Tradisi Appassili' Pada Masyarakat Desa Panaikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

Authors

  • Sumayyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Ratnah Rahman Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Appassili', Makna Simbolik, Proses Ritual

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang prosesi, bentuk, dan makna tradisi Appassili’ tujuh bulanan pada masyarakat Desa Panaikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini termasuk kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Sumber data penelitian ini, yaitu sumber data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, dan sumber data sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, dan artikel. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan, yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa hasil penelitian dilokasi menunjukkan bahwa: 1) Tradisi Appassili’ masih dilestarikan karena dianggap penting. Tokoh agama mendukung selama tidak bertentangan dengan Islam. Tokoh perempuan dan masyarakat melihatnya sebagai sarana doa dan mempererat hubungan, sementara sanro menganggapnya sebagai warisan budaya dan usaha spiritual. 2) Prosesi terdiri dari tahap persiapan dan pelaksanaan, yang mencerminkan nilai gotong royong dan dipimpin sanroa melalui ritual simbolik seperti, penyusunan jajjakkang, pemercikan air, pembacaan do’a, pemecahan telur, pelepasan ayam, dan pemberian makanan khusus. 3) Setiap proses Appassili’ melibatkan tiga aktor utama, yaitu sanro sebagai pemimpin ritual, ibu hamil sebagai pusat prosesi, dan suami sebagai pendamping. Setiap unsur dalam prosesi, seperti jajjakkang, leko’ passili’, makanan berat, dan kanrejawa picuru, memiliki makna simbolik sebagai lambang harapan, perlindungan, serta doa untuk keselamatan ibu dan janin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus. Bustanuddin. Agama dan Kehidupan Manusia (Pengantar Antropologi Agama). Cet.{t.d}; Jakarta; PT Raja Grafindo Persada. 2006.

Armang. ‘Tradisi Appasili’ Pada Masyarakat Kelurahan Paccinongan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa’. Skripsi. Gowa. Fakultas Usuluddin dan Filsafat UIN Alauddin. 2017.

Bachtiar. Wardi. Sosiologi Klasik Dari Conte Hingga Persons. Cet.I; Bandung; PT Remaja Rosdakarya. 2006.

Hadi. Sustrisno. Metodologi Research. Cet.{t.d}; Yokyakarta; UGM Press. 1999.

Indasari. ‘Presepsi Masyarakat Muslim Terhadap Tradisi Appasili’ di Desa Julu Pa’mai Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa’. Skripsi. Gowa. Fakultas Usuluddin dan Filsafat UIN Makassar. 2022.

Jalaluddin. Psikologi Agama. Cet. XVIII; Jakarta; PT. Rajagrafindo Persada. 2016.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cet. IV; Jakarta: Pustaka Media. 2019.

Khairuddin Ahmad dan Toni Nasution. Pengantar Sosiologi Pendidikan. Cet,1; Medan; Merdeka Kreasi Group. 2023.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Cet.I; Gramedia. 2023.

Media. Yulfirah. ‘Permasalahan Sosial Budaya Dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi di provinsi Sumatra Barat’, Jurnal Ekologi Kesehatan. Sumatra. Jurusan Ekologi Kesehatan. (2017).

Nurfadilah. dkk. ‘Makna Simbolik Appassili’ Tujuh Bulanan Di Pasueng II Kabupaten Takalar’. Jurnal Pedagogical and Social Sciences. 2.1. (2022).

Rahayu. Puji dkk. Tradisi- tradisi Islam Nusantara Perspektif Filsafat dan Ilmu Pengetahuan. Cet, 1; Jawa Tengah; Forum Muda Cendekia (Formaci). 2019.

Rahma. Nur. ‘Pengalaman Ibu Hamil Menjalin Tradisi Appassili’ Tujuh Bulanan Pada Suku Makassar. Skripsi. Makassar. Fakultas Keperawatan UNHAS. 2022.

Ramadhani. Yuyu. dkk. ‘Makna Simbolik Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Mappassili’ Masyarakat Suku Makassar Berbasis Kearifan Lokal’. Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa. 1.3. (2022).

Rosyidi. Nilai-nilai Islam Dalam Tradisi Main Besan Toah. Cet,1; Jawa Barat; CV. Adanu Abimata. 2024.

Sahar. Santri. Pengantar Antropologi. Cet. I; Makassar; Rumah Buku Carabaca, 2015.

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif. Cet. XV; Bandung; Alfabeta. 2015.

Sunanto. Musyrifah. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Cet.IV; Jakarta; Rajawali Pers. 2012.

Syamsuddin dkk. Pedoman Praktik Metodologi Penelitian Internal. Cet{t.d}; Ponogoro; CV Wade Group. 2015.

Windisari. Kiki. ‘Tradisi Passili’ Sebelum Pernikahan Di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto(Studi Perbandingan Hukum Islam Dan Hukum Adat)’. Jurnal Shautuna. Makassar. Jurusan Perbandingan Mazhab. (2020).

Windisari. Kiki. ‘Tradisi Passili’ Sebelum Pernikahan Di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto(Studi Perbandingan Hukum Islam Dan Hukum Adat)’. Jurnal Shautuna. Makassar. Jurusan Perbandingan Mazhab. (2020).

Zain. Andriani A. dkk. Akuntansi Dalam Tradisi Hileiya. Cet.1; Yogyakarta; Selat Media Patners. 2024.

Published

2026-02-20

How to Cite

Sumayyah, & Rahman, R. (2026). Tradisi Appassili’ Pada Masyarakat Desa Panaikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Macora, 5(1), 50–70. Retrieved from https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/macora/article/view/71918

Similar Articles

1 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.