Pengaruh Sudut Putar Telur Terhadap Performa Telur Tetas Itik Cihateup

Penulis

  • Siti Mawaddah Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Gilang Ayuningtyas Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Libbi Azhafif Gunawan Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Aditya Pratama Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Rizkika Khalijah Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Adithya Ramadhani Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Dinni Nurullita Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Ajeng Dzakira Sekar Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Sandra Resta Margareth Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Mahardika Rais Jatmiko Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi, IPB University

DOI:

https://doi.org/10.24252/anoa.v4i2.60420

Kata Kunci:

Daya tetas, Fertilitas, Itik Cihateup, Mortalitas

Abstrak

Salah satu usaha untuk mengurangi kegagalan penetasan adalah dengan mengatur sudut pemutaran telur yang tepat selama inkubasi di mesin tetas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sudut pemutaran telur 90° (otomatis) dan 180° (manual) terhadap fertilitas, daya tetas, mortalitas, dan bobot tetas pada telur itik Cihateup. Kegiatan penelitian dilakukan di laboratorium penetasan Sekolah Vokasi IPB University dengan menggunakan 70 butir telur itik yang dibagi ke dalam dua perlakuan: P1 (pemutaran otomatis dengan sudut putar 90°) dan P2 (pemutaran manual dengan sudut putar 180°). Data dianalisis menggunakan Uji T untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat fertilitas dan bobot tetas antara kedua perlakuan (P>0,05). Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh manajemen pada mesin tetas seperti pengaturan suhu, kelembapan dan sudut putar tidak berpengaruh terhadap dua faktor tersebut. Namun, mortalitas dan daya tetas menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05). Perlakuan pemutaran manual 180° menghasilkan daya tetas lebih tinggi (52,38%) dan mortalitas lebih rendah (47,62%) dibandingkan pemutaran otomatis 90° dengan daya tetas 21,43% dan mortalitas 78,57%. Hasil ini menunjukkan bahwa sudut pemutaran 180° lebih optimal dalam mendukung perkembangan embrio dan meningkatkan keberhasilan penetasan telur itik. Disarankan penggunaan pemutaran telur 180° pada mesin tetas untuk meningkatkan performa penetasan itik Cihateup.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abd El-Hack, M. E., C. B. Hurtado, D. M. Toro, M. Alawanyi, E. M. Abdelfattah, and S. S. Elnesr. 2019. Fertility and hatchability in duck eggs. Worlds Poult. Sci. J. 75:1-9. Doi: 10.1017/S0043933919000060.

A. M. King’ori, “Review of the factors that influence egg fertility and hatchabilty in poultry,” Int. J. Poult. Sci., vol. 10, no. 6, pp. 483–492, 2011.

Dudi. 2007. Identifikasi Sifat Kuantitatif Itik Cihateup sebagai Sumberdaya Genetik Unggas Lokal (Identification of quantitative traits of Cihateup ducks as local genetic resourses). Jurnal Ilmu Ternak, Juni 2007, Vol. 7 No. 1, 39 – 42

Deeming, D. C. 2002. "Patterns and Significance of Egg Turning in Birds and Reptiles." Avian and Poultry Biology Reviews, 13(1), 25-40.

Lasmini A, Heriyati E. 1992. Pengaruh berat telur terhadap fertilitas, daya tetas dan berat tetas DOD Pengelolaan dan Komunikasi Hasil-hasil Penelitian Unggas dan Aneka Ternak. Balai Penelitian Ternak Ciawi; 1992 Feb 20-22; Bogor, Indonesia. Bogor (ID): 35-37

Lukman L, Syamsuryadi B, Mutmainna I. 2020. Frekuensi Pemutaran Telur Terhadap Nilai Mortalitas, Daya Tetas Dan Bobot Tetas Telur Puyuh. Agrominansia. Vol 5(1): 89-97.

Razmyar J, & Zamani AH. 2016. An Outbreak of Yolk Sac Infection and Dead-in- shell Mortality in Common Canary (Serinus canaria) caused by Klebsiella pneumoniae. Iranian journal of veterinary research. Vol 17(2): 141.

Sadiah IN. 2015. Mortalitas Embrio dan Daya Tetas Itik Lokal (Anas sp.) Berdasarkan Pola Pengaturan Temperatur Mesin Tetas. Students e- Journal. Vol 4(3).

Sermalia, N. P., Arifin, M., & Sihite, M. 2021. Pengaruh letak telur pada mesin tetas terhadap persentase susut bobot telur, daya tetas dan bobot tetas DOC (day old chick). In Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian (Vol. 2, No. 1, pp. 151-164).

Soeparno, R.A. Rihastuti, Indratiningsih, Suharjono Triatmojo. 2017. Cetakan ke II. Dasar Teknologi Hasil Ternak. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Steel RG, Torrie JH. 1995. Principles and Procedures of Statistics: A Biometerial Approach. Ed ke-2. New York (US): Mc Graw-Hill.

Sutanto, E., Al Kurnia, D., & Aspriati, D. W. 2019. Pengaruh kualitas fisik (bobot dan bentuk) telur itik super peking putih (SP2-F1) terhadap fertilitas, daya tetas dan bobot tetas. Jurnal Ternak, 10(1), 26.

Widyastuti R, Garnida D, Kartana AR, Hiroyuki A. 2018. Prevalensi Malposisi pada Embrio Itik Lokal Jawa Barat yang Ditetaskan dengan Sudut dan Frekuensi Pemutaran Berbeda. ARSHI Veterinary Letters. Vol 2(4): 65-66.

Wirajaya, M. R., Abdussamad, S., & Nasibu, I. Z. 2020. Rancang bangun mesin penetas telur otomatis menggunakan mikrokontroler arduino uno. Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering, 2(1), 24-29.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-13

Cara Mengutip

Mawaddah, S., Ayuningtyas, G., Gunawan, L. A., Pratama, A., Khalijah, R., Ramadhani, A., … Jatmiko, M. R. (2025). Pengaruh Sudut Putar Telur Terhadap Performa Telur Tetas Itik Cihateup. Anoa: Journal of Animal Husbandry, 4(2), 109–114. https://doi.org/10.24252/anoa.v4i2.60420

Terbitan

Bagian

Artikel