Nilai Keadilan dalam Syariat Poligami

  • sippah chotban Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)

Abstract

Syariat poligami seperti halnya syariat Islam lainnya mengandung nilai keadilan untuk mendatangkan kemaslahatan bagi umat Islam itu sendiri. Allah swt menjadikan keadilan sebagai dasar dalam konstruksi hukum, baik yang bersifat privat maupun publik. Poligami sebagai syariat yang secara khusus berkaitan dengan subsistem hukum kekeluargaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan daruriyat manusia, menjaga agama (hifsh ad-diin), jiwa (hifzh annafs) dan keturunan (hifzh an-nasl). Kehadiran syariat poligami dalam konteks demikian merupakan manifestasi (dari) keadilan syariat Islam untuk memberikan dan mewujudkan kemaslahatan bagi umat Islam

References

Ainiyah, Qurrotul. Keadilan gender dalam Islam: Konvensi PBB dalam Perspektif Mazhab Syafi’i. Malang: Kelompok Lintas Publishing, 2015.

B., Halimah. Perempuan dalam tafsir Modern: Kajian Tafsir at-Tahrir wa al-Tanwir Karya Muhammad Tahir Ibnu Asyur. Cet. I; Makassar, Alauddin University Press, 2013.

Depertemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. Cet. I; Semarang: Toha Putra, 1989.

Direktoral Pembinaan Badan Peradilan Agama Depertemen Agama, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. t.t.p: t.p, 1991/1992.

Erwin, Muhammad. Filsafat Hukum: Refleksi Kritis Terhadap Hukum. Edisi I. Cet. II; Jakarta: Rajawali Press, 2012.

Maloko, M. Thahir. Poligami dalam Pandangan Orientalis dan Perspektif Hukum Islam. Cet. I; Makassar: Alauddin University Press, 2011.

Muhammad ibn Idris al-Syafi’i, Al-Umm. Vol V. Bairut: dar al-Fikr, 1990.

Mulia, Siti Musdah. Muslimah Sejati: Menenmpuh Jalan Islami Meraih Ridha Ilahi. Cet. I; Bandung: Marja, 2011.

Published
2017-08-03
How to Cite
chotban, sippah. (2017). Nilai Keadilan dalam Syariat Poligami. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 4(1), 173-184. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v4i1.5754
Section
Artikel
Abstract viewed = 304 times