Fermentabilitas dan Kecernaan in Vitro pada Ransum yang diberikan Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca)

Iman Hernaman

Abstract


Kulit buah pisang nangka merupakan limbah pengolahan industri pangan yang dapat digunakan sebagai sumber serat bagi ternak ruminansia. Kulit buah pisang nangka sebanyak 10, 20, 30, dan 40% digunakan dalam ransum percobaan untuk dievaluasi fermentabilitas dan kecernaannya secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan.Hasil menunjukkan bahwa kulit buah pisang nangka mempengaruhi konsentrasi asam lemak terbang dan N-NH3 serta persentase kecernaan bahan kering dan bahan organik. Konsentrasi asam lemak terbang, prosentase kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik meningkat seiring dengan penambahan kulit buah pisang nangka sampai 30%, kemudian menurun pada penggunaan 40%.  Konsentrasi N-NH3 menurun mengikuti persamaan regresi y=-0,0635X + 5,25 dengan R2 = 0,855. Kesimpulan menunjukan bahwa kulit buah pisang nangka dapat digunakan dalam ransum ternak ruminansia sebanyak 40% tanpa menganggu kecernaan.


Keywords


fermentabilitas, in vitro, kecernaan, kulit buah pisang Nangka, ruminansia

References


Akili M.S, U. Ahmad dan N.E. Suyatma. 2014. Karakteristik edible film dari pektin hasil ekstraksi kulit pisang. Jurnal Keteknikan Pertanian 26 (1) 39-46

Cahyani,R.D., L.K. Nuswantara dan A. Subrata. 2012. Pengaruh proteksi protein tepung kedelai dengan tanin daun bakau terhadap konsentrasi amonia, undegraded protein dan protein total secara in vitro. Animal Agricultural Journal, 1 (1): 159 - 166

Conway, E.J. 1957. Microdiffusion of Analysis of Assosiation Official Analitycal Chemist: Goergia Press

Gaspersz, V. 1995. Tehnik Analisis dalam Penelitian Percobaan. Transito. Bandung

Hindratiningrum, N., M. Bata dan S.A. Santosa. 2011. Produk fermentasi rumen dan produksi protein mikroba sapi lokal yang diberi pakan jerami amoniasi dan beberapa bahan pakan sumber energi. Agripet 11 (2): 29-34

Jayanegara, A., H.P.S. Makkar, dan K. Becker. 2009. Emisi metana dan fermentasi rumen in vitro ransum hay yang mengandung tanin murni pada konsentrasi rendah. Media Peternakan 32 (3): 185-195

Koten, B.B., R. Wea, R.D. Soetrisno, N. Ngadiyono, dan B. Soewignyo. 2014. Konsumsi nutrien ternak kambing yang mendapatkan hijauan hasil tumpangsari arbila (Phaseolus lunatus) dengan sorgum sebagai tanaman sela pada jarak tanam arbila dan jumlah baris sorgum yang berbeda. Jurnal Ilmu Ternak, 1 (8): 38 – 45.

Preston, T.R. and R.A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production Systtem with Available Resources in The Tropics. Penambul Books. Armidale.

Ramdani, D., I. Hernaman, A. A. Nurmeidiansyah, D. Heryadi and S. Nurachma. 2009. Potential use of banana peels waste at different ripening stages for sheep feeding on chemical, tannin, and in vitro assessments. Earth and Environmental Science 334: 1-7

Sari, M.L., A.I.M Ali, S. Sandi, dan A. Yolanda. 2015. Kualitas serat kasar, lemak kasar, dan betn terhadap lama penyimpanan wafer rumput Kumpai minyak dengan perekat karaginan. Jurnal Peternakan Sriwijaya 4 (2): 35 – 40

Saripudin, A., Shena Nurpauza, Budi Ayuningsih, Iman Hernaman, dan Ana Rochana Tarmidi. 2019. Fermentabilitas dan kecernaan ransum domba yang mengandung limbah roti secara in vitro. Jurnal Agripet 19 (2): 85-90

Smith, A.H., E. Zoetendal, and R.I. Mackie. 2005. Bacterial mechanisms to overcome inhibitory effects of dietary tannins. Microb Ecol. 50:197- 205.

Sutardi T. 1981. Pemanfaatan Limbah Perkebunan Sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Makalah Seminar Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogo. Bogor.

Tandi, E.K. 2010. Pengaruh tanin terhadap aktivitas enzim protease. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Makassar.

Tilley, J.M.A. dan R.A. Terry. 1963. A two stage technique for the in vitro digestion of the forage crops. J. Brit. Grassl. Soc. 18 (2): 104 – 106.

Tumober, J.C., A. Makalew, A.H.S Salendu, E.K.M. Endoh. 2014. Analisis keuntungan pemeliharaan ternak sapi di Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Zootek (“Zootrek” Journal) 34 (2): 18-26

University of Wisconsin. 1966. General Laboratory Procedure. Departement of Dairy Science. Medison.




DOI: https://doi.org/10.24252/jiip.v7i1.19473

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan by Indexing:

          

 

pISSN 2355-0732

eISSN 2716-2222

 

OFFICIAL ADDRESS
Department of Animal Science, Faculty of Science and Technology of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. HM. Yasin Limpo 36 Samata, Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia. 92113

E-mail: jiip@uin-alauddin.ac.id

  Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License