Kedudukan Lembaga Fatwa dalam Fikih Kontemporer

  • Supardin Supardin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    (ID)

Abstract

Fatwa yang dikeluarkan oleh MUI sebagai suatu keputusan tentang masalah ijtihadiyah yang terjadi di Indonesia. Fatwa itu dijadikan sebagai pegangan atau dasar hukum terhadap pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia. Persoalan-persoalan hukum Islam itu bukan hanya masalah ibadah, tetapi juga menyangkut persoalan lain seperti mu’amalah. Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa banyak kasus yang dihadapi oleh umat Islam yang memerlukan jawaban dari lembaga yang berwewenang. Adanya lembaga resmi seperti MUI, umat Islam tidak kehilangan arah untuk meminta fatwa menyangkut hukum Islam kontemporer.

The fatwa issued by the MUI as a decision on the issue of ijtihadiyah occurred in Indonesia. The fatwa is used as a basis or legal basis for the implementation of Muslim worship in Indonesia. The issues of Islamic law are not only a matter of worship but also involve other issues such as trade relations. An undeniable fact is that many cases faced by Muslims need answers from authorized institutions. The existence of official institutions such as the MUI, Muslims do not lose direction to ask for a fatwa concerning contemporary Islamic law

References

Al-Qur’an.

Abdurrahman, H. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Cet. III; Jakarta: CV Akademika Pressindo, 2001.

Dahlan, Abdul Azis et al. Ensiklopedi Hukum Islam. Jilid I. Cet. V; Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 2001.

Departemen Agama. Kepmen Agama Nomor 154 tahun 1991 tentang Pelaksanaan Inpres Nomor 1 tahun 1991 tanggal 10 Juni 1991.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi III. Cet I; Jakarta: Balai Pustaka, 2001.

Garrey, Mathrew W. Obstetric Illustred (London: Churchill Livingstone, 1989.

Harahap, M. Yahya. Kedudukan, Kewenangan, dan Acara Peradilan Agama: Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989. Jakarta: Pustaka Kartini, 1993.

Internet. http://id.wikipedia.org/wiki/fatwa.

Majelis Ulama Indonesia. Keputusan Musyawarah Nasional II MUI-

Majalah Mimbar Ulama Nomor 171 tahun XVI April 1992. Jakarta: Sekretariat MUI, 1992.

Maksum, Amir. Pemahaman Tajdid dalam Muhammdiyah. Yogyakarta: Bina Utama, 2002.

M.T., Arifin. Muhammadiyah Potret yang Berubah. Cet. I; Surakarta: IGPFB, 1990.

Nasution, Harun. “Ijtihad Sumber Ketiga Ajaran Islam” dalam Jalaluddin Rahmat, Ijtihad dalam Sorotan. Bandung: Mizan 1991.

Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Ahkamul Fuqaha. Juz I. Semarang: CV Toha Putra, t.th.

Pimpinan Pusat Majelis Tarjih Muhammadiyah. Membina Keluarga Sejahtera. Yogyakarta: Persatuan, t.th.

Republik Indonesia. Inpres Nomor 1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Shihab, M. Quraish. Fatwa-fatwa M. Quraish Shihab. Cet. II; Bandung: Mizan, 2001.

Surat Keputusan MUI Nomor Kep.925/XI/1990, tanggal 26 November 1990, tentang Inseminasi Buatan.

Yunus, Mahmud. Kamus Arab – Indonesia.Jakarta: PT Hidakarya Agung, 1990.

Zaid, Musafa. Al-Maslahat fi al-Tasyri’ al-Islami wa Najmu al- Din al- Tufi. t.tp.: Dar al-Fikr, 1964.

Published
2018-12-21
How to Cite
Supardin, S. (2018). Kedudukan Lembaga Fatwa dalam Fikih Kontemporer. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 5(2), 249-258. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v5i2.7106
Section
Artikel
Abstract viewed = 1073 times