Hubungan Penggunaan Pantyliner, Cuci Vagina, dan Personal Hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Wanita Usia Subur Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.24252/alami.v10i2.65854Kata Kunci:
Vaginal discharge, Pantyliner, Vaginal washing, Personal hygieneAbstrak
Anatomi vagina yang memiliki uretra berukuran lebih pendek dan lurus daripada uretra pria menyebabkan kondisi vagina lebih terbuka dan mudah lembap sehingga menjadi salah satu faktor vagina lebih rentan terhadap infeksi. Infeksi yang sering terjadi pada organ genitalia biasanya ditandai dengan adanya keputihan. Kebiasaan buruk wanita sering kali dikaitkan dengan berbagai macam penyakit infeksi yang dideritanya, seperti kesalahan penggunaan pantyliner, cuci vagina, serta personal hygiene yang buruk. Penelitian ini mengkaji hubungan penggunaan pantyliner, cuci vagina, dan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur tahun 2024 dengan menggunakan kuesioner guna menilai perilaku responden terkait kejadian keputihan. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada panti pijat dan spa di Kota Makassar ini melibatkan 70 wanita usia subur yang bekerja sebagai terapis. Data yang didapatkan melalui kuesioner dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan pantyliner (p0.008), cuci vagina (p0.002), dan personal hygiene (p0.049) dengan kejadian keputihan. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan pantyliner, cuci vagina, dan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur tahun 2024.
Kata kunci: Keputihan, Pantyliner, Cuci vagina, Personal hygiene
Referensi
1. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Profil wanita usia subur (WUS) Indonesia [Internet]. Jakarta: BKKBN; 2017.
2. Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. 9th ed. Jakarta: EGC; 2023.
3. World Health Organization. Infeksi menular seksual (IMS). 2024.
4. Sherrard J, Wilson J, Donders G, Mendling W, Jensen JS. 2023 update to 2018 European (IUSTI/WHO) guideline on the management of vaginal discharge. International journal of STD & AIDS. 2023 Sep;34(10):745.
5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mari mengenal keputihan pada wanita [Internet]. 2024 Apr 18 [cited 2024 Jul 4]. Available from: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3296/mari-mengenal-keputihan-pada-wanita
6. Ayu Viralestari I, Made Egar Adhiestiani N, Gusti Agung Manik Karuniadi I. Hubungan penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2024 Oct;6(5):1905-18
7. Sari DM, Riski M, Indriani PLN. Hubungan penggunaan panty liner, cairan pembersih vagina dan personal hygiene dengan keputihan (flour albus). Jurnal ‘Aisyiyah Medika. 2022 Aug;7(2). doi:https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.868
8. Kistina EY, Afridah W. Literature review: kebiasaan penggunaan pantyliner pada remaja putri yang mengalami keputihan. Biograph-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic. 2021 Mar 29;1(1):1. doi:10.19184/biograph-i.v1i1.23627
9. Nur Cholifah RD, Kusumawardhani PA, Azizah N. The use of antiseptic soap with vaginal discharge. Jurnal Kebidanan Midwiferia. 2021 Oct 4;7(2):85–92. doi:10.21070/midwiferia.v7i2.1320
10. Prianti AT, Khatimah H, Trianigsih Y. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian flour albus pada ibu hamil. Journal of Midwifery Science and Women’s Health. 2021;1(2). doi:10.36082/jmswh.v1i2.246
11. Putri KP, Sagitarini PN, Wahyunadi NM. Hubungan Perilaku Personal Hygiene dengan Terjadinya Keputihan di SMP Negeri 10 Denpasar. Jurnal Kesehatan Medika Udayana. 2023 Oct 31;9(02):193-202.
12. Wardani K, Irmayani I, Sundayani L. Faktor yang mempengaruhi kejadian keputihan pada wanita usia subur pekerja batu apung. Midwifery Student Journal (MS Jou). 2022 Oct 25;1(1):1-4.
13. Mangande J, Lahade J. Kualitas pernikahan dan status kesehatan mental pada perempuan yang menikah usia dini 1. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia. 2021 Mar 28;9(2):293-310.
14. Laksmi MH, Puspawati NM, Stephanie A, Hariwangsa PG. Personal hygiene genitalia wanita. Intisari Sains Medis. 2022 Sep 19;13(3):542-6.
15. Wireko S, Ofosu M, Agyemang F, Dankluvi HE, Cobbina AE. Vaginal douching and health risks among young women. Health science reports. 2024 Feb;7(2):e1882.
16. Prawirohardjo S. Ilmu kandungan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2011.
17. Fitriyya M, Hidayah N. Mencegah Keputihan Pada Wanita Dengan Personal Hygine. Surakarta: Yuma Pustaka. 2021.
18. Putri NA, Budiarso LS. Hubungan penggunaan pantyliner dengan kejadian fluor albus pada mahasiswi Universitas X di Jakarta. Tarumanagara Medical Journal. 2021 Apr 30;3(1):118-23.
19. Silvia E, Aryunisari CG, Syafei M, Amalia F. Hubungan vaginal douching dengan kejadian kandidiasis vaginalis pada pasien hiv/aids di rsud dr. H. Abdul moeloek provinsi lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2023 Nov 12;10(10):3063-72.
20. Acyeanir N, Darwis D, Mappeboki S. Hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan. 2021 Oct 30;1(3):387-92.
21. Hanifah H, Herdiana H, Jayatni I. Hubungan Personal Hygiene, Aktivitas Fisik Dan Tingkat Stres Terhadap Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Kelas Xii Di Sma Darussalam Kabupaten Garut Tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah. 2023 Oct 14;2(10):4318-31.
22. Sukmawati, Nugrahaningtyas Wahjuni Utami J, Astuti T. Literature review: Personal hygiene genitalia and adolescent reproductive health. Science Midwifery. 2025 Apr;13(1):9-18.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Andi Irhamnia Sakinah, Henny Fauziah, Halimah Sa’diyah, Siti Aisyah Kara, Annisa Syafa Maulida

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are: granted to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship. permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work. continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





1.png)


1.png)


.png)
.png)
