STUDI KOMPARATIF METODE ISTINBATH MAZHAB SYAFI'I DAN HANAFI DALAM MASALAH MUAMALAH KONTEMPORER

Penulis

  • Lutfi Chakim Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Naila Humnati Rosyidah Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Syahidah Asma Amanina Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Hariirotus Sa’diyyah Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Siyono Universitas Islam Negeri Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i2.63307

Abstrak

Perkembangan muamalah kontemporer memunculkan bentuk transaksi baru yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam metodologi fikih klasik, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana metode istinbath Mazhab Syafi’i dan Hanafi dapat digunakan untuk menjawab problem ekonomi modern. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan metode istinbath kedua mazhab serta menilai relevansinya dalam isu kontemporer seperti transaksi digital, akad daring, dan aset digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan melalui analisis komparatif terhadap literatur ushul fikih klasik dan kajian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mazhab sama-sama berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, dan qiyas, dengan Mazhab Syafi’i yang lebih tekstual dan ketat, sementara Mazhab Hanafi lebih rasional dan fleksibel melalui penerapan istihsan dan ‘urf. Perbedaan ini menghasilkan variasi penetapan hukum pada kasus digital seperti e-wallet, jual beli online, dan cryptocurrency. Penelitian ini menyarankan integrasi antara kehati-hatian metodologis Syafi’i dan fleksibilitas Hanafi sebagai dasar perumusan hukum muamalah modern yang adaptif serta sesuai prinsip syariah.

Diterbitkan

2026-01-30

Terbitan

Bagian

Volume 7 Nomor 2 Januari 2026