MUSLIMS' THOUGHTS OF NON-MUSLIMS' POLITICAL RIGHTS IN MAJORITY MUSLIM AREAS IN MAKASSAR

Usman Jafar

Abstract


Abstract

This research endeavors to build an egalitarian social order that emphasizes human equality and eradicates all forms of discrimination based on identities created by the current social system, including race, religion, ethnicity, skin color, nationality, etc. This is done because research into issues of citizen equality within Muslim political systems is an interesting part of discourse regarding national diversity and ideological issues in governance. Using an empirical approach, this study analyzes the involvement of non-Muslims in practical politics and government in Muslim-majority areas such as Makassar. The involvement of non-Muslims in practical politics is key to the creation of a democratic system of governance. This study contributes an explanation as to why the recognition of non-Muslims' political rights must not solely be viewed in terms of theory, but also in terms of normative and practical structures, as Islam promotes democratic governance in which equality, justice, and tolerance are realized well and no political discrimination is committed against citizens. Through this, the purity of Islam can remain undistorted and the gap between the practiced reality among this Muslim-majority population and fundamental Islamic teachings can be bridged.

Keywords: Muslim’s thought; political rights; non-Muslims; Makassar;

 

الملخص

يسعى هذا البحث إلى بناء نظام اجتماعي للمساواة الذى يشدد على المساواة بين البشر ويستأصل جميع أشكال التمييز على أساس الهويات التي أنشأها النظام الاجتماعي الحالي، بما في ذلك العرق والدين والعرق ولون البشرة والجنسية وما إلى ذلك. ويتم ذلك لأن البحث في قضايا تعد المساواة بين المواطنين داخل الأنظمة السياسية الإسلامية جزءًا مهمًا من الخطاب المتعلق بالتنوع الوطني والقضايا الأيديولوجية في الحكم. باستخدام منهج تجريبي، تحلل هذه الدراسة مشاركة غير المسلمين في السياسة العملية والحكومة في المناطق ذات الأغلبية المسلمة مثل ماكاسار. إن إشراك غير المسلمين في السياسة العملية هو مفتاح إنشاء نظام حكم ديمقراطي. تسهم هذه الدراسة في تفسير لماذا يجب ألا يُنظر إلى الاعتراف بالحقوق السياسية لغير المسلمين من الناحية النظرية فحسب، بل أيضًا من حيث الهياكل المعيارية والعملية، حيث أن الإسلام يشجع الحكم الديمقراطي الذي تقوم فيه المساواة والعدالة والتسامح تتحقق بشكل جيد ولا يوجد تمييز سياسي ضد المواطنين. من خلال هذا، يمكن أن تظل نقاء الإسلام غير مشوهة ويمكن سد الفجوة بين الواقع الممارس بين السكان الذين تسكنهم أغلبية مسلمة والتعاليم الإسلامية الأساسية.

الكلمات المفتاحية: فكر المسلم؛ الحقوق السياسية؛ غير المسلمين: ماكاسار:

 

Abstrak

Penelitian ini merupakan ikhtiar untuk membangun suatu tatanan masyarakat egaliter yang diderivasi dari suatu penegasan tentang kesetaraan manusia dan menghapus segala bentuk diskriminasi berdasarkan identitas-identitas yang diciptakan oleh sistem sosial, seperti, perbedaan ras, agama, suku, warna kulit, golongan, kebangsaan dan sebagainya. Sebab isu kesetaraan warga negara dalam sistem politik Islam menjadi kajian menarik dalam wacana menghadapi kemajemukan warga negara dan isu-isu ideologis dalam sebuah pemerintahan. Dengan menggunakan pendekatan empiris, studi ini menganalisis keterlibatan non-muslim dalam politik praktis pada pemerintahan yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti di Makassar.  Adanya keterlibatan non-muslim dalam politik praktis menjadi kunci dalam membangun sebuah pemerintahan yang demokratis. Secara teoritis, studi ini memberikan  penjelasan bahwa pengakuan terhadap hak-hak politik non-muslim  tidak hanya dipahami pada tataran teoritisnya, tetapi juga pada tataran normative dan praktisnya sebab Islam yang mengusung pemerintahan demokrasi yang bertumpuk pada prinsip-prinsip persamaan, keadilan dan toleransi yang menjadi tuntutan modernitas saat ini dapat berjalan dengan baik, manakala tidak melakukan diskriminasi politik terhadap warga negaranya. Sehingga kemurnian ajaran Islam tidak mengalami distorsi, tetapi kesenjangan yang ada antara realitas masyarakat Islam dengan ide dasar ajaran Islam dapat dijembatani.

Kata kunci: Peta pemikiran; hak politik; non-muslim; Makassar;


Keywords


Muslim’s thought; political rights; non-Muslims; Makassar

Full Text:

PDF

References


Abduh, Muhammad and Rasyid Ridha, Tafsir al-Qur’an al-HakimTafsir al-Manar Vol. 6, Beirut: Dar al-Ma’arifah, n.d.

Al-Gazali, Sayyid Muhammad, al-Ta’ashub wa al-Tasamuh Bain al-Masihiyyah wal-Islam, Cairo: Dar al-Kutub al-Hadisah, 1966.

Al-Maududi, Abu A’la, Islamic Law and Constitution, Lahore: Islamic Publications, 1977.

An-Na’im, Abdullah Ahmed, Islam dan Negara Sekuler: Menegosiasikan Masa Depan Syari’ah, Bandung: Mizan Pustaka, 2007.

Arkoun, Muhammad, Rethinking Islam, trans. Oleh Yudan W. Amin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

Awwas, Irfan Syuryahardi, Citra Orang Kristen di Mata Orang Islam, Jakarta: Wahdah Press, 2004.

Azra, Azymardi et al., Nilai-nilai Pluralitas dalam Islam: Bingkai Gagasan yang Berserak, Bandung: Nuansa, 2005.

Bill Dalton, Indonesia Hondbook, California: Moon Publications, 1987.

Buang, Ahmad Hidayat, Nik Yusri Musa, and Nazri Muslim. "Hubungan Etnik di Malaysia dari Perspektif Islam", Kajian Malaysia. Vol. 29 (1), 2011.

Budiardjo, Meriam, Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

Department of Religion, Directorate General for the Guidance of Islamic Organizations, Project for Improving Religious Higher Education Infrastructure and Facilities. Ensiklopedia Islam, Jakarta: Anda Utama, n.d.

Elster, Jon, Marxisme:Analisis Kritis, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2000

Gereng, Rocky, “Agama dan Negara” Paper presented at the monthly discussion forum “Mendefinisikan Indonesia; Politik Identitas dalam Koridor Demokrasi: Perspektif Komunitas Agama", held by the Tirta Foundation in collaboration with the Research Institute, UIN Alauddin Makassar, 26 December 2007

Hadikusuma, Hilman, Sejarah Hukum Adat Indonesia, Bandung: Alumni, 1978.

Hawwa, Sayyid, al-Madkhal Ila Da’wa Ikhawan al-Muslimin, s.n.., n.d.

Hussain, Syekh Syaukat, Hak-hak Asasi Manusia dalam Islam, Jakarta: Gema Insani Press, 1996.

Huwaidi, Fahmi, “Kebangkitan Islam dan Persamaan Hak Antar Warga Negara” in Kebangkitan Islam dalam Perbincangan Para Pakar, Jakarta: Gema Insani Press, 1988.

I. Doi, Abdur Rahman, Shari’ah: The Islamic Law, Kuala Lumpur: A.S. Noordeen, 2002.

Interview with Hasan bin Rasyid, spokesman for the Hisbuttahrir of Makassar, Makassar.

Iqbal, Mahathir Muhammad. "Dinamika Wacana Formalisasi Syariat dalam Politik: Ikhtiar Menemukan Relevansi Relasi Agama dan Negara Perspektif Indonesia", Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan”, vol. 22 (1), 2014.

Khallaf, Abdul al-Wahab, al-Siyasah al- Syar’iyah aw Nizham al-Dawlah al-Islamiyyah fi al-Sur’un al-Dusturiyyah wa al-Kharajiyyah wa al-Malikiyah, Cairo: Dar al-Anshar, 1977.

Kompilasi Hukum Tata Negara, Edisi Paling Lengkap, Yogyakarta: RIAK, 2007.

Kuper, Adam, and Jessica Kuper, Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000.

Madjid, Nurcholish, Islam Kemoderenan dan Keindonesiaan, Bandung: Mizan, 1987.

Mahendra, Yusril Ihza, Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam, Jakarta: Pramadina, 1999.

Marlow, Louis, Masyarakat Egalitarian, Bandung: Mizan, 1999.

Muhammad, Rusjdi Ali, Hak-hak Asasi Manusia dalam Perspektif Syari’at Islam, Jakarta: Ar-Raniry Press, 2004.

Musda, Mulia, and Anik Farida, Perempuan dan Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Ministry of Religious Affairs, Al-Qur’an and Translation Jakarta: Yayasan Penyelenggara Translator/Interpreter is the Qur’an, 1971

Qasim Ja’far, Muhammad Anis, Perempuan dan Kekuasaan: Menelusuri Hak Politik dan Persoalan Gender Dalam Islam, Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998.

Quthub, Muhammad, Salah Paham Terhadap Islam, trans. Hersri, Bandung: Pustaka Salman ITB, 1992.

Rais, M. Dhiauddin, Teori Politik Islam, Jakarta: Gema Insani, 2001.

Rosyd, Moh. "Harmoni Kehidupan Sosial Beda Agama dan Aliran di Kudus", Journal Addin, vol. 17 (1), 2015.

Rosyada, Dede, et al. Pendidikan Kewargaan (Civic Education): Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2000.

Silvita, Mary, “Presiden Non-Muslim dalam Komunitas Masyarakat Muslim”, Islamica: Journal Studi Keislaman, vol. 7 (1), 2014.

Sjadzali, Munawir, Islam dan Tatanegara: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran, first edition, Jakarta: UI Press, 1990.

Sjadzali, Munawir, “Kembali ke Piagam Madinah”, in Politik Demi Tuhan: Nasionalisme Religius di Indonesia, Bandung: Pustaka Hidaya, 1999.

Syarif, Mujar Ibnu, Presiden Non-Muslim di Negara Muslim, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2006.

Tahhan, Musthafa Muhammad, Tantangan Politik Negara Islam, Malang: Pustaka Zamzami, 2003.

Tahqiq, Nanang (ed.), Politik Islam, Jakarta: Kencana, 2004.

Thaha, Anis Malik, Tren Pluralisme Agama: Tinjauan Kritis, Jakarta: Gema Insani, 2002.

Thohari, A. Ahsin. Hak-Konstitusional dalam Hukum Tata Negara Indonesia, Jakarta: Erlangga, 2016

UUD 45 yang Sudah Diamandemen dengan Penjelasannya, Surabaya: Karya Ilmu, 2004–2005.

Van Dijk, Pieter, and Peter Baehr, Instrumen Internasional Pokok Hak-hak Asasi Manusia, second edition, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2001.

Vatein, Jean Claude, "Human Rights in Islam" in Philosophy and Public Policy, Carbondale: Southen Illinois University Press, 1980.

Wahid, Abdurrahman, “Presiden dan Agama”, in Politik Demi Tuhan: Nasionalisme Religius di Indonesia, Bandung: Pustaka Hidayat, 1999.

Yasir, Muhammad. "Makna Toleransi dalam Al-Qur’an", Jurnal Ilmu Ushuluddin,vol. 22 (2), 2014.




DOI: https://doi.org/10.24252/jad.v17i119i2a7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Adabiyah is indexed by:

       MAS             

Creative Commons License

This work is licensed under BY-NC-SA

__________________________________________________________
Jurnal Adabiyah
Fakultas Adab & Humaniora UIN Alauddin
ISSN Print : 1412-6141 ISSN Online : 2548-7744

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan
Phone: (0411)841879 Fax: (0411) 8221400
Email: jurnal.adabiyah@uin-alauddin.ac.id