Pengaruh Pemberian Biomassa Talas dengan Kadar yang Berbeda Dalam Ransum Itik Lokal (Anas Domesticus) Terhadap Produksi dan Berat Telur

Tri Purwanto, Muh Jurhadi Kadir, Nurhaedah Nurhaedah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan biomassa talas dengan level yang berbeda dalam ransum itik lokal terhadap produksi dan berat telur. Penelitian pakan alternatif daun talas menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, P0 : 100% ransum tanpa penambahan talas, sebagai  kontrol P1 : 85% ransum basal + biomassatalas 15%, P2 : 80% ransum basal + biomassa talas 20 % P3 : 75% ransum basal + biomassa talas 25 %Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi telur dan berat telur itik lokal (Anas domesticus) dengan penambahan biomassa talas pada ransum mengalami peningkatan, memberikan pengaruh yang sangat nyata. Rata-rata produksi telur tertinggi ke terendah yaitu P3 sebesar (12,86), P2 sebesar (12,46), P1 sebesar (12,06), dan P0 sebesar (11,60). Hasil Berat telur itik dari rendah ke tertinggi yaitu P2sebesar (26,04), P3 sebesar (29,13), P0 sebesar (29,14) dan P1 sebesar (29,42). Dari hasil penelitian maka diketahui bahwa perlakuan terbaik yang dapat direkomendasikan yaitu perlakuan P3 dengan (12,86) untuk produksi telur dan P1 (29,42) untuk berat telur.

Keywords


Talas (Colocasia esculenta) , Produksi Telur, Berat Telur, Itik Lokal (Anas domesticus)

References


Akbarillah, T., Kususiyah dan Hidayat. 2010. Pengaruh penggunaan daun indigofera segar sebagai suplemen pakan terhadap produksi dan warna yolk itik. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 5(1),

Latifah, R. 2007. The Increasing of Afkir Duck’s Egg Quality With Pregnant Mare’s Serum Gonadotropin (Pmsg) Hormones. The way to increase of layer duck. 4:1-8

Malik, A. dan A. Gunawan. 2008. Efek Penyuntikan Dosis Rendah Hormon Gonadotropin Terhadap Besar Telur Itik Mojosari. Fakultas Pertanian Universitas Islam Kalimantan (Uniska). Banjarmasin. Jurnal Ilmu Ternak, 8 (1), 91-94.

Oderkirk, A. 2001.The Role of Calcium Phosphorus and Vitamin D3 in Egg Shell and Bone Formation. Nova Scotia Department of Agriculture and Marketing.

Kusnandar, F., Nuraida, L., dan Palupi, N.S. 2007. Pemanfaatan talas, garut dan sukun sebagai prebiotik dan formulasi simbiotik sebagai suplemen pangan. Ilmu dan Teknologi Pangan-FATETA. Lab IPB.

National Research Council. 1994. Nutrient Requirement of Poultry. National Academy Press, Washington, D.C.

Sulaiman, A. dan Rahmatullah, S.N. 2011. Karakteristik eksterior, produksi dan kualitas telur itik alabio (Anas platyrhynchos Borneo) di sentra peternakan itik Kalimantan Selatan. Bioscientiae, 8(2), 46-61.

Suwindra.I.N. 1998. Uji tingkat protein pakan terhadap kinerja itik umur 16-40 minggu yang dipelihara intensif pada kandang tanpa dan dengan kolam. Desertasi. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Subowo. 2002. Histologi Umum. edisi ke 2. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta

Vincent, E. R. dan M. Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia I. Prinsip, Produksi dan Gizi. Edisi dua. ITB. Bandung.

Wahju, J. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan by Indexing:

         


pISSN 2355-0732
eISSN 2716-2222

 

Published by

Department of Animal Science, Faculty of Science and Technology of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. HM. Yasin Limpo 36 Samata, Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia. 92113

E-mail: jiip@uin-alauddin.ac.id

  Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License