Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Ransum Ternak Itik Mojosari (Anas platyrhynchos) dengan Penambahan Tepung Daun Talas (Colocasia esculenta L)

Content of Crude Protein and Crude Fiber Rations Mojosari Ducks (Anas platyrhynchos) with the Addition of Leaf Flour Talas (Colocasia esculenta L.)

Penulis

  • Intan Dwi Novieta Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Musafir Wana Putera Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Munir Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Fitriani Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

DOI:

https://doi.org/10.24252/anoa.v2i1.35827

Kata Kunci:

Protein Kasar, Serat Kasar, Tepung Daun Talas, Itik Mojosari

Abstrak

Salah satu bahan pakan alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan serat kasar pada ransum yaitu daun talas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan serat kasar dalam pakan sehingga dapat digunakan sebagai bahan nutrisi pakan untuk ternak khususnya untuk ternak itik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan yang diterapkan yaitu, P0: Tanpa Perlakuan, P1: Pakan campuran + 1% tepung daun talas, P2: Pakan campuran + 2% tepung daun talas, dan P3: Pakan campuran + 3% tepung daun talas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 3 merupakan perlakuan terbaik karena kandungan protein yang tinggi yaitu 13,79% dan kandungan serat kasar yg terendah yaitu 11,34%, maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar kapasitas penambahan tepung daun talas akan meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan serat kasar pada ransum ternak itik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Argo, L. B., Tristiarti & I. M.Mangisah. (2013). Kualitas fisik telur ayam arab petelur fase I dengan berbagai level Azolla Microphylla. Animal Agriculture Journal, 2 (1): 445-457.
Daryanto (2019). Menyususn pakan/ ransum ternak itik, mentari lokalita. Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluh dan Pengembangan Pertanian (BP3) Tunggang. Kab. Lebong. Http://cybex.Pertanian.go.id/1/materi penyuluh/diakses tanggal 5 Nov 2021.
Fitriani & H. Asyari (2017). Kandungan protein kasar dan serat kasar pakan komplit berbasis tongkol jagung dengan penambahan Azolla sebagai pakan ruminansia. Jurnal Galung Tropika. Vol.6 No.1.
Gasper. (1981). Total quality management. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hermayanti, Yeni, & G . Eli. (2006). Modul analisa proksimat. Padang: SMAK 3 Padang.
Khairany N., Idiawati N., Wibowo, M.A. (2015). Analisis sifat fisik dan kimia gel esktrak etanol daun talas (Colocasia esculenta (L.) Schott). JKK, Vol. 4, no. 2, pp. 81–88.
Masrizal (2015). Kebutuhan energi, lemak dan protein dalam pematangan induk ikan gurami (Osphronemus goramy Lac). Disertasi. Program Pascasarjana. Universitas Andalas.
Pamungkas, W. (2011). Teknologi fermentasi alternatif solusi dalam upaya pemanfaatan bahan pakan lokal. J. Media Akuakultur 6(1): 43-48.
Darmayanti, R. W. (2016) Kandungan protein kasar dan serat kasar pada tepung daunt alas yang difermentasi dengan probiotik sebagai bahan pakan ikan. Skripsi. Universitas Airlangga.
Suprijatna, Kismiati E. S. & Furi. N.R. (2008). Penampilan produksi dan kualitas telur pada puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) yang memperoleh pakan protein rendah disuplementasi enzim komersial. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 33(1):66-71.
Standar Nasional Indonesia (2017). Pakan Itik petelur dan masa produksi (duck layer).
Wizna & E. Mahata (1999). Penentuan batas maksimal serat kasar dalam ransum sehubungan pemanfaatan pakan berserat kasar tinggi terhadap pertumbuhan itik pitalah. Jurnal Peternakan dan Lingkungan. Vol 5 (1): 21-26. ISSN 0852-4092.
Yeap S.K., Ho, W.Y., Beh, K.B. Liang, W.S., Ky, H., Yousr, A.H.N., & Alitheen, B. N. (2010). Ethnomedical used green vegetables with multiple bio-activities. J. Med. Plants Res. Vol. 4 (25): 2787–2812.
Wei, L.S, Wee, W., Siong, J. Y. F., & Syamsumir D.F. (2011). Antimicrobial, antioxidant, anticancer property and chemical composition of different parts (corm, stem and leave) of colocasia esculenta extract. Annales Universitatis Mariae Curie – Sklodowska Lublin – Polonia. XXIV (23). 9-16.
Zulfanita, E.M., Roisu, & Utami. D.P. (2011). Pembatasan ransum berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan ayam broiler pada periode pertumbuhan. Jurnal ilmu-ilmu pertanian. Vol. 7 (1): 9-60.
Zasmeli, Suhaemi & Jefri P.N. (2019) Kadar kolesterol dan kualitas telur itik lokal menggunakan tangkai dan daun talas liar dalam ransum. Journal of Livestock and Animal Health. Vol. 2 (1).

Diterbitkan

2023-02-28

Cara Mengutip

Novieta, I. D., Putera, M. W., Munir, & Fitriani. (2023). Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Ransum Ternak Itik Mojosari (Anas platyrhynchos) dengan Penambahan Tepung Daun Talas (Colocasia esculenta L): Content of Crude Protein and Crude Fiber Rations Mojosari Ducks (Anas platyrhynchos) with the Addition of Leaf Flour Talas (Colocasia esculenta L.). Anoa: Journal of Animal Husbandry, 2(1), 49–55. https://doi.org/10.24252/anoa.v2i1.35827

Terbitan

Bagian

Artikel