Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Belajar Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Alauddin Makassar

Authors

  • Muhammad Yahdi UIN Alauddin Makassar
  • Andi Achruh UIN Alauddin Makassar
  • Sitti Nadirah UIN Alauddin Makassar
  • Mappasiara UIN Alauddin Makassar
  • Syakilah Fadliyah UIN Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/jpk.v6i2.65251

Keywords:

Komptensi Dosen, Fasilitas Belajar, Kepuasan Belajar

Abstract

Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. (Asyar, 2011). Belajar menurut pengertian psikologis merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam menentukan kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut psikologi klasik, hakikat belajar adalah all learning is a prosses of developing or training of mind. Belajar adalah melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi. Menurut teori mental State, Belajar adalah memperoleh pengetahuan malalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi. Oleh karena itu latihan memegang peranan penting. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi peserta didik dan kreativitas pendidik. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pendidik yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreativitas pendidik akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. Kualitas lembaga pendidikan dipandang baik jika kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana dan atmosfer akademik baik. Mahasiswa akan merasa puas jika kinerja baik, yaitu sesuai yang diharapkan. Tenaga pendidik di perguruan tinggi yaitu dosen memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kinerja perguruan tinggi sebagai penyedia layanan pendidikan. Kinerja perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik apabila dosen memiliki kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan kompetensi kepribadian. Kompetensi yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang optimal. lembaga pendidikan bekerja dengan. Selain kompetensi dosen, kinerja perguruan tinggi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan sarana dan prasarana atau fasilitas yang baik untuk proses kegiatan belajar mengajar. Asiabaka (2008) mengemukakan bahwa fasilitas belajar memainkan peran penting dalam aktualisasi tujuan dan sasaran pendidikan dengan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional dari staf dan mahasiswa di perguruan tinggi.

References

Abbasi, M. N., Malik, A., Chaundhry, I. S., & Imadullah, M. (2011). A Study on Student Satisfaction in Pakistani Universities: The Case of Bahauddin Zakariya University, Pakistan. Asian Social Science, 7(7), 209-219.

Asiabaka, I. P. The Need for Effective Facility Management in Schools in Nigeria. New York Science Journal, 1(2), 2008.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Cet. XII; Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

An Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat. Jakarta: Gema Insani Pers. 1995.

Bafadal, Ibrahim. Manajemen Perlengkapan Sekolah dan Aplikasinya, Jakarta: Bumi Aksara. 2004.

Djamarah dan Syaiful Bahri Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:Rineka Cipta, 2000.

Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktek. Cet. I; Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

H.M. Surya, dkk, Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. 2007.

Havelock, Ronald G. The Change Agent’s Guide 2ed., NJ: Educational Technology Publ, 1995,

Hasan, Iqbal. Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensial). Jakarta: Bumi Aksara. 2010.

https://pengertiandefinisi.com/pengertian-kepribadian-dan-jenis-jenis-kepribadian-manusia/

Ibrahim, Inovasi Pendidikan. Proyek Pengembangan LPTK Jakarta: Depdikbud. Dikti, 1988

Lumpkin, A., Stoll, S. K., & Beller, |. M. Sport Ethics: Applications for Fair Play (3rd ed.). Boston: Mc-Graw-Hill, 2003.

Mark Schneider,. Do school facilities affect Academic Outcomes. Natioanal Clearinghouse For Educational Facilities. 2005.

Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1995.

Syaiful Bahri Djamarah, Guru dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : PT Rineka Cipta, 2002.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2006.

Sanjaya, Wina. Kurikulum dan Pembelajaran. Cet. I; Jakarta: Prenada Media Grup, 2008.

Samsih, Peran Guru Kelas Dalam Menangani Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Layanan Bimbingan Konseling. Jurnal Ilmiah Mitra Ganesha, (ISSN: 2356-3443 Vol. No. 1 Juli 2014. Surakarta: FKIP UTP Surakarta, 2014

Seligman, Marttin.E.P. Authentic Happiness: Using the New Positive Psychology to Realize Your Potential For Lasting Fulfillment. Penerjemah. Eva Yulis. Authentic Happiness, Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. Bandung: PT. Mizan Pustaka. 2005

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2008.

Schneider, Mark.. Do school facilities affect Academic Outcomes. Natioanal Clearinghouse For Educational Facilities. 2002.

Rosyada, D.. Paradigma Pendidikan Demokratis, Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penye-lenggaraan Pendidikan. Jakarta: Prenada Media. 2004.

Oliver Richard, “Cognitive, Affectife and Attribut & Bases far the Stisfsction Respone”, Journal of Consumer Research, Vol. 20 (Desember) 1993.

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Artikel