Tinjuan Hukum Islam Tentang Jual Beli Cengkeh Hasil Melise' (Studi Kasus di Desa Manyamba Kec. Tammerodo Sendana Kab. Majene)

Penulis

  • Andi Intan Cahyani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Sri Inriani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i4.39974

Abstrak

Praktik jual beli cengkeh yang terjadi di desa Manyamba Kecamatan Tammerodo Sendana Kabupaten Majene dilakukan dari hasil Melise’. Kegiatan Melise’ merupakan kebiasaan yang dilakukan masyarakat desa Manyamba pada saat musim cengkeh tiba. Dimana, mereka pergi ke kebun milik orang lain dan memungut cengkeh yang sudah jatuh ketanah kemudian dikeringkan dan dijual kepada pembeli setempat. Praktik melise’  ini dilakukan tanpa adanya persetujuan dari pemilik pohon cengkeh dan hasilnya pun di nikmatinya sendiri tidak dibagi kepada pemilik pohon cengkeh. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi sengketa dikemudian hari.Rumusan masalah dalam yaitu : Bagaimana praktik melise’ di Desa Manyamba Kec. Tammerodo Sendana Kab. Majene dan Bagaiamana pandangan hukum Islam tentang jual beli cengkeh hasil melise’ di Desa manyamba Kec. Tammerodo Sendana Kab. Majene. Penelitian ini bersifat tinjauan lapangan (field research) dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Jual beli cengkeh hasil melise’ di Desa Manyamba Kec. Tammerodo Sendana Kab. Majene sesuai dengan kondisi apabila pemilik merelakan maka jual belinya sah dan hasilnya halal, namum jika pemilik tidak rela maka jual belinya tidak sah dan hasilnya haram begitupun dengan hasil mengambil cengkeh yang masih berada diatas pohon tentunya jual belinya tidak sah begitupun dengan hasilnya haram untuk dimanfaatkan karena kegiatan ini sama saja dengan tindakan pencurian.

Kata Kunci: Hukum Islam, Jual Beli, Melise’

Diterbitkan

2026-07-16

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 4 Juli 2026