PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAM PADA PEDAGANG BENSIN ECERAN DI NABIRE: STUDI KASUS KEJUJURAN DALAM MENAKAR TRANSAKSI
DOI:
https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i3.66434Abstract
Abstrak
Perdagangan bensin eceran merupakan fenomena yang berkembang di berbagai daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap distribusi bahan bakar resmi. Kondisi tersebut juga terjadi di Nabire, di mana sebagian masyarakat memperoleh bahan bakar melalui pedagang bensin eceran sebagai alternatif terhadap layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang dikelola oleh Pertamina. Praktik perdagangan ini umumnya menggunakan wadah botol kaca atau botol plastik sebagai alat takar, yang dalam beberapa kasus tidak memiliki standar pengukuran yang pasti. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi nilai kejujuran dalam transaksi, khususnya dalam perspektif etika bisnis Islam yang menekankan ketepatan takaran sebagai bagian dari keadilan dalam muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik penakaran bensin eceran serta implementasi nilai kejujuran dalam transaksi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pedagang bensin eceran serta konsumen yang terlibat dalam aktivitas perdagangan di Nabire. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan yang memiliki pengalaman langsung dalam praktik perdagangan tersebut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola praktik perdagangan, persepsi pedagang mengenai ukuran takaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi penerapan nilai etika bisnis Islam dalam transaksi bahan bakar eceran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penakaran bensin eceran umumnya menggunakan wadah botol bekas yang dijadikan sebagai standar ukuran tidak tertulis dalam transaksi. Kapasitas wadah yang digunakan tidak selalu sesuai dengan ukuran liter formal, namun pedagang cenderung menjaga konsistensi pengisian wadah hingga penuh sebagai bentuk upaya mempertahankan kepercayaan pelanggan. Kejujuran dalam praktik perdagangan lebih sering dipahami sebagai konsistensi dalam penggunaan wadah yang sama serta keterbukaan dalam interaksi dengan konsumen.Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi etika bisnis Islam dalam perdagangan bensin eceran dipengaruhi oleh interaksi antara nilai religius, kebiasaan pasar, serta kondisi struktural yang berkaitan dengan akses terhadap distribusi bahan bakar dan ketersediaan alat ukur standar. Hasil kajian ini memberikan implikasi bagi pengembangan literatur ekonomi Islam pada sektor perdagangan mikro, khususnya dalam memahami dinamika penerapan nilai kejujuran dalam konteks pasar informal.
Kata Kunci: Etika Bisnis Islam, Kejujuran, Takaran, Pedagang Bensin Eceran, Nabire.
Abstract
Retail gasoline trade is a growing phenomenon in various regions that have limited access to official fuel distribution. This condition also occurs in Nabire, where some people get fuel through retail gasoline traders as an alternative to the Public Filling Station service managed by Pertamina. This trade practice generally uses glass bottle containers or plastic bottles as measuring tools, which in some cases do not have a definite measurement standard. This situation raises questions about the implementation of the value of honesty in transactions, especially in the perspective of Islamic business ethics which emphasizes the accuracy of measurements as part of justice in muamalah. This study uses a qualitative approach with a case study design to analyze retail gasoline packaging practices and the implementation of honesty values in transactions. Data was collected through field observations and in-depth interviews with retail gasoline traders as well as consumers involved in trading activities in Nabire. The purposive sampling technique is used to determine informants who have direct experience in such trading practices. The data obtained was analyzed using thematic analysis to identify trading practice patterns, traders' perceptions of the size of the dose, as well as factors that affect the application of Islamic business ethical values in retail fuel transactions. The results of the study show that the practice of retail gasoline packaging generally uses used bottle containers which are used as the standard of unwritten measurements in transactions. The capacity of the containers used is not always in accordance with the size of the formal liters, but traders tend to maintain the consistency of filling the containers to the full as a form of effort to maintain customer trust. Honesty in trading practices is more often understood as consistency in the use of the same containers as well as openness in interactions with consumers. The findings of the study show that the implementation of Islamic business ethics in retail gasoline trade is influenced by the interaction between religious values, market habits, as well as structural conditions related to access to fuel distribution and the availability of standardized measuring instruments. The results of this study provide implications for the development of Islamic economic literature in the micro-trade sector, especially in understanding the dynamics of the application of honesty values in the context of informal markets.
Keywords: Islamic Business Ethics, Honesty, Metering, Retail Gasoline Traders, Nabire.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rawi Allan Iriandi, Ramelan Tahanina, Juanda Zulqadri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Once an article was published in the journal, the author(s) are:
- to retain copyright and grant to the journal right licensed under Creative Commons License Attribution that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship.
- permitted to publish their work online in third parties as it can lead wider dissemination of the work, with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- continue to be the copyright owner and allow the journal to publish the article with the CC BY-NC-SA license
- receiving a DOI (Digital Object Identifier) of the work.





