/etnosia.v1i2.1612.

Indratno, Imam, Sudaryono Sudaryono, Bakti Setiawan, and Kawik Sugiana. “SILAU’NA TONGKONAN SEBAGAI SEBUAH REALITAS TONDOK.” ETHOS (Jurnal Penelitian Dan Pengabdian), 2016. https://doi.org/10.29313/ethos.v0i0.1694.

Kausar, Devi Roza Krisnandhi, and Myra P. Gunawan. “Managing Heritage Tourism in Toraja: Strengthening Local Values and Improving Tourists’ Experiences.” Journal of Heritage Tourism 13, no. 6 (2018). https://doi.org/10.1080/1743873X.2017.1411356.

Mukramin, Sam’un, and Lukman Ismail. “Social Meaning of Mangara Banua Tongkonan Ceremony in Toraja Society.” SIMULACRA: JURNAL SOSIOLOGI 1, no. 1 (2018). https://doi.org/10.21107/sml.v1i1.4984.

Nursalam, Nursalam. “Makna Sosial Tongkonan Dalam Kehidupan Masyarakat Tana Toraja.” Equilibrium: Jurnal Pendidikan 5, no. 1 (2019). https://doi.org/10.26618/equilibrium.v5i1.972.

Pakan, Marcelina Sanda Lebang, Maria Heny Pratiknjo, and Welly E Mamosey. “Rumah Adat ‘Tongkonan’ Orang Toraja Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan.” HOLISTIK, Journal of Social and Culturef Social and Culture XI, no. 22 (2018).

Rabinow, Paul, and Pierre Bourdieu. “Structures, Habitus, Practices.” In Rethinking the Subject, 2018. https://doi.org/10.4324/9780429497643-2.

RITZER, GEORGE DAN DOUGLAS J. GOODMAN. “Teori Sosiologi Modern.” Protein Science, 2007.

Segara, I Nyoman Yoga. “Kampung Sindu: Jejak Islam Dan Situs Kerukunan Di Keramas, Gianyar, Bali.” Jurnal Lektur Keagamaan 16, no. 2 (2018). https://doi.org/10.31291/jlk.v16i2.563.

Stephany, Shandra. “Interior Tongkonan Di Tana Toraja Sulawesi Selatan.” Dimensi Interior, Vol.7, No.1, Juni 2009: 28-39 7 (2009).

Tari, Ezra. “Teologi Tongkonan: Berteologi Dalam Konteks Budaya Toraja.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 2, no. 2 (January 23, 2019): 93. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v2i2.40.

Yudha Almerio Pratama Lebang. “Adat, Analisis Semiotika Simbol Kekuasaan Pada Rumah Layuk), Toraja (Tongkonan.” In Prosiding Temu Ilmiah IPLBI. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Adabiyah is indexed by:

       MAS             

Creative Commons License

This work is licensed under BY-NC-SA

__________________________________________________________
Jurnal Adabiyah
Fakultas Adab & Humaniora UIN Alauddin
ISSN Print : 1412-6141 ISSN Online : 2548-7744

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan
Phone: (0411)841879 Fax: (0411) 8221400
Email: jurnal.adabiyah@uin-alauddin.ac.id