Konflik Simbolis dan Pembentukan Negara Kolonial: Memikirkan Kembali Transisi Britania Raya-Belanda di Sulawesi Selatan 1811-1824

Penulis

  • Hafsah Syamsul Sekolah Tinggi Agama Islam YAPIS Takalar
  • Muhammad Nurhidayat Bahmi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh. Zulkifli Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/rihlah.v14i01.66490

Kata Kunci:

Symbolic Confict, Colonial state formation, British-Ducth transition, Political Legitimacy South Sulawesi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis masa transisi kekuasaan Inggris-Belanda (1811–1824) di Sulawesi Selatan untuk membuktikan bahwa periode tersebut merupakan fase kritis pembentukan negara kolonial modern, bukan sekadar jeda sejarah. Metode yang digunakan adalah sejarah kritis dengan pendekatan interdisipliner antropologi politik, di mana data arsip kolonial dan naskah Lontara dianalisis menggunakan teknik thick description untuk menafsirkan perebutan simbolik regalia sakral (Kalompoang). Hasil kajian menunjukkan bahwa kedatangan Inggris memicu konflik multidimensi dengan Kerajaan Bone terkait legitimasi pedang Sudang, yang gagal dimenangkan oleh Inggris akibat perang gerilya, blokade ekonomi, dan keterbatasan sumber daya. Konflik laten ini diwarisi oleh Belanda yang kemudian meluncurkan Nieuwe Organisatie dan Pembaruan Perjanjian Bongaya pada tahun 1824 sebagai upaya sistematis membangun infrastruktur birokrasi kolonial. Implikasi dari penelitian ini secara teoretis membuktikan bahwa periode transisi tersebut berfungsi sebagai katalis yang mengubah model kontraktual era VOC menjadi negara kolonial yang terpusat. Secara praktis, studi ini merekonstruksi historiografi regional dengan memperlihatkan bahwa pola kolonialisme di Indonesia Timur sangat dibentuk oleh interaksi dinamis antara agensi politik lokal, konflik simbolik, dan perubahan rezim kolonial pada masa formatif tersebut.

Referensi

Abduh, M., Pawiloy, S., Masduki, Baso, M. N., & Abidin, Z. (1985). Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Sulawesi Selatan. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.

Geertz, C. (1980). Negara: The Theatre State in Nineteenth-Century Bali. Princeton University Press.

Gibson, T. (2012). Islamic Narrative and Authority in Southeast Asia from the 16th to the 21st century (S. Nurhady (ed.)). Penerbit Ininnawa.

Gibson, T. (2023). Kekuasaan Raja, Syekh dan Ambtenaar: Pengetahuan Simbolik dan Kekuasaan Tradisional Makassar 1300-2000. Penerbit Ininnawa.

Hadrawi, M. (2020). Lontara Sakke’ Attoriolong Bone: Transliterasi dan Terjemahan. Penerbit Ininnawa.

Henley, D., & Caldwell, I. (2019). Precolonial citizenship in South Sulawesi. Citizenship Studies, 23(3), 240–255.

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. PT Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (2018). Pengantar Ilmu Sejarah. Penerbit Tiara Wacana.

Latif, A. (2014). The Conflict between Bone Kingdom and the British Authority in South Sulawesi, 1812-1816. Tawarikh, 5(April), 145–160.

Mappangara, S. (2011). Bertahannya Bangsawan Bone di Tengah Perubahan Rezim, 1811-1946. Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia, 37(1), 185–210.

Omar, R. (2003). The History of Bone A.D. 1775-1795: The Diary of Sultan Ahmad as-Salleh. University of Hull.

Palloge, A. (2006). Sejarah Kerajaan Tanah Bone: Masa Raja Pertama dan Raja-Raja Kemudiannya Sebelum Masuknya Islam Sampai Terakhir. Yayasan Al Muallim.

Pelras, C. (2021). The Bugis (A. R. Abu (ed.)). Penerbit Ininnawa.

Pradadimara, D. (2016). Modal Britania di Indonesia Masa Kolonial. Mozaik Humaniora, 16(2).

Pradadimara, D. (2017). Dibentuknya Negara Kolonial di Sulawesi Bagian Selatan di Abad Ke 19. Lensa Budaya, 12(2), 56–70.

Riady, A. S. (2021). Agama dan Kebudayaan Masyarakat Perspektif Clifford Geertz. JSAI, 2(1), 13–22.

Sartika, D. (2021). Perjuangan Colliq Pujie Melawan Penjajah Belanda di Tanete 1812-1876. UIN Alauddin Makassar.

Scott, J. C. (1972). Patron-Client Politics and Political Change in Southeast Asia. American Political Science Association, 66(1), 91–113.

Sinaga, R., Maulana, A., Lubis, R. A., & Sitepu, M. M. (2024). Kebijakan Inggris Dalam Kepemimpinan Thomas Raffles di Indonesia 1811-1816. Ar Rumman, 1(2), 180–187.

Tim Penulis. (2019). Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia (1700-1900) (Ketujuh). Balai Pustaka.

Vlekke, B. H. M. (2016). Nusantara: Sejarah Indonesia (S. Berlian (ed.)). Kepustakaan Populer Gramedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29

Cara Mengutip

Syamsul, H., Bahmi, M. N., & Muh. Zulkifli. (2026). Konflik Simbolis dan Pembentukan Negara Kolonial: Memikirkan Kembali Transisi Britania Raya-Belanda di Sulawesi Selatan 1811-1824. Rihlah : Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan, 14(01), 47–65. https://doi.org/10.24252/rihlah.v14i01.66490

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.