STRATEGI PEMASARAN KERUPUK UDANG INDUSTRI RUMAHAN DI KECAMATAN NIPAH PANJANG

Authors

  • Nur Asyani Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Maulana Yusuf Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Ahmad Syukron Prasaja Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i2.64443

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemasaran kerupuk udang industri rumahan di Kecamatan Nipah Panjang dengan pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) syariah. Industri kerupuk udang di daerah pesisir ini memiliki potensi besar, namun menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan bisnis yang ketat, minimnya inovasi produk, keterbatasan akses pasar, serta kurangnya pemahaman dan penerapan prinsip pemasaran syariah. Oleh karena itu, penelitian ini membatasi ruang lingkup kajian pada strategi pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha rumah tangga di sektor kerupuk udang, dan bagaimana strategi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan prinsip syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Desa Nelayan 1, Kecamatan Nipah Panjang, yang merupakan salah satu sentra produksi kerupuk udang di wilayah tersebut. Fokus utama adalah pada cara pelaku UMKM memasarkan produknya, faktor-faktor pendukung dan penghambat pemasaran, serta potensi pengembangan strategi pemasaran yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku UMKM masih bersifat konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut, penjualan langsung di lokasi produksi, dan jaringan pelanggan tetap. Meskipun sederhana, strategi ini cukup efektif menjangkau pasar lokal dan wisatawan yang datang ke kawasan pesisir. Namun, keterbatasan dalam inovasi produk, kemasan, label, serta minimnya pemanfaatan media digital menjadi hambatan dalam memperluas pangsa pasar. Selain itu, kualitas produk yang konsisten, pelayanan jujur, serta keaslian bahan baku menjadi faktor kunci dalam menjaga loyalitas konsumen dan daya saing usaha. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian pelaku usaha mulai menyadari pentingnya menerapkan nilai-nilai syariah dalam praktik bisnis mereka, seperti kejujuran dalam timbangan dan harga yang wajar. Oleh karena itu, penguatan strategi pemasaran berbasis syariah yang mengedepankan nilai keadilan, kejujuran, dan keberkahan dapat menjadi solusi dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku UMKM dan pemerintah daerah dalam merancang program pendampingan dan pelatihan pemasaran berbasis syariah yang lebih tepat sasaran.

Keywords: strategi pemasaran, kerupuk udang, industri rumahan, syariah, Nipah Panjang, UMKM.

 

Abstract

This study aims to examine the marketing strategies of home-based shrimp cracker industries in Nipah Panjang Subdistrict using a sharia marketing mix approach. The shrimp cracker industry in this coastal area has great potential but faces various challenges, such as intense business competition, limited product innovation, restricted market access, and a lack of understanding and application of sharia-compliant marketing principles. Therefore, this research focuses on analyzing the marketing strategies employed by household-scale businesses in the shrimp cracker sector and how these strategies can be developed sustainably within the framework of Islamic values.This research uses a qualitative descriptive method, with data collected through direct observation, indepth interviews, and documentation in the field. The study was conducted in Desa Nelayan 1, Nipah Panjang Subdistrict, one of the major shrimp cracker production centers in the area. The main focus is on how small business actors market their products, the supporting and inhibiting factors in the marketing process, and the potential for developing marketing strategies aligned with Islamic principles.The results of the study indicate that the marketing strategies used by local SMEs are still conventional, such as word-of-mouth promotion, direct sales at production sites, and relying on loyal customer networks. Although simple, these strategies have proven effective in reaching local markets and tourists visiting the coastal area. However, the lack of innovation in packaging, labeling, and branding, as well as limited use of digital marketing platforms, pose significant barriers to expanding the market reach. On the other hand, consistent product quality, honest service, and the authenticity of raw materials are key factors in maintaining customer loyalty and business competitiveness.The study also finds that some business actors are beginning to recognize the importance of applying sharia principles in their business practices, such as honesty in product weight and fair pricing. Therefore, strengthening sharia-based marketing strategies that emphasize justice, honesty, and blessings can be a solution for sustainable business development. This research is expected to provide input for SMEs and local governments in designing more targeted assistance and training programs on sharia-based marketing.

Kata Kunci: marketing strategy, shrimp crackers, home industry, sharia, Nipah Panjang, SMEs.

Downloads

Published

2026-01-29

Issue

Section

Volume 7 Nomor 2 Januari 2026