Islamic Feminism from a Historical Perspective: The Thought and Struggle of Nyai Ahmad Dahlan in Women's Empowerment
Keywords:
feminisme Islam, Nyai Ahmad Dahlan, perspektif historis, pemberdayaan perempuanAbstract
Pendidikan. Dalam konteks Indonesia, salah satu tokoh penting yang merepresentasikan feminisme Islam berbasis sejarah dan praksis sosial adalah Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis feminisme Islam dalam perspektif historis melalui pemikiran dan perjuangan Nyai Ahmad Dahlan dalam pemberdayaan perempuan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis jurnal-jurnal bereputasi yang membahas feminisme Islam dan gerakan perempuan Muhammadiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminisme yang dikembangkan Nyai Ahmad Dahlan bersifat religius, moderat, dan transformasional, dengan menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama perubahan sosial. Melalui organisasi ‘Aisyiyah, ia berhasil menginstitusionalisasikan partisipasi perempuan dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Secara teoretis, pemikiran Nyai Ahmad Dahlan merepresentasikan bentuk feminisme Islam kontekstual yang menekankan kesetaraan spiritual dan tanggung jawab sosial perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa feminisme Islam di Indonesia berkembang melalui pengalaman historis dan gerakan sosial-keagamaan lokal, sehingga memberikan kontribusi penting dalam pengembangan diskursus keadilan gender dalam masyarakat Muslim kontemporer.
Downloads
References
Aldira, S. U. (2024). Siti Walidah’s thought on the concept of feminism and its relevance. Ruhama: Journal of History, 7(1), 1–12.
https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/ruhama/article/download/5418/3691
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Edisi ke-4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Departemen Agama RI. (2009). Al-Qur’an dan terjemahannya. Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema.
Fatimah, Ali, S. N., & Sari, A. P. (2025). Peran Siti Walidah dalam pemberdayaan perempuan melalui pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Sedu: Journal of Education, 5(1). http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj
Jamilatun, A. (2024). The existence of women in Islam: Studying the film Nyai Ahmad Dahlan. Edusoshum: Journal of Islamic Education and Social Humanities, 4(1), 52–58.
https://edusoshum.org/index.php/EDU/article/download/89/97
Marcoes-Natsir, L. (2025). Islamic feminist movement in Indonesia: Contemporary perspectives. Indonesian Feminist Journal, 3(1), 1–12.
https://indonesianfeministjournal.org/index.php/IFJ/article/view/1151
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasution, H. (2019). Analisis pemikiran Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan) dalam pemberdayaan perempuan. Jurnal Ihya’, 19(2), 45–53.
https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ihya/article/download/5547/2495
Saputra, K., Saputra, D. L. A., Azalia, T. Z., Ambi, Y. R., Pamungkas, W. P., Sukmawati, P., & Hidayah, A. N. (2024). Peran Nyai Ahmad Dahlan dalam pemberdayaan perempuan. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(2), 174–180.
https://doi.org/10.31959/js.v2i2.2816
Suryatama, M. A. (2024). Kesetaraan gender perspektif Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan) terhadap keluarga Islam di Indonesia. Mitsaqan Ghalizan: Jurnal Hukum Keluarga dan Pemikiran Hukum Islam, 4(2).
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Syamsiyatun, S. (2007). Muslim women’s politics in Indonesia: The case of Aisyiyah. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 45(1), 1–20.
https://aljamiah.or.id/AJIS/article/download/68/92
Syamsiyatun, S. (2022). Aisyiyah and middle path feminism in Indonesia. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 21(2), 120–135.
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/MUSAWA/article/download/3221/2130/8495
Wulandari, A., & Rahmawati, W. (2020). Representasi perempuan Jawa Siti Walidah dalam film Nyai Ahmad Dahlan. Jurnal Semiotika, 14(2), 111–223.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.











