PREFERENSI PEMANFAATAN RUANG PUBLIK DI RUMAH SUSUN SEWA MARISO DI MAKASSAR

  • Ratriana Said Bunawardi Scopus ID: 57191200711, Sinta ID: 6674741, Alauddin Islamic State University of Makassar
    (ID)
  • Burhanuddin Amin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstract

Abstrak_ Rumah susun sewa merupakan rumah vertikal yang dirancang untuk orang berpenghasilan rendah, dan merupakan respon atas tingginya permintaan tempat tinggal yang layak. Rumah susun ini juga diharapkan dapat lebih efisien dalam penggunaan lahan dan mampu mengurangi jumlah permukiman kumuh di daerah perkotaan. Fenomena yang terlihat pada rumah susun sewa Mariso, dimana preferensi penghuni dalam memanfaatkan ruang-ruang publik yang tidak sesuai dengan rencana fungsi awal ruang. Adanya konflik spasial berasal dari aktivitas dan mobilitas penghuni mengakibatkan terjadi invasi pada sebagian ruang publik. Beberapa ruang melebihi fungsi dan tujuan dasarnya, sementara ruang lain dimanfaatkan secara tidak sesuai dengan fungsi desain awalnya. Studi komprehensif dilakukan untuk mengenali karakter penghuni beserta latar belakang pekerjaan, pendapatan dan pendidikan mereka sehubungan dengan perilaku mereka terhadap ruang publik dan pemanfaatannya. Metode tracing (person centered map) digunakan pada penelitian ini. Sampel berupa penghuni rumah susun Mariso dipilih berdasarkan karakteristik penghuni seperti usia, gender dan pekerjaan untuk mengungkapkan aktivitas dan interaksi sehari-hari. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penghuni berpenghasilan rendah lebih memilih untuk terlibat dalam interaksi sosial secara informal. Kegiatan pribadi tertentu dilakukan di ruang publik dan bukan di unit huniannya dan dalam banyak kesempatan, aktivitas pribadi dilakukan secara berkelompok penghuni sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari mereka. Koridor yang didesain sebagai jalur penghubung antar unit hunian mendapat beban yang berlebih karena intervensi aktivitas pribadi. Sebaliknya, beberapa ruang komunal tampaknya ditinggalkan oleh karena berbagai alasan. Fenomena adanya kegiatan pribadi di ruang komunal telah menurunkan kualitas hunian, dan menjadi kawasan kumuh vertikal lainnya di dalam wilayah perkotaan. Hasil studi harus dipertimbangkan, dievaluasi dan dirujuk untuk desain ruang publik lebih lanjut dan lebih baik pada tipe perumahan seperti itu

Kata kunci: Preferensi penghuni, Rumah Susun, Ruang Publik.

 

Abstract_Rental flat is a vertical house designed for low-income people and in response to the high demand for housing. Its also expected to be more efficient in land use and will reduce the number of slums in urban areas. The phenomenon is seen in the Mariso flats, where the preferences of residents in utilizing public spaces are not in accordance with the initial function of space. Spatial conflict arises from the activities and mobility of residents resulting in an invasion of some public spaces. Some spaces exceed their basic functions and objectives, while other spaces are not used according to their original design functions. A comprehensive study conducted to identify the occupant background, job, income and education in connection with their behavior towards public space and its utilization. The research method is accomplished by mapping the behaviors such as place center map. Samples of Residents selected based on characteristics such as age, gender and work to expose the activities and daily interactions.  The results of this study found that low-income residents prefer informal social interactions. Certain private activities are carried out in public spaces and not in their residential units. On several occasions, private activity conducted in groups of residents as part of their daily routine. Corridors that are designed as a connecting line between residential units are overloaded due to personal activity interventions. Conversely, some communal spaces seem abandoned for various reasons. The phenomenon of private activities in communal spaces has reduced the quality of residents, and become another vertical slum in the urban area. Study results must be considered, evaluated and referred for further and better design of public space. in such types of housing.

 Keywords: Residence Preference; Flats; Public Space.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Carr, Stephen, Carr Stephen, Mark Francis, Leanne G Rivlin, and Andrew M Stone. 1992. Public Space. Cambridge University Press.

Holland, Caroline, Andrew Clark, Jeanne Katz, and Sheila Peace. 2007. Social Interactions in Urban Public Places. Policy Press.

Lumbantoruan, Robinhot Jeremia, Muhammad Faqih, and I Gusti Ngurah Antaryama. 2010. “Study of Room Utilization Post Occupancy in Suka Ramai Walk up Flat.” In National Seminar on Urban Development Housing Settlement.

Marwati, Marwati, and Ikrama Ikrama. 2018. “Identifikasi Fungsi Dan Fasad Pecinan Pada Bangunan Di Ruas Jalan Sulawesi Makassar.” Nature: National Academic Journal of Architecture 5 (2):135–42.

Prayitno, Budi. 1999. “Low Cost Rental Development in Indonesian Large Cities-Transformation from Traditional Kampung to Multistory Housing.” Journal of Architecture Planning and Environmental Engineering 517. AIJ:243–50.

Said, Ratriana, and Alfiah Alfiah. 2017. “Teritorialitas Pada Ruang Publik Dan Semi Publik Di Rumah Susun (Studi Kasus: Rumah Susun Kecamatan Mariso Makassar).” Nature: National Academic Journal of Architecture 4 (2):128–37.

Siregar, Mohammad Jehansyah. 2013. “Sistem Penyediaan Perumahan.” Kementerian Perumahan Rakyat. Kebutuhan Rumah Di Indonesia.

Published
2019-12-30
How to Cite
Bunawardi, R. S., & Amin, B. (2019). PREFERENSI PEMANFAATAN RUANG PUBLIK DI RUMAH SUSUN SEWA MARISO DI MAKASSAR. Nature: National Academic Journal of Architecture, 6(2), 113-122. https://doi.org/10.24252/nature.v6i2a2
Section
ARTICLE VOL 6 NO 2, DECEMBER 2019
Abstract viewed = 400 times