PROSESI PERNIKAHAN ADAT DI KELURAHAN CIKORO’ KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN GOWA

St. Hajar Hajar, Nur lidiawati, M. Dahlan M

Abstract


This study aimed to describe the tradition wedding procession of the Cikoro community and to analyzed the symbolic meaning behind the process. The purpose of this study is achieved by answering the following three issues: 1. How is the wedding procession in the sub-district of Cikoro Tompobulu district Gowa regency? 2. How is the symbolic meaning contained in Wedding Tradition in Kelurahan Cikoro' Tompobulu district of Gowa regency? and 3. How are the Islamic cultural values contained in it?

This study found a unique wedding procession and distinct from the wedding procession in general in South Sulawesi. In a community wedding ceremony in the village Cikoro generally consists of several stages of activity. Pre-marital stages, marriage stages, and stages after marriage. The activity is a sequential sequence that should not be mutually exchanged.

 

Key words: Traditional wedding procession, Cikoro, symbolic meaning.

 

 

 

Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pernikahan adat masyarakat Cikoro’ dan menganalisis makna simbolis di balik proses tersebut. Tujuan penelitian ini tercapai dengan menjawab tiga masalah berikut: 1. Bagaiman prosesi pernikahan di kelurahan Cikoro’ kecamatan Tompobulu kabupaten Gowa? 2. Bagaimana makna simbolik yang terkandung dalam Adat Pernikahan di Kelurahan  Cikoro’ kecamata Tompobulu  kabupaten  Gowa? dan  3. Bagaimana  nilai-nilai budaya  Islam yang terkandung didalamnya?

Penelitian ini menemukan adanya prosesi adat pernikahan yang khas dan berbeda dari prosesi pernikahan pada umumnya di Sulawesi Selatan. Dalam upacara pernikahan masyarakat di kelurahan Cikoro’ pada umumnya terdiri atas beberapa tahap kegiatan. Tahapan pra nikah, tahapan nikah, dan tahapan setelah nikah. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian yang berurutan yang tidak boleh saling tukar-menukar.

 

Kata kunci: prosesi pernikahan, adat, tahapan nikah

Keywords


: prosesi pernikahan, adat, tahapan nikah

References


Abdulrahman, Kompilasi Hukum Islam, Cet. ;I Jakarta: Akademika, 1992

Abdurrahman, Dudung. Metode Penelitian Sejarah. Cet. II. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.

Abu Bakar, Zainal Abidin, Kumpulan Peraturan Perundang-undangan dalam Lingkungan Peradilan Agama, Cet. III; Akademika: 1992.

Aedy Hasan, Kubangun Rumah Tanggaku dengan Modal Akhlak Mulia. Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2008.

Andi Syahraeni, Bimbingan Keluarga Sakinah, Cet, I; Makassar: Penerbit Alauddin University Press, 2013

Munandar Soelaeman, Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar, Cet. IX; Bandung: Penerbit Refika Aditama, 2005

Mustaming, Al-Syiqaq Dalam Putusan Perkawinan di Pengadilan Agama Tanah Luwu. Cet. I; Yogyakarta: Deepublish, 2015.

Fuad Muhammad Khair Ash-Shalih, Sukses Menikah dan Berumah Tangga, Cet. I; Bandung: Penerbit Pustaka Setia,2006.

Idris Ramulyo, Mohd. Hukum Perkawinan Islam Cet. 1; Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara, 1996.

Jalil.“Aspek-aspek Islam dalam Upacara Adat Perkawinan pada Masyarakat Muslim Jawa di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polmas”.Skripsi.Dr Makassar: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin, 1987.

Kamal Mukhtar. Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. Cet. III, PT Bulan Bintang, Jakarta. 1993)

Koentjaraningrat, Sejarah Teori Antropologi, Cet I; Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1987.

Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Cet: III; Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Muhammad Shaleh Ridwan, Perkawinan Dalam Perspektif Hukum Islam Dan HukumNasional, Cet, I; Makassar: Penerbit Alauddin University Press, 2014

Munzir, Chaerul. “Tradisi Mappanre Temme”, Skripsi. Makassar: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin, 2013.

Nonci, Adat Pernikahan Masyarakat Makassar dan Tana Toraja. Makassar: CV. Aksara, 1991

Rafael Raga Maran, Manusia dan Kebudayaan: Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar Cet. III; Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Rasyid, Sulaiman, Fiqhi Islam. Cet: XVII; Jakarta: Attahiriyah, 1976.

Rismawati, “Tradisi Aggauk-gauk dalam transformasi Budaya Lokal di Kabupaten Takalar”, Skripsi.Makassar: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin, 2015.

RI., Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1995

Satori, Djam’an, dan Aaan Komariah.Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. III; Alfabeta, 2011.

Syamsuddin, Abdullah. Agama dan Masyarakat, Pendekatan Sosiologi Agama, Cet. I; Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1972

Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan, Cet. IV; Yogyakarta: Liberty 1999.

T.O. Ihroni, Pokok-Pokok Antropologi Budaya, Cet. XIV; Jakarta: yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016.

Wahid, Sugirah. Manusia Makassar. Cet III; Makassar: Pustaka Refleksi, 2010




DOI: https://doi.org/10.24252/jad.v17i118i1a4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Adabiyah is indexed by:

       MAS             

Creative Commons License

This work is licensed under BY-NC-SA

__________________________________________________________
Jurnal Adabiyah
Fakultas Adab & Humaniora UIN Alauddin
ISSN Print : 1412-6141 ISSN Online : 2548-7744

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan
Phone: (0411)841879 Fax: (0411) 8221400
Email: jurnal.adabiyah@uin-alauddin.ac.id