LOKALITAS STRUKTUR & MATERIAL KONSTRUKSI RUMAH ADAT SAPO BATTOA DESA KALUPPINI, KABUPATEN ENREKANG, SULAWESI SELATAN

Zulkarnain AS, Mutmainnah Mutmainnah

Abstract


Abstrak_ Pengaruh lingkungan dan interaksi sosial antara satu kelompok dengan yang lain menghasilkan aturan yang terwujud dalam sebuah tatanan nilai–nilai aturan budaya, tertuang dalam wujud fisik yang tentunya selalu menyesuaikan terhadap lingkungan sekitarnya. Aturan nilai budaya dalam wujud fisik menghasilkan kebiasaan atau tradisi, dalam wujud kearifan berarsitektur terhadap bagian bagian konstruksinya dalam pemanfaatan teknologi berupa peralatan, sistem sambungan dan material konstruksi setempat. Kearifan lokal inilah yang tentunya memiliki nilai tradisi dan aturan yang selalu menjaga Desa Kaluppini yang kaya akan nilai budaya, sejarah, keragaman suku dan arsitektur rumah adat tradisionalnya. Arsitektur rumah adat Sapo Battoa merupakan salah satu cerminan lokalitas yang memiliki tatanan aturan nilai budaya setempat dan memiliki nilai keseimbangan antara lingkungan dan tempat tinggalnya. Lokalitas Arsitekturnya terlihat dari struktur dan konstruksi yang ada pada setiap bagian–bagian elemen konstruksi Sappo Battoa. Objek rumah adat ini yang dijadikan objek untuk di teliti terhadap bagian–bagian elemen Lokalitas struktur dan material konstruksinya.

 Kata kunci : Struktur Konstruksi; Lokalitas; Rumah Adat Tradisional. 

 

Abstrac_The influence of environment and social interaction between one group with the other form embodied in a cultural value order, contained in a physical form that is always adapted to the surrounding environment. In the form of the wisdom of architecture to the part of its construction in the utilization of technology, equipment and construction. This local wisdom, of course, has a tradition and rules that always keep the village of Kaluppini rich in cultural values, history, ethnic diversity and architecture of traditional custom homes. The architecture of Sapo Battoa traditional house is one of the reflections of the locality that has the order of cultural rules and has a balance between the environment and the residence. Locality of Architecture seen from the structure and construction that exist in every part of construction elements of Sappo Battoa. Object of this custom house which is used as an object to be meticulously against the elements elements Lokalitas structure and construction materials.

Keywords: Construction; Locality; Traditional House.


Keywords


Struktur Konstruksi; Lokalitas; Rumah Adat Tradisional.

Full Text:

PDF

References


Bano R.M.Z, Betang A, Y, Fernandez R, Bell J, Fanggidae I, Toka E, Herewilla J., Manu A. K., Titi Ch., 1992. Laporan Studi Arsitektur Vernakuler. Universitas Widya Mandra Kupang – NTB.

Koenjtaranigrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Penerbi Rineka Cipta.

Ira mentari. 2012. Menggali Makna Arsitektur Vernakular. Lating: Journal Architecture.volume 1.

Budi Sudarwanto & Bambang Adji Murtomo. 2013. Studi Struktur dan konstruksi bangunanTradisional rumah “Pencu” di Kudus. Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia. Vol2 No.1




DOI: https://doi.org/10.24252/nature.v4i1a9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_____________________________________

SUPPORTED BY

 

INDEXED BY: See Google Scholar profile by clicking here.

               

Nature : National Academic Journal of Architecture, Department of Architecture, Faculty of Science and TechnologyAlauddin Islamic State University of Makassar is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, p-ISSN: 2302-6073, e-ISSN: 2579-4809

Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gowa, South Sulawesi, Indonesia
Phone : +6281-241-183-51, +6285-343-616-133, Post Office: 92113
Email  : jurnalnature@uin-alauddin.ac.id